{"id":7985,"date":"2018-11-08T20:44:12","date_gmt":"2018-11-09T04:44:12","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=7985"},"modified":"2018-11-08T20:44:12","modified_gmt":"2018-11-09T04:44:12","slug":"menemukan-kehadiran-kristus-dalam-gereja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7985","title":{"rendered":"MENEMUKAN KEHADIRAN KRISTUS DALAM GEREJA"},"content":{"rendered":"<p class=\"x_MsoNormal\">Jumat, 9 November<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran (P)<\/span><\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">[<span lang=\"IN\">Yeh. 47:1-2,8-9,12;\u00a0<\/span>Mzm. 46:2-3,5-6,8-9;\u00a01Kor. 3:9b-11,16-17;\u00a0Yoh. 2:13-22]<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">\n<p class=\"x_MsoNormal\">MENEMUKAN KEHADIRAN KRISTUS DALAM GEREJA<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">\n<p class=\"x_MsoNormal\">Sekarang banyak gereja yang dibangun amat bagus dan megah. Gereja-gereja tersebut dibangun dengan kesadaran bahwa di gereja inilah Kristus hadir dan bersemayam, sekaligus menjadi tempat kehadiranNya yang paling dekat. Namun, juga kadang yang menjadi keprihatinan adalah bahwa tidak sedikit umat yang menganggap gereja ini sebagai sekedar bangunan \u2018biasa\u2019. Orang menjadi mudah ngobrol dengan samping kanan kirinya menjelang perayaan Ekaristi, atau setiap kali mengadakan acara selain perayaan Ekaristi, sikap hormat tidak ditunjukkan. Belum lagi bagi mereka yang suka main hp atau gadget lain di dalam gereja. Kalau gereja itu adalah gereja yang kuno dan bersejarah, maka orang juga mulai sibuk foto sana foto sini, selfie atau wefie, mengabadikan momen kehadiran di gereja tersebut. Hal itu tentu tidak salah, namun yang terpenting adalah kesadaran bahwa gereja adalah \u2018rumah Tuhan\u2019, sehingga pemahaman tentang ini bisa menjadi acuan untuk bersikap di dalam gereja.<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">\n<p class=\"x_MsoNormal\">Yesus menunjukkan rasa geram ketika melihat kenyataan bahwa bait Allah digunakan sebagai tempat berjualan. Maka Yesus menghardik orang-orang tersebut dengan berkata: \u201cAmbil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah BapaKu menjadi tempat berjualan.\u201d Sebenarnya dasarnya sederhana, karena memang bait Allah juga digunakan untuk berdoa dan menghaturkan persembahan, maka tidak layak dan sepantasnya kalau digunakan untuk berjualan. Kurangnya rasa hormat di dalam gereja bisa kita lihat ketika kita semakin sering menggunakannya sebagai latar belakang foto, dan justru bukan karena semakin banyak orang yang datang dan berdoa di dalamnya. Semoga, setiap kali kita datang ke gereja, yang dibayangkan pertama kali adalah bahwa gereja adalah tempat dimana Kristus hadir, bukan sebagai tempat untuk latar belakang berfoto-ria. Kalau di gereja saja, kita tidak menunjukkan hormat pada Kristus yang hadir, bagaimana kita akan menemukannya di luar gereja? Ya, kita mencoba untuk berusaha.<\/p>\n<p class=\"x_MsoNormal\">\n<p class=\"x_MsoNormal\">Selamat pagi, selamat menemukan Kristus dalam doa anda di gereja. GBU.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 9 November Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran (P) [Yeh. 47:1-2,8-9,12;\u00a0Mzm. 46:2-3,5-6,8-9;\u00a01Kor. 3:9b-11,16-17;\u00a0Yoh. 2:13-22] MENEMUKAN KEHADIRAN KRISTUS DALAM GEREJA Sekarang banyak gereja yang dibangun amat bagus dan megah. Gereja-gereja tersebut dibangun dengan kesadaran bahwa di gereja inilah Kristus hadir dan bersemayam, sekaligus menjadi tempat kehadiranNya yang paling dekat. Namun, juga kadang yang menjadi keprihatinan adalah bahwa tidak sedikit umat yang menganggap gereja ini sebagai sekedar bangunan \u2018biasa\u2019. Orang menjadi mudah ngobrol dengan samping kanan kirinya menjelang perayaan Ekaristi, atau setiap&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=7985\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7985","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7985"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7986,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7985\/revisions\/7986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}