{"id":8027,"date":"2018-11-27T06:45:03","date_gmt":"2018-11-27T14:45:03","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8027"},"modified":"2018-11-27T06:45:03","modified_gmt":"2018-11-27T14:45:03","slug":"berfokus-pada-kristus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8027","title":{"rendered":"Berfokus pada Kristus"},"content":{"rendered":"<p>Berfokus pada Kristus<\/p>\n<p>Selasa, 27 November 2018<\/p>\n<p>Luk 21: 5-11<\/p>\n<p>Ketika itu beberapa orang berbicara tentang bait Allah dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu indah, dan berbagai macam barang persembahan. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, \u201cAkan tiba harinya segala yang kalian lihat di situ diruntuhkan, dan tidak ada satu batu pun dibiarkan terletak diatas batu yang lain.\u201d Lalu murid-murid bertanya, \u201cGuru, bilamanakah hal itu akan terjadi?\u201d Jawab Yesus , \u201cwaspadalah, jangan kalian disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKU, dan berkata,\u2019 Akulah Dia\u2019 dan saatnya sudah dekat.\u2019janganlah kalian mengikuti mereka. Dan bila kalian mendengar kabar tentang perang dan pemberontakan, jangan kalian terkejut. Sebab semuannya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudadahannya akan datang segera.\u201d Kemudian Yesus berkata mereka,\u201dBangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi yang dasyat, dan di berbagai tempat aka nada penyakit sampar dan kelaparan. Dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dasyat dari langit.<\/p>\n<p>Kita berada dipenghujung tahun liturgi. Bacaan-bacaan berbicara tentang akhir jaman dan terutama mengajak kita untuk terus berwaspada. Mengapa kita harus berwaspada? Banyak tafsiran akhir jaman yang sangat dangkal sehingga hidup kita sebagai pengikut Kristus pun memandang akhir zaman sebagai suatu situasi yang menakutkan. Karena Yesus berbicara tentang gempa bumi, penyakit, kelaparan, sebagai awal dari tanda-tanda akhir zaman lalu orang begitu cepat mengasosiasikannya dengan kedatangan Tuhan sudah dekat.<\/p>\n<p>Ada satu pertanyaan yang sering mengelitik hati saya, kalau Injil adalah kabar gembira, kenapa orang menafsirkan perkataan Yesus sebagai sesuatu yang menakutkan?<\/p>\n<p>Sesungguhnya Yesus sudah ada ditengah kita, merajai hati kita dan selalu menyerti kita. Kedatangan-Nya kedua harus dipahami sebagai sebuah kerinduan dimana kita boleh berjumpa dari wajah ke wajah secara real terutama ketika kita dipanggil untuk memandang wajahnya dari dekat. Dengan demikian kata Yesus: \u201cwaspadalah, jangan kalian disesatkan\u201d mengajak kita untuk berbenah diri sehingga kita tidak begitu saja diombang-ambingkan oleh berbagai tawaran dunia yang sering kali menyesatkan. Yesus mengajak kita untuk waspada agar hidup kita tidak direbut oleh kebahagiaan sesaat yang ditawarkan iblis. Yesus meminta kita agar kita tetap focus pada keselamatan sejati yang telah dipersembahkan oleh diriNya. Dia mengajak kita untuk terus berkonsentrasi pada kerajaan yang Ia janjikan kepada kita. Kerajaan sukacita kekal, kebahagiaan, damai dan sejaterah.<\/p>\n<p>Mari saudara-saudariku pusatkan hati, pikiran dan jiwa kita kepada kerajan Allah yang telah diwartakan oleh Yesus Sang Juru selamat kita. amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berfokus pada Kristus Selasa, 27 November 2018 Luk 21: 5-11 Ketika itu beberapa orang berbicara tentang bait Allah dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu indah, dan berbagai macam barang persembahan. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, \u201cAkan tiba harinya segala yang kalian lihat di situ diruntuhkan, dan tidak ada satu batu pun dibiarkan terletak diatas batu yang lain.\u201d Lalu murid-murid bertanya, \u201cGuru, bilamanakah hal itu akan terjadi?\u201d Jawab Yesus , \u201cwaspadalah, jangan kalian disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8027\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8027","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8027"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8027\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8028,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8027\/revisions\/8028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}