{"id":8252,"date":"2019-02-04T12:18:27","date_gmt":"2019-02-04T20:18:27","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8252"},"modified":"2019-02-04T12:18:27","modified_gmt":"2019-02-04T20:18:27","slug":"tetap-dekat-dengan-yesus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8252","title":{"rendered":"Tetap Dekat dengan Yesus"},"content":{"rendered":"<p>Selasa, 5 Februari 2019<\/p>\n<p>PW Santa Agata<\/p>\n<p>Bacaan I Ibr 12: 1-4<\/p>\n<p>Bacaan Injil Markus 5: 21-43<\/p>\n<p>Tetap Dekat dengan Yesus<\/p>\n<p>Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk menanggalkan semua beban dan dosa. Mata fisik dan batin kita harus senantiasa tertuju pada Yesus sebagai pemimpin dalam iman menuju kesempurnaan. Intinya, di segala macam kondisi-situasi, kita harus tetap fokus kepada-Nya. Usaha untuk tetap fokus bisa dilihat dari intensitas kita mengingat Yesus. Artinya, selama satu hari berapa kali saja kita ingat akan Yesus? Mungkin, ada yang ingat Yesus hanya saat mengalami kesedihan, jatuh dan kecewa; atau ada yang bisa mengingat Yesus dalam suasana kegembiraan, sukacita dan penuh berkat. Dengan mengingat, maka secara rohani kita siap untuk menyediakan diri dibina oleh kuat kuasa-Nya. Usaha mengingat Yesus dalam segala macam aktivitas membawa kita pada suatu kedekataan riil dan intim dengan-Nya. Bahwa Yesus tidak hanya hadir dalam liturgi saja, doa pribadi saja atau kegiatan rohani lainnya. Namun, Yesus itu menemani kita secara intensif.<\/p>\n<p>Yairus dan perempuan dalam Injil hari ini memberi keteladanan tentang sikap mencari Yesus dan menemukan-Nya. Itu karena dulu Yesus sedang berkeliling mewartakan Kerajaan Allah di berbagai tempat. Situasinya berbeda sekali dengan aktualia hidup kita sekarang yang mana Yesus senantiasa hadir dan menemani kita setiap saat. Persoalannya hanya apakah saya sadar secara sungguh-sungguh atau tidak? Dengan iman yang kita miliki, percayalah bahwa kita akan lebih mudah menemukan Yesus, lalu kita yakin masih tetap dekat dengan-Nya. Iman merupakan sarana kita untuk bisa menghadirkan Yesus secara sadar.<\/p>\n<p>Memang, terkadang jika kita dirundung masalah, mudah bagi kita untuk mempertanyakan dimana Allah? Dimana kuasa ilahi? Kita bertanya tanpa menyadari betapa Allah sedang berkarya dengan cara-Nya yang identik. Saya pribadi juga kadang-kadang menyalahkan Tuhan jika menemukan kesulitan hidup yang pelik. Namun, iman membuat saya bisa sadar bahwa Allah hadir dalam diri saya. Allah masih berprakarsa untuk saya. Kunci tetap fokus pada iman yang menyempurnakan adalah sikap tenang. Dengan tenang, terasa mudah bagi saya untuk menyadari segala sesuatu secara jernih dan luas. Maka, sudahkah kita mewujudkan ketenangan agar semakin sadar bahwa Yesus sudah hadir setiap saat dalam perjalanan kita masing-masing?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 5 Februari 2019 PW Santa Agata Bacaan I Ibr 12: 1-4 Bacaan Injil Markus 5: 21-43 Tetap Dekat dengan Yesus Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk menanggalkan semua beban dan dosa. Mata fisik dan batin kita harus senantiasa tertuju pada Yesus sebagai pemimpin dalam iman menuju kesempurnaan. Intinya, di segala macam kondisi-situasi, kita harus tetap fokus kepada-Nya. Usaha untuk tetap fokus bisa dilihat dari intensitas kita mengingat Yesus. Artinya, selama satu hari berapa kali saja kita ingat akan Yesus?&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8252\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8252","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8252","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8252"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8252\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8253,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8252\/revisions\/8253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}