{"id":8274,"date":"2019-02-18T12:51:12","date_gmt":"2019-02-18T20:51:12","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8274"},"modified":"2019-02-18T12:51:12","modified_gmt":"2019-02-18T20:51:12","slug":"ragi-orang-farisi-kedegilan-dan-ketidakpercayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8274","title":{"rendered":"RAGI ORANG FARISI: KEDEGILAN DAN KETIDAKPERCAYAAN!"},"content":{"rendered":"<div dir=\"auto\">\n<div dir=\"auto\">Selasa, 19 Februari 2019<\/div>\n<div dir=\"auto\">Kej. 6:5-8,7:1-5,10; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Mrk. 8:14-21<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">RAGI ORANG FARISI: KEDEGILAN DAN KETIDAKPERCAYAAN!<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Tiga hari ini, kami mendapatkan kesempatan untuk wawancara dengan Bapa Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, dan sebelum bertemu beliau, kami membuat semacam refleksi yang akan diserahkan sebelum wawancara. Jadwal saya adalah kemarin siang, dan karena semenjak pagi agak gugup, maka refleksi yang rencana akan saya bawa, ternyata ketinggalan di kamar, dan ya sudah, saya wawancara mengandalkan sebuah catatan dan alat tulis. Rasa gugup yang berlebihan kadang membuat sesuatu yang sudah disiapkan secara baik dan matang, menjadi \u2018blank\u2019, lupa, dan tertinggal. Namun, yang menjadi poin penting adalah: terlalu memikirkan hal-hal yang fisik, jasmani terkadang beresiko mengorbankan sesuatu yang bermakna: persiapan batin, keheningan jiwa, dan penataan hati. Baik kalau persiapan fisik dan batin itu diperlakukan dengan sama baiknya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Yesus hari ini, mengingatkan para murid, dalam sebuah perjalanan, agar waspada terhadap pengaruh \u2018ragi\u2019 orang Farisi. Namun tampaknya para murid lamban hatinya, dalam menangkap maksud perkataan Yesus. Para murid tidak mudah mengerti dengan yang dimaksud Yesus. Mereka itu masih terlalu memikirkan hal-hal yang fisik, jasmani, yang dalam bacaan diungkapkan dengan perbekalan roti yang tidak mereka bawa. Dalam hidup sehari-hari, kita kadang menjadi orang yang terlalu sibuk dengan urusan yang fisik, jasmani, namun lupa pada hal yang penting yaitu kesediaan diri untuk menata hati dan jiwa demi mendengar suara-suara kehendak Allah.\u00a0 Orang yang terbuka pada suara kehendak Allah adalah orang yang selalu siap dan waspada untuk melawan godaan \u2018ragi\u2019 orang Farisi, yaitu kedegilan dan ketidakpercayaan. Semoga hari-hari kita diisi dengan pemenuhan makna sekaligus bagi fisik dan jiwa.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Selamat pagi, selamat mempersiapkan berbagai perbekalan-perbekalan rohani.<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 19 Februari 2019 Kej. 6:5-8,7:1-5,10; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Mrk. 8:14-21 RAGI ORANG FARISI: KEDEGILAN DAN KETIDAKPERCAYAAN! Tiga hari ini, kami mendapatkan kesempatan untuk wawancara dengan Bapa Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, dan sebelum bertemu beliau, kami membuat semacam refleksi yang akan diserahkan sebelum wawancara. Jadwal saya adalah kemarin siang, dan karena semenjak pagi agak gugup, maka refleksi yang rencana akan saya bawa, ternyata ketinggalan di kamar, dan ya sudah, saya wawancara mengandalkan sebuah catatan dan alat tulis. Rasa&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8274\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8274","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8274"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8274\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8275,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8274\/revisions\/8275"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}