{"id":8039,"date":"2018-12-02T07:22:24","date_gmt":"2018-12-02T15:22:24","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8039"},"modified":"2018-12-02T19:45:25","modified_gmt":"2018-12-03T03:45:25","slug":"pergi-dan-beritakanlah-injil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8039","title":{"rendered":"Pergi dan Beritakanlah Injil"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pergi dan Beritakanlah Injil <\/strong><br \/>\n<em>Mrk 16:15-20<\/em><br \/>\nSenin, 3 Desember 2018<br \/>\n<em>Pesta St. Fransiskus Xaverius<\/em><\/p>\n<p>&#8220;Selamat tahun baru saudari-saudaraku terkasih!&#8221; Demikian kata-kata yang saya ucapkan mengawali homili saya pada hari Minggu Adven pertama kemarin (3\/12). Adven adalah tanda bahwa kita telah mengakhiri dan mengawali tahun liturgi yang baru, kita telah melewati tahun Liturgi B dan memasuki tahun Liturgi C. Bacaan sepanjang Musim Adven membantu kita mempersiapkan kedatangan Kristus pada hari Natal dengan menempatkan gambaran di hadapan kita mengenai Anak Allah.<\/p>\n<p>Naskah Injil hari ini diambil dari bab terakhir dan ayat-ayat terakhir dalam Injil Markus dan umumnya dikenal sebagai &#8220;Amanat Agung&#8221;. Yesus yang bangkit bertemu dengan murid-murid-Nya dan memberi perintah kepada mereka.  Perintah Yesus kepada mereka ialah mewartakan Injil kepada semua makluk. Mewartakan Injil bukanlah hanya menyampaikan informasi tentang Tuhan, tetapi berbagi sabda kehidupan. Mewartakan Injil berarti membawa suka cita Injil kepada segala bangsa. <\/p>\n<p>Dalam melaksanakan tugas perutusan tersebut para murid diberi kuasa.  Mereka bisa berbicara dalam beragam bahasa, tidak celaka meski minum racun maut dan mampu menyembukan orang sakit. Mereka mampu membuat mukjizat dalam nama Yesus. Namun, pewartaan itupun membutuhkan tanggapan dari mereka yang mendengarnya. \u201cSiapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.\u201d<\/p>\n<p>Kita pun diutus untuk mewartakan kabar gembira kepada segala makluk. Kita menerima kuasa untuk mewartakan kabar gembira itu. Yang terpenting dalam tugas perutusan adalah mengantar orang kepada Yesus agar beroleh keselamatan. Kita bisa memulainya dari tindakan yang sederhana dari keseharian kita masing-masing. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, yang kita dengar hari ini, mengatakan bahwa mewartakan Injil adalah keharusan sebagai pengikut Kristus, &#8220;Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.&#8221; (1Kor 9:16).<\/p>\n<p>Hari ini, kita bersama Gereja Universal merayakan pesta Santo Fransiskus Xaverius. St. Fransiskus telah memberi teladan kepada kita dalam melaksanakan tugas perutusan mewartakan Kabar Gembira. Dalam buku Sejarah Indonesia Modern 1200-2008 yang ditulis oleh Marle Ricklefs dikatakan bahwa sepanjang tahun 1546-1547, Fransiskus Xaverius bekerja di tengah-tengah orang Ambon, Ternate, dan Morotai (Moro) serta meletakkan dasar-dasar bagi suatu misi yang tetap di sana. Daerah-daerah yang didatangi Xaverius adalah daerah-daerah yang dalam kuasa atau setidaknya daerah perdagangan rempah-rempah Portugis. Kepastian tentang penyertaan dan kehadiran Yesus dalam karya murid-murid-Nya merupakan jaminan yang memotivasi Xaverius untuk bertekun, &#8220;Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.&#8221; (Mrk 16:20B).<\/p>\n<p>Saudari-saudaraku, di awal tahun baru liturgi ini kita pun dipanggil untuk ikut serta mewartakan dan memberi kesaksian tentang Dia. Semoga jaminan penyertaan dan kehadiran Yesus, sama seperti yang dialami para murid dan St. Fransiskus, menjadi alasan kita untuk bertekun karena Yesus adalah sama kemarin, hari ini dan selamanya. Amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pergi dan Beritakanlah Injil Mrk 16:15-20 Senin, 3 Desember 2018 Pesta St. Fransiskus Xaverius &#8220;Selamat tahun baru saudari-saudaraku terkasih!&#8221; Demikian kata-kata yang saya ucapkan mengawali homili saya pada hari Minggu Adven pertama kemarin (3\/12). Adven adalah tanda bahwa kita telah mengakhiri dan mengawali tahun liturgi yang baru, kita telah melewati tahun Liturgi B dan memasuki tahun Liturgi C. Bacaan sepanjang Musim Adven membantu kita mempersiapkan kedatangan Kristus pada hari Natal dengan menempatkan gambaran di hadapan kita mengenai Anak Allah. Naskah&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8039\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8039","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8039","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8039"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8039\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8041,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8039\/revisions\/8041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}