{"id":7733,"date":"2018-07-30T10:40:47","date_gmt":"2018-07-30T17:40:47","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7733"},"modified":"2018-07-30T10:40:47","modified_gmt":"2018-07-30T17:40:47","slug":"menjadi-benih-yang-tangguh-di-tengah-himpitan-ilalang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7733","title":{"rendered":"Menjadi Benih yang Tangguh di Tengah Himpitan Ilalang"},"content":{"rendered":"<p>Selasa\u00a0\u00a0 31 Juli 2018<br \/>\nPW S. Ignasius dari Loyola, Imam<\/p>\n<p>Menjadi Benih yang Tangguh di Tengah Himpitan Ilalang<br \/>\nMat\u00a0 13:36-43<\/p>\n<p>Setiap kali membersihkan ladang disamping rumah, saya selalu memperhatikan ilalang yang tumbuh begitu cepat dari benih. Suatu hari saya\u00a0 bertanya kenapa ilalang yang telah dibersihkan muncul kembali? Saya mencoba dengan sabar mencari penyebabnya. Akhirnya saya menemukan bahwa kalau ilalang itu tidak diberihkan sampai ke akar-akarnya maka ilalang tersebut akan tumbih kembali. Dalam membersihkan ladang, saya sungguh hati-hati agar benih yang saya tanam itu tidak tercabut dan mati karena akar ilalang itu ternyata panjang dan sering bercabang. Lalu bagaimana mensiasati\u00a0 agar benih tidak dihimpit oleh ilalang dan mati?\u00a0 Yang saya lakukan adalah memotong akar ilalang sejauh dapat tanpa harus mengorbankan benih yang baik.<br \/>\nBenih yang baik adalah anak-anak Kerajaan Allah yang hidup ditengah dunia dengan begitu banyak persoalan yang datang silih berganti. Kalau anak-anak kerajaan tidak dirawat,\u00a0 tidak didampingi dengan baik maka cepat atau lambat mereka akan dihimpit oleh dunia dengan tawaran-tawarannya lebih memukau.<br \/>\nAnak-anak kerajaan itu adalah kita sendiri yang telah dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi pengikutNya. Kita sendiri mengalami bahwa begitu banyak tantangan dalam hal mengikuti Tuhan. Seperti benih tumbuh diantara ilalang, demikianpun kita sebagai anak-anak kerajaan harus tegar\u00a0 untuk bertumbuh ditengah-tengah tawaran dunia yang semakin hari semakin gencar.<br \/>\nDitengah tawaran dunia yang memikat, apakah iman kita harus luntur untuk mengikuti Yesus?\u00a0 Apakah kita menyerah saja pada keadaan manakala kita mengalami tantangan hidup\u00a0 yang menurut kaca mata kita tidak ada jalan keluar?<br \/>\nSatu kunci untuk tetap tegar dalam menghadapi gelombang atau arus dunia yang tanpa kompromi adalah menyadari bahwa kita tidak berjalan sendiri. Tuhan selalu beserta kita. Kita adalah Pilihan Tuhan yang dipanggil untuk mewartakan sukacita Injili ditengah-tengah dunia ini. Kita adalah orang-orang yang mendapatkan kepercayaan dalam hal berbuat baik. Bertahan dan bertumbuh dalam iman akan Tuhan adalah kualitas iman yang harus menggerakan orang yang kita jumpai.\u00a0 Barangsipa yang bertahan sampai akhir, dialah pemenang. Dan kita adalah pemenang yang telah ditentukan oleh Tuhan. Jangan pernah menyerah dalam mengikuti Tuhan seperti St. Ignatius Loyola yang kita rayakan Pesta peringatannya kita rayakan hari ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa\u00a0\u00a0 31 Juli 2018 PW S. Ignasius dari Loyola, Imam Menjadi Benih yang Tangguh di Tengah Himpitan Ilalang Mat\u00a0 13:36-43 Setiap kali membersihkan ladang disamping rumah, saya selalu memperhatikan ilalang yang tumbuh begitu cepat dari benih. Suatu hari saya\u00a0 bertanya kenapa ilalang yang telah dibersihkan muncul kembali? Saya mencoba dengan sabar mencari penyebabnya. Akhirnya saya menemukan bahwa kalau ilalang itu tidak diberihkan sampai ke akar-akarnya maka ilalang tersebut akan tumbih kembali. Dalam membersihkan ladang, saya sungguh hati-hati agar benih yang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7733\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7733","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7733","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7733"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7733\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7734,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7733\/revisions\/7734"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7733"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7733"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7733"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}