{"id":7737,"date":"2018-08-01T14:12:17","date_gmt":"2018-08-01T21:12:17","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7737"},"modified":"2018-08-01T14:12:17","modified_gmt":"2018-08-01T21:12:17","slug":"ikan-seperti-apa-diriku-saat-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7737","title":{"rendered":"Ikan seperti apa diriku\u00a0 saat ini?"},"content":{"rendered":"<p>Kamis, 2 Agustus 2018 \u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b<br \/>\nHari Biasa Pekan XVII<br \/>\nIkan seperti apa diriku\u00a0 saat ini?<br \/>\nBacaan Injil\u00a0 Mat 13:47-53<\/p>\n<p>Istilah \u201cExtra ecclesiam nulla salus \u201d (Di luar gereja tidak ada keselamatan) cukup lama menjadi pegangan gereja Katolik. Sejak Konsili Vatikan kedua, gereja sungguh membuka diri kepada dunia, terutama gereja menerima bahwa keselamatan kekal ada di luar gereja Katolik. Dengan pemahaman keterbukaan ini, nyatalah bahwa setiap orang dipanggil pada keselamatan kekal. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah keselamatan itu gratis yang diberikan oleh Tuhan tanpa ada usaha kita manusia? Apa syaratnya agar kita memperoleh keselamatan kekal atau meraih Kerajaan Allah?<br \/>\nBacaan injil hari ini memberikan kita jawaban cukup jelas bahwa setiap kita dipanggil pada keselamatan. Apakah kita meraih keselamatan kekal atau Kerajaan Allah tergantung pada diri kita masing-masing. Mengapa? Setiap orang dapat menjawabi panggilan pada keselamatan itu berbeda-beda. Ada yang begitu mudah menjawabi panggilan itu, ada yang acuh tak acuh, bahkan ada yang tidak mau menjawabi panggilan tersebut.\u00a0 Konsekuensi jawaban kita pada keselamatan, dapat kita lihat ketika kita dipanggil kembali kepada sang pemilik kehidupan. Diakhir zaman kita seperti perumpamaan dalam injil hari ini,\u00a0 dikumpulkan oleh Tuhan,\u00a0 bagi yang menanggapi panggilan Tuhan dan melaksanakan perintahNya akan dipisahkan\u00a0 dari mereka yang mendengarkan panggilan Tuhan tetapi tidak mau menanggapinya bahkan tidak pernah mau mendengarkan panggilan Tuhan.<br \/>\nBacaan injil mengajak kita bertanya kepada diri kita masing-masing, ikan seperti apa diriku saat ini? ikan yang baik atau ikan yang buruk? Kalau hidup kita mengarah ke jenis ikan yang baik, mari kita terus tumbuhkan. Akan tetapi, jika kita masih dalam golongan ikan yang buruk, mari kita bertobat. Tuhan masih berikan kesempatan kepada kita untuk berbalik kepadaNya.<br \/>\nTuhan berkati<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 2 Agustus 2018 \u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b Hari Biasa Pekan XVII Ikan seperti apa diriku\u00a0 saat ini? Bacaan Injil\u00a0 Mat 13:47-53 Istilah \u201cExtra ecclesiam nulla salus \u201d (Di luar gereja tidak ada keselamatan) cukup lama menjadi pegangan gereja Katolik. Sejak Konsili Vatikan kedua, gereja sungguh membuka diri kepada dunia, terutama gereja menerima bahwa keselamatan kekal ada di luar gereja Katolik. Dengan pemahaman keterbukaan ini, nyatalah bahwa setiap orang dipanggil pada keselamatan kekal. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah keselamatan itu gratis yang diberikan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7737\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7737","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7737","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7737"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7737\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7738,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7737\/revisions\/7738"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7737"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7737"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7737"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}