{"id":7921,"date":"2018-10-11T14:04:53","date_gmt":"2018-10-11T21:04:53","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7921"},"modified":"2018-10-11T14:04:53","modified_gmt":"2018-10-11T21:04:53","slug":"eksorsisme-sebagai-sarana-membangun-kerajaan-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7921","title":{"rendered":"Eksorsisme sebagai Sarana Membangun Kerajaan Allah"},"content":{"rendered":"<p>Jumat pada Pekan Biasa ke-27<\/p>\n<p>12 Oktober 2018<\/p>\n<p>Lukas 11:15-26<\/p>\n<p>Ada tiga hal dasar yang Yesus lakukan dalam menjalan misi-Nya: pengajaran, eksorsisme (mengusir roh jahat) dan penyembuhan. Pada hari Sabat, Dia mengajar dengan penuh otoritas di rumah ibadat. Dia menghadapi roh-roh jahat yang merasuki orang-orang dan mengusir mereka. Dan tentunya, banyak kisah penyembuhan dan mujizat yang terjadi karena Yesus bersabda atau mengulurkan tangan-Nya kepada orang sakit.<\/p>\n<p>Mengapa tiga tugas ini mendasar bagi Yesus? Jawabannya adalah karena ketiga aspek ini menjadikan pelayanan Yesus sebagai pelayanan yang holistik atau menyeluruh. Pengajaran adalah untuk membentuk pikiran yang sehat, mengusir roh jahat adalah untuk membangun kehidupan rohani yang kudus, dan penyembuhan adalah untuk memberdayakan tubuh kita. Ini adalah Kabar Baik karena keselamatan yang Yesus bawa mencakup semua aspek kemanusiaan kita. Ini adalah membangun Kerajaan Allah di dunia. Sebagai murid-murid-Nya, kita semua dipanggil untuk mengajar, mengusir roh jahat, dan menyembuhkan.<\/p>\n<p>Secara khusus, Injil hari ini berbicara tentang beberapa orang yang tidak percaya akan kuasa Yesus, terutama kuasa-Nya untuk mengusir roh-roh jahat. Bahkan mereka menuduh Yesus menggunakan kuasa Beelzebul, sang pengulu setan. Orang-orang ini gagal melihat bahwa eksorsisme yang dilakukan Yesus tidaklah terpisah dari misi utama-Nya mewartakan dan membangun Kerajaan Allah dan membentuk manusia yang holistik. Eksorsisme yang terpisah dari pengajaran dan penyembuhan tidaklah lengkap, hanya akan mendatangkan roh-roh jahat yang lebih banyak, dan menghancurkan sang manusia. Yesus mengajak mereka yang tidak percaya untuk melihat apakah pengusiran setan yang Ia lakukan adalah bagian dari Kerajaan Beelzebul, atau dari Kerajaan Allah.<\/p>\n<p>Pada masa ini, eksorsisme benar-benar merupakan pelayanan khusus di Gereja, dan hanya didelegasikan kepada beberapa orang di bawah wewenang para uskup, namun kita semua dipanggil untuk mengusir roh jahat dalam kehidupan dan hati kita. Ini adalah tugas kita untuk menjalani kehidupan yang kudus dengan menerima sakramen-sakramen secara rutin, dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Inilah beberapa cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, dan dengan demikian, memungkinkan kita memiliki kehidupan rohani yang sehat. Mengusir roh jahat juga berarti membebaskan diri kita dari belenggu dosa dan kebiasaan jahat. Ini adalah semacam penyembuhan spiritual. Iblis terkadang merasuki tubuh manusia, namun seringkali, dia merasuki hati kita. Keterikatan kita yang berlebihan terhadap berbagai hal, seperti uang, kesenangan seksual, kehormatan, adalah manifestasi dari roh-roh jahat yang bekerja di dalam hati kita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Frater Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat pada Pekan Biasa ke-27 12 Oktober 2018 Lukas 11:15-26 Ada tiga hal dasar yang Yesus lakukan dalam menjalan misi-Nya: pengajaran, eksorsisme (mengusir roh jahat) dan penyembuhan. Pada hari Sabat, Dia mengajar dengan penuh otoritas di rumah ibadat. Dia menghadapi roh-roh jahat yang merasuki orang-orang dan mengusir mereka. Dan tentunya, banyak kisah penyembuhan dan mujizat yang terjadi karena Yesus bersabda atau mengulurkan tangan-Nya kepada orang sakit. Mengapa tiga tugas ini mendasar bagi Yesus? Jawabannya adalah karena ketiga aspek ini menjadikan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7921\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7921","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7921","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7921"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7921\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7922,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7921\/revisions\/7922"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7921"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7921"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7921"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}