{"id":8258,"date":"2019-02-07T11:01:58","date_gmt":"2019-02-07T19:01:58","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8258"},"modified":"2019-02-05T10:02:37","modified_gmt":"2019-02-05T18:02:37","slug":"dipanggil-menjadi-pejuang-kebenaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8258","title":{"rendered":"Dipanggil menjadi Pejuang Kebenaran"},"content":{"rendered":"<p>Jumat, 8 Februari 2019<\/p>\n<p>Hari Biasa IV<\/p>\n<p>Bacaan I Ibr 13: 1-8<\/p>\n<p>Bacaan Injil Markus 6: 14-29<\/p>\n<p>Dipanggil menjadi Pejuang Kebenaran<\/p>\n<p>Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi yang berani mewartakan kebenaran pada zamannya. Kendati banyak yang menghadang, tetapi Yohanes Pembaptis tetap berpihak pada kebenaran yang memuat keadilan, pertobatan dan akhirnya keselamatan kekal. Memang, akibat yang diterima Yohanes Pembaptis adalah kematian secara keji. Yohanes Pembaptis telah tiada, tetapi semangat menyuarakan kebenaran masih bergaung di sanubari murid-muridnya sehingga perjuangan Yohanes Pembaptis dilanjutkan para murid demi tegaknya kebenaran.<\/p>\n<p>Pada zaman ini, suara-suara kebenaran masih dibutuhkan. Melawan berita palsu, provokatif dan radikal, kita mesti menggunakan tolok ukur kebenaran sebagai senjatanya. Kita inilah yang harus menyuarakan kebenaran sebab menyuarakan kebenaran adalah sebuah kesaksian kita sebagai murid Kristus. Maka, jika kita acuh, diam dan tidak mau terlibat dalam tindakan membela kebenaran, itu sama saja dengan menyetujui adanya ketidakberesan dalam tata kehidupan. Salah satu kebenaran terwujud dalam ajaran cinta kasih yang mana digambarkan secara jelas dalam bacaan pertama: memberi tumpangan, menghormati, hidup sederhana hingga setia pada Tuhan. Jika kita bisa mewujudkan suasana demikian dalam lingkungan yang kecil, misalnya dalam keluarga masing-masing, maka itu mampu merangsang orang lain untuk meneladani cara hidup kita. Kita menjadi orang yang alergi dengan kekerasan, kejahatan dan peperangan sebab yang kita perjuangkan adalah suasana saling menguntungkan dan damai.<\/p>\n<p>Kebenaran selalu bermuara pada kesejahteraan bersama. Artinya, ada perjuangan untuk melakukan suatu kebaikan demi banyak orang, tanpa membuat rugi satu pihakpun. Hanya kebenaran-lah yang akan menciptakan keindahan. Kendati kehidupan kita beragam, tetapi tetap bisa diarahkan menuju pada keindahan, asalkan kita masih mampu berjuang dengan gigih. Maka, mari dengan sungguh-sungguh kita melihat dunia sekitar dan sekeliling, di bagian manakah kita perlu \u201cmasuk\u201d untuk memperjuangkan kebenaran sehingga tercipta kesejahteraan bersama? Percayalah bahwa segala usaha memperjuangkan kebenaran itu adalah salah satu bentuk pengungkapan iman kita akan adanya penyertaan Tuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 8 Februari 2019 Hari Biasa IV Bacaan I Ibr 13: 1-8 Bacaan Injil Markus 6: 14-29 Dipanggil menjadi Pejuang Kebenaran Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi yang berani mewartakan kebenaran pada zamannya. Kendati banyak yang menghadang, tetapi Yohanes Pembaptis tetap berpihak pada kebenaran yang memuat keadilan, pertobatan dan akhirnya keselamatan kekal. Memang, akibat yang diterima Yohanes Pembaptis adalah kematian secara keji. Yohanes Pembaptis telah tiada, tetapi semangat menyuarakan kebenaran masih bergaung di sanubari murid-muridnya sehingga perjuangan Yohanes Pembaptis dilanjutkan para&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8258\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8258","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8258","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8258"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8258\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8259,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8258\/revisions\/8259"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8258"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8258"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8258"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}