{"id":778,"date":"2013-12-26T02:04:16","date_gmt":"2013-12-26T10:04:16","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=778"},"modified":"2013-12-25T13:32:37","modified_gmt":"2013-12-25T21:32:37","slug":"kematian-stefanus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=778","title":{"rendered":"Kematian Stefanus"},"content":{"rendered":"<p>Kisah Para Rasul 6:8-10, 7: 54-59<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.\u00a0 Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: &#8220;Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.&#8221; Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: &#8220;Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!&#8221; Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\n<p style=\"text-align: left;\">Yustinus Martir, penulis &#8220;Dialogue with Trypho&#8221;, menuliskan , &#8220;semakin kami dianiaya, semakin banyak orang lain melakukan, bahkan jumlahnya semakin bertambah untuk memeluk iman dan menjadi penyembah Tuhan lewat nama Yesus.&#8221; Inilah efek dari kemartiran sebagai teladan iman yang paling mengobarkan semangat mengikuti Kristus. Di saat kita masih memiliki martir, Gereja akan tetap hidup dan hadir di dunia, ditengah pergolakan dan kekerasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Pembunuhan dengan dilembari batu sampai mati menjadi klimak dari kesaksian hidup Stefanus. Ia seorang Yahudi yang biasa berbicara dengan bahasa Yunani, bukan bahasa Ibrani, dan ia menjadi pengikut Yesus pertama yang mati karena membela iman. Lemparan batu tidak merobohkan imannya. Ia mati dengan damai di tangan Tuhan sembari berseru\u00a0 nyaring seperti saat Yesus di salib, &#8220;Tuhan, jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka!&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Caranya mati di tengah para musuh, juga menjadi pertanda bagaimana di telah hidup sebagai model para pengikut Kristus. Ketika ia mati untuk Kristus sembari mengampuni para pembunuhnya, ia menunjukkan cara pengampunan yang paling sempurna yang bisa dilakukan oleh manusia sebelum ajal menjemput. Mengampuni membuat orang damai, terbebas dari kemarahan, dan menyerahkan penghakiman musuh pada Tuhan. Sebaliknya, ketidakmampuan mengampuni, membuat jiwa terbelenggu rasa marah dan dendam, menyimpan bara permusuhan, dan rasa tidak tentram dalam hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gambaran orang yang tidak bisa mengampuni terlukis pada wajah para pembunuh Stefanus. Mereka menyobek pakaian mereka karena rasa marah, menggertakkan gigi, menggerutu dan berkata kasar. Mereka mendorong Stefanus seperti binatang, menyeret keluar kota, dan mulai melempari batu. Ia dilemparkan di dataran yang lebih rendah, sedang mereka melempari dari daerah yang lebih tinggi. Batu silih berganti dilempar, sampai sang ajal menjemput Stefanus. Kemarahan yang tak terkendali membawa pada kematian, bukan kedamaian.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dalam sejarah umat Kristen perdana, kematian Stefanus adalah awal dari misi Gereja. Para pengikut Kristus mulai meluaskan sayap dan menyebarkan misi keluar dari Yerusalem. Meski sebagian orang Kristen tercerai berai, mereka tetap membawa iman ke daerah baru, wilayah non Yahudi. Darah kemartiran Stefanus memulai benih iman Gereja disebarkan ke seluruh dunia. Dan gerakan itu tak bisa dihentikan!<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Hari ini semoga kita memiliki rasa tanggungjawab yang sama akan tugas misi, pewartaan Injil kepada orang lain. Gereja tak bisa hidup tanpa misi, dan kematian para pewarta tak bisa menghentikan misi Gereja di dunia!<\/p>\n<div style=\"position:absolute;filter:alpha(opacity=0);opacity:0.001;z-index:10;display:none\"><a href=\"http:\/\/www.digitaldinos.com\">jordan 13 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/thepit-bbq.com\/cache\/banner8.php\/tag\/air-jordan-7-hare\/\">jordan 7 hare<\/a> <a href=\"http:\/\/www.yoursantorini.com\">72-10 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/fdva.net\">low bred 11s<\/a> <a href=\"http:\/precisionland.net\">low bred 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/emmylou.net\/sburke.html\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/strollhealth.com\/team\">jordan 5 cement tongue<\/a> <a href=\"http:\/\/4808clinic.com\/news\/\">low bred 13s<\/a> <a href=\"http:\/\/tksports.com\">72-10 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.utahsaturnspecialist.com\/\">low bred 13s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.stpetersburgwatercolours.com\/history.htm\">midnight navy 5s<\/a> <a href=\"http:\/\/strollhealth.com\/team\">cement tongue 5s<\/a> <a href=\"http:\/\/lopezappraisal.com\/\">hare 7s<\/a> <a href=\"http:\/\/bakkersfinedrycleaning.com\/drycleaning-more\/\">jordan 13 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/thecinnamonvalley.com\/the-cattleman\">jordan 13 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/hingedigital.com\/work\/\">playoffs 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/fylesbrothers.com\/fyles-brothers-history\">midnight navy 5s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.fastresponseonsite.com\/about-us\/\">jordan 5 cement tongue<\/a> <a href=\"http:\/\/fbinfluence.com\/proreplay\/\">72 10 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.pearsonexcavating.com\">jordan 11 low bred<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kisah Para Rasul 6:8-10, 7: 54-59 Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.\u00a0 Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: &#8220;Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.&#8221; Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: &#8220;Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!&#8221; Dan dengan perkataan itu meninggallah ia. Yustinus Martir, penulis &#8220;Dialogue with Trypho&#8221;, menuliskan , &#8220;semakin kami dianiaya, semakin banyak orang lain melakukan, bahkan jumlahnya semakin bertambah untuk memeluk&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=778\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-778","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=778"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/778\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":779,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/778\/revisions\/779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}