{"id":7926,"date":"2018-10-13T10:45:31","date_gmt":"2018-10-13T17:45:31","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7926"},"modified":"2018-10-12T14:47:21","modified_gmt":"2018-10-12T21:47:21","slug":"pw-santa-teresa-dari-yesus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7926","title":{"rendered":"Menemukan Tanda Penyertaan Allah"},"content":{"rendered":"<p>PW Santa Teresa dari Yesus<\/p>\n<p>Bacaan I Gal 4: 22-24. 26-27. 31<\/p>\n<p>Bacaan Injil Lukas 11: 29-32<\/p>\n<p>Menemukan Tanda Penyertaan Allah<\/p>\n<p>&#8220;Angkatan ini adalah angkatan yang menuntut suatu tanda\u201d, demikianlah perkataan Yesus terhadap orang banyak, khususnya orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Dengan adanya tanda, mereka akan percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Ibarat kata, iman kepercayaan mereka tergantung dari hal-hal fisik yang bisa dirasakan secara kasat mata; padahal, kehadiran Yesus sudah menjadi tanda terbesar adanya keselamatan dari Allah. Yesus berkarya melalui banyak cara yang semuanya menguntungkan banyak orang: membangkitkan orang mati, menyembuhkan penyakit, mengusir setan atau memberi penghiburan. Yesus bukan lagi tanda, tetapi justru sebagai pemenuhan keselamatan hadirnya Allah. Namun, sayangnya bahwa orang Farisi dan ahli Taurat tidak mampu melihat Yesus secara cermat.<\/p>\n<p>Apa yang dialami oleh orang Farisi dan ahli Taurat barangkali pernah kita alami. Misalnya, ketika kita menemukan masalah kehidupan, lalu berdoa dan menuntut tanda penyertaan Tuhan; dan kita terus memohon adanya tanda itu; padahal, mungkin saja Tuhan sudah menjawab doa kita melalui peristiwa-peristiwa tak terduga yang kita alami. Maka, yang paling pokok ketika kita menuntut dan menantikan suatu tanda adalah adanya kepekaan yang tinggi. Rasa peka seharusnya menjadi kebutuhan kita sebab kepekaan akan mengasah batin, jiwa dan hati kita dalam memahami prakarsa Allah. Kualitas kepekaan sangat bergantung dari kemampuan kita mengalami keheningan.<\/p>\n<p>Ketika saya masih di Seminari Menengah dulu, saya diajari cara berdoa yang mana latihan dasarnya adalah mencoba hening. Latihan keheningan ini berjalan sampai beberapa hari. Setelah itu, saya diminta untuk merasakan, mendengarkan dan mengingat apa-apa saja yang terjadi selama berdoa hening tersebut. Waktu itu saya heran karena banyak suara-suara berfrekuensi rendah yang tidak pernah saya dengar, misalnya suara jangkrik, burung sampai kendaraan di jalan nun jauh di sana. Saya baru paham bahwa semua itu terjadi karena saya memiliki kepekaan dengan keadaan sekitar sebagai akibat dari keheningan batin yang saya wujudkan.<\/p>\n<p>Dalam hidup ini, ada banyak tanda yang Allah berikan sebagai wujud nyata penyertaan-Nya. Pertanyannya, mampukah kita menemukan tanda-tanda itu? Mampukah pula kita menyalakan kepekaan dalam diri masing-masing agar setiap hari kita semakin banyak menemukan tanda penyertaan Allah?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PW Santa Teresa dari Yesus Bacaan I Gal 4: 22-24. 26-27. 31 Bacaan Injil Lukas 11: 29-32 Menemukan Tanda Penyertaan Allah &#8220;Angkatan ini adalah angkatan yang menuntut suatu tanda\u201d, demikianlah perkataan Yesus terhadap orang banyak, khususnya orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Dengan adanya tanda, mereka akan percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Ibarat kata, iman kepercayaan mereka tergantung dari hal-hal fisik yang bisa dirasakan secara kasat mata; padahal, kehadiran Yesus sudah menjadi tanda terbesar adanya keselamatan dari Allah. Yesus berkarya&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7926\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7926","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7926","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7926"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7926\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7928,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7926\/revisions\/7928"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}