{"id":7885,"date":"2018-09-27T10:01:20","date_gmt":"2018-09-27T17:01:20","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7885"},"modified":"2018-09-22T20:02:24","modified_gmt":"2018-09-23T03:02:24","slug":"jumat-pekan-biasa-xxv-tahun-ii-2018","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7885","title":{"rendered":"Jumat Pekan Biasa XXV Tahun II 2018"},"content":{"rendered":"<p>Jumat Pekan Biasa XXV Tahun II 2018<\/p>\n<p>Pengkhotbah 3:1-11; Lukas 9: 18-22<\/p>\n<p>Banyak orang asli Jawa Tengah suka disebut masih keturunan keraton, atau setidak-tidaknya masih punya hubungan kekerabatan dengan orang keraton. Banyak dari mereka sebenarnya tidak mendapatkan apa-apa dari penelusuran hubungan kekerabatan. Mereka bahkan sebenarnya tidak disebut raden, raden roro, dsb. Akan tetapi, mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai raden, keturunan kerabat keraton, keturunan isteri raja yang ke sekian, dst. Mereka secara tak resmi menyebut diri sebagai para priyayi yang berbeda dengan orang kebanyakan. Apa untungnya menjadi priyayi seperti itu?<\/p>\n<p>Kebanyakan mereka mempunyai kebanggaan kalau masih punya hubungan kekerabatan dengan para raja mereka. Mereka merasa diri berdarah biru, keturunan bangsawan, dan lalu mendapat sedikit perlakuan lain dari orang-orang yang tahu dan masih peduli dengan \u201craden-radenan\u201d itu. Perasaan bangga adalah sesuatu yang membuat makin percaya diri dan merasa lain dari yang lain. Tanpa uang pun, mereka rela menjadi semakin dekat dengan pihak keraton, demi perasaan itu.<\/p>\n<p>Sesudah dibaptis, semua orang Kristen disebut sebagai anak-anak Allah. Semua orang yang mempunyai nama Kristen adalah sahabat Yesus. Apakah kita merasa bangga dengan sebutan dan kenyataan itu?<\/p>\n<p>Yesus disebut Mesias, tokoh yang dijanjikan para nabi di jaman dahulu. Mesias adalah tokoh pembebas, penyelamat bangsa Israel yang dinantikan. Kedatangannya adalah tanda keselamatan, tanda kehadiran Allah yang menyelamatkan dan mengubah nasih orang Israel. Akan tetapi Yesus dilihat sebagai yang kurang atau tidak layak, meragukan, jika disebut sebagai Mesias. Dia dianggap bukan berasal dari golongan berdarah biru, kaum imam, apalagi kaum bangsawan. Yesus hanyalah anak tukang kayu yang sederhana dan biasa.<\/p>\n<p>Orang Israel menginginkan seorang tokoh panutan dan penyelamat yang \u201cmemadai\u201d, yang kurang lebih pantas dibanggakan. Mesias mestilah seorang yang membanggakan, yang luar biasa, yang kharismatis, yang anggun, yang berkuasa, yang punya pengaruh, yang kuat berjuang, dan yang bisa diandalkan untuk membantu seluruh bangsa dari penindasan. Dan Yesus bukanlah tipe seperti yang mereka bayangkan. Kehadiran Yesus sebenarnya memenuhi kriteria itu, tetapi harapan dan bayangan Orang Israel berbeda. Yesus yang memenuhi Kriteria itu tak tampak seperti yang mereka nanti-nantikan.<\/p>\n<p>Dalam hidup ini, kita kadang tidak mengerti, apa yang dapat membuat kita bangga dan apa yang dapat membuat kita yakin dan teguh. Kita mencari sesuatu yang membuat kita rela berkorban demi yang kita percayai itu. Tapi apa itu?<\/p>\n<p>Kita sudah selalu belajar mengerti bahwa yang membanggakan itu yang hebat, yang kaya, yang cantik dan tampan, yang punya pengaruh, yang berkuasa, yang kuat, dst. Itu yang membanggakan. Kita jarang belajar bahwa yang lemah, yang mengalah itu juga membanggakan. Sebagai orang Kristen, kita belajar menghargai kelemahan kita. Kita belajar menjadi bangga dengan yang lemah, yang kurang kuat, yang tidak berkuasa, tetapi yang membuat damai, yang menyelamatkan karena membela kebenaran dan ketulusan.<\/p>\n<p>Yesus adalah rupa manusia yang sederhana, yang punya kekuatan dari kesederhanaan-Nya. Yesus mempunyai kuasa sebagai Mesias justru karena Ia tidak menampakkan kekuatan dan kekuasaan-Nya. Dalam kelemahan itu, kita banyak diberi teladan mengerti hidup. Kita belajar memahami, bahwa pada saat kita kalah, atau tampak kalah pun, kita tidak kehabisan kebanggaan untuk menjadi orang Kristen, karena Yesus pun demikian. Dengan menjadi Orang Kristen yang benar, kita tahu bahwa kebanggaan kita menjadi lestari, kekal, bersama Yesus yang sederhana itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat Pekan Biasa XXV Tahun II 2018 Pengkhotbah 3:1-11; Lukas 9: 18-22 Banyak orang asli Jawa Tengah suka disebut masih keturunan keraton, atau setidak-tidaknya masih punya hubungan kekerabatan dengan orang keraton. Banyak dari mereka sebenarnya tidak mendapatkan apa-apa dari penelusuran hubungan kekerabatan. Mereka bahkan sebenarnya tidak disebut raden, raden roro, dsb. Akan tetapi, mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai raden, keturunan kerabat keraton, keturunan isteri raja yang ke sekian, dst. Mereka secara tak resmi menyebut diri sebagai para priyayi yang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7885\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7885","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7885"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7885\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7886,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7885\/revisions\/7886"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}