{"id":7950,"date":"2018-10-25T21:02:57","date_gmt":"2018-10-26T04:02:57","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7950"},"modified":"2018-10-25T21:02:57","modified_gmt":"2018-10-26T04:02:57","slug":"kita-tahu-menilai-gelagat-langit-dan-bumi-tetapi-mengapa-tidak-dapat-menilai-zaman-ini-orang-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7950","title":{"rendered":"Kita tahu menilai gelagat langit dan bumi, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini (orang lain)?"},"content":{"rendered":"<p>Jumat, 26 Oktober 2018<\/p>\n<p>1. Bacaan I : Efesus 4: 1-6<\/p>\n<p>2. Injil : Lukas 12:54-59<\/p>\n<p>Kita tahu menilai gelagat langit dan bumi, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini (orang lain)?<\/p>\n<p>Kerap kali dalam hidup harian kita amat mudah untuk menilai banyak hal dari segi fisik saja. Kita peka dengan sesuatu yang sudah \u201cbiasanya\u201d, layaknya musim yang berganti dengan tanda-tanda yang mengawali dan mengikutinya. Namun kita kadang kurang peka dengan apa yang menjadi kedalaman hati orang lain. Kita mungkin bisa menilai orang lain secara fisik yang kelihatan, namun tentang batin dan situasi hatinya kita sulit untuk menangkapnya. Kesulitan ini adalah hal yang normal, karena kita saja kadang tidak paham dengan suasana dan situasi diri kita sendiri apalagi dengan situasi diri orang lain. Hal inilah yang seharusnya membuat kita sadar bahwa dalam berelasi dengan orang lain kita tidak bisa menempatkan mereka sesuai dengan apa yang menjadi standard diri kita karena semua orang pasti punya kekhasan yang tidak bisa seluruhnya dipahami oleh orang lain. Kita diajak untuk mau memahami dan akhirnya menghormati orang lain agar kehadiran dan relasi kita dapat menjadi berkat bagi diri kita dan juga bagi orang lain yang berelasi dengan kita. Jangan sampai karena ketidakpahaman kita pada orang lain justru membuat apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan malahan menyakiti hati sesama.<\/p>\n<p>Hari ini selain mengajak kita untuk mau memahami orang lain, Yesus juga mengajak kita untuk mau berdamai dengan sesama kita. Relasi yang kita bangun, yang mungkin saja harus diwarnai dengan konflik juga harus disikapi dengan kesediaan untuk mau berdamai. Berdamai lebih sulit karena perlu kerendahan hati yang besar untuk melakukannya, namuan jika berdamai dapat kita lakukan maka darinya kita akan mendapatkan kelegaan dan kebahagiaan untuk kembali melanjutkan hidup kita.<\/p>\n<p>Semoga hari ini kita mau belajar untuk memahami orang lain, dan berani untuk berdamai jika ternyata dalam relasi bersama dengan sesama ada konflik yang terjadi. Amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 26 Oktober 2018 1. Bacaan I : Efesus 4: 1-6 2. Injil : Lukas 12:54-59 Kita tahu menilai gelagat langit dan bumi, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini (orang lain)? Kerap kali dalam hidup harian kita amat mudah untuk menilai banyak hal dari segi fisik saja. Kita peka dengan sesuatu yang sudah \u201cbiasanya\u201d, layaknya musim yang berganti dengan tanda-tanda yang mengawali dan mengikutinya. Namun kita kadang kurang peka dengan apa yang menjadi kedalaman hati orang lain. Kita mungkin&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7950\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7950","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7950"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7951,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7950\/revisions\/7951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}