{"id":7861,"date":"2018-09-17T07:54:31","date_gmt":"2018-09-17T14:54:31","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7861"},"modified":"2018-09-17T07:54:31","modified_gmt":"2018-09-17T14:54:31","slug":"terus-menjadi-orang-yang-rendah-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7861","title":{"rendered":"TERUS MENJADI ORANG YANG RENDAH HATI"},"content":{"rendered":"<p>RENUNGAN LUBUK HATI<\/p>\n<p>SENIN, 17 SEPETEMBER 2018<\/p>\n<p>TERUS MENJADI ORANG YANG RENDAH HATI<\/p>\n<p>1Kor 11:17-26<\/p>\n<p>Luk 7:1-10<\/p>\n<p>Yesus kagum dengan salah satu dari perwira, bukan karena pangkat dan jabatannya yang tinggi tetapi karena sikapnya yang rendah hati. Perwira itu mengatakan kepada Yesus; \u201cTuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku\u201d. Sekalipun perwira tersebut memiliki kuasa dan jabatan yang tinggi, namun ia tidak menganggap jabatannya sebagai sesuatu yang penting dan justru sebaliknya ia merasakan dirinya yang tidak pantas dihadapan Tuhan.<\/p>\n<p>Jabatan, harta, dan semua kemegahan duniawi bisa menyilaukan dan menggoda manusia dalam kesembongan dan tajuh dalam dosa. Oleh karena itu agar orang tidak jatuh dalam dosa dan kesembongan karena harta dan jabatan, maka perlu kembali menyadari siapa diri manusia sebenarnya? Orang yang sadar akan melihat dengan benar bahwa pada hakekatnya semua manusia dihadapan Allah adalah sama martabatnya. Jadi kemuliaan manusia tidak diukur dan dinilai dari berapa banyak harta dan berapa tinggi jabatannya.<\/p>\n<p>Sudah banyak terjadi karena berebut harta dan jabatan, manusia saling memusuhi, membenci dan membunuh. Oleh karena itu penting kembali disadari bahwa jabatan dan harta dunia adalah sebatas sarana dan bukan tujuan hidup manusia. Keselamatan manusia tergantung dari kesetiaan akan kebenaran yang bersumber dari Allah. Kehidupan di dunia adalah kesempatan untuk mengumpulakn harta surgawi yaitu iman yang dihayati dalam perbuatan. Semakin orang beriman ia akan semakin rendah hati, semakin murah hati dan semakin mampu berserah serta bersandar pada Allah.<\/p>\n<p>Marilah berdoa,<\/p>\n<p>Allah yang Maha Kasih, tanamkanlah dalam diri kami sikap rendah hati, agar kami semakin menyadari bahwa hanya Engkulah yang menjadi sumber damai dan harapan kami. Semoga kami tidak terlena dengan jabatan dan kekayaan yang akan menjadikan kami sombong, namun jadikanlah kami hamba Mu yang taat dan setia. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RENUNGAN LUBUK HATI SENIN, 17 SEPETEMBER 2018 TERUS MENJADI ORANG YANG RENDAH HATI 1Kor 11:17-26 Luk 7:1-10 Yesus kagum dengan salah satu dari perwira, bukan karena pangkat dan jabatannya yang tinggi tetapi karena sikapnya yang rendah hati. Perwira itu mengatakan kepada Yesus; \u201cTuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku\u201d. Sekalipun perwira tersebut memiliki kuasa dan jabatan yang tinggi, namun ia tidak menganggap jabatannya sebagai sesuatu yang penting dan justru sebaliknya ia merasakan dirinya yang tidak&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7861\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7861","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7861","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7861"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7861\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7862,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7861\/revisions\/7862"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7861"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7861"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7861"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}