{"id":7961,"date":"2018-10-30T10:05:34","date_gmt":"2018-10-30T17:05:34","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7961"},"modified":"2018-10-30T07:06:18","modified_gmt":"2018-10-30T14:06:18","slug":"diet-supaya-bisa-lewat-pintu-yang-sempit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7961","title":{"rendered":"\u2018DIET\u2019 SUPAYA BISA LEWAT PINTU YANG SEMPIT"},"content":{"rendered":"<p class=\"x_MsoNormal\">Rabu, 31 Oktober 2018<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Hari Biasa (H)<\/span><\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Ef. 6:1-9;\u00a0Mzm. 145:10-11,12-13ab,13cd-14;\u00a0Luk. 13:22-30<\/span><\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">\n<p class=\"x_MsoNormal\">\u2018DIET\u2019 SUPAYA BISA LEWAT PINTU YANG SEMPIT<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">\n<p class=\"x_MsoNormal\">Diskusi tentang hidup setelah kematian itu selalu menarik dan tiada habisnya untuk dibicarakan. Saya jadi ingat kisah di kampung halaman menjelang lebaran, orang-orang di desa biasanya membuat \u2018sesaji\u2019 yang terdiri dari makanan atau minuman kesukaan leluhur, entah kakek, nenek, atau buyut. Kepercayaan orang dulu bahwa orang yang sudah meninggal, arwahnya masih berada di sekitar rumah, atau dalam kesempatan tertentu, arwah ini akan pulang untuk sekedar bisa dekat dengan orang-orang yang berada di rumah. Nah, dari situ, lalu muncul pertanyaan: \u2018Lalu di mana keberadaan jiwa setelah seseorang meninggal?\u2019 Ada yang berkata: \u2018Di neraka\u2019. Ada juga yang yakin mengatakan: \u2018Langsung masuk surga\u2019. Meski ada juga yang masih percaya bahwa jiwa setelah kematian masih akan menempuh perjalanan, dan bahkan masih beberapa saat tinggal di dunia. Namun, pertanyaan semacam ini apakah sangat penting buat kita untuk diketahui jawabannya?<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">\n<p class=\"x_MsoNormal\">Yesus berhadapan dengan dua jenis orang: orang yang hanya ingin tahu tentang keselamatan dan orang yang sungguh ingin memperjuangkan keselamatan. Yesus tentu tidak ingin membuang waktu untuk melayani pertanyaan yang hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu, namun akan memberi jawaban bagi pertanyaan yang relevan saja. Ketika orang bertanya: \u2018Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?\u2019, maka bagi Yesus, pertanyaan ini hanya sekedar ingin tahu saja. Bila orang sudah tahu jawabannya, apa gunanya bagi dia? Maka Yesus memberi jawaban demikian: \u2018berjuanglah untuk melalui pintu yang sempit itu!\u2019 \u2018Pintu sempit\u2019 hendak menunjukkan bahwa untuk sebuah keselamatan, orang harus berusaha. Kalau anda masih merasa \u2018gemuk\u2019, maka mari berjuang untuk \u2018diet\u2019 dari keserakahan, ketamakan, kesombongan, kemarahan, ketidaksetiaan, keegoisan, sehingga kita \u2018cukup\u2019 untuk melalui \u2018pintu sempit\u2019 yang mengarahkan pada keselamatan.<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">\n<p class=\"x_MsoNormal\">Selamat pagi, semoga kita dianugerahi kerendahan hati untuk berjuang dan berusaha demi keselamatan. GBU<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 31 Oktober 2018 Hari Biasa (H) Ef. 6:1-9;\u00a0Mzm. 145:10-11,12-13ab,13cd-14;\u00a0Luk. 13:22-30 \u2018DIET\u2019 SUPAYA BISA LEWAT PINTU YANG SEMPIT Diskusi tentang hidup setelah kematian itu selalu menarik dan tiada habisnya untuk dibicarakan. Saya jadi ingat kisah di kampung halaman menjelang lebaran, orang-orang di desa biasanya membuat \u2018sesaji\u2019 yang terdiri dari makanan atau minuman kesukaan leluhur, entah kakek, nenek, atau buyut. Kepercayaan orang dulu bahwa orang yang sudah meninggal, arwahnya masih berada di sekitar rumah, atau dalam kesempatan tertentu, arwah ini akan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7961\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7961","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7961","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7961"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7961\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7962,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7961\/revisions\/7962"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7961"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7961"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7961"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}