{"id":8284,"date":"2019-02-20T11:41:38","date_gmt":"2019-02-20T19:41:38","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8284"},"modified":"2019-02-20T09:43:25","modified_gmt":"2019-02-20T17:43:25","slug":"berani-menerima-sisi-sisi-gelap-menjadi-murid-kristus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8284","title":{"rendered":"BERANI MENERIMA SISI-SISI GELAP MENJADI MURID KRISTUS"},"content":{"rendered":"<p>Kamis, 21 Februari 2019<br \/>\nHari Biasa, Pekan Biasa VI<br \/>\nMzm. 102:16-18,19-21,29,22-23; Mrk. 8:27-33<\/p>\n<p>BERANI MENERIMA SISI-SISI GELAP MENJADI MURID KRISTUS<\/p>\n<p>Dalam tahap akhir pendidikan, biasanya ada yang dinamakan ujian akhir, yang memiliki tujuan untuk mengukur kemampuan dan pengetahuan seorang murid terhadap mata pelajaran yang diujikan. Terkadang konsep tentang ujian akhir ini menjadi tidak adil, ketika yang menjadi patokan adalah nilai atau perhitungan angka-angka, sehingga seorang murid tidak mencapai standar tertentu, akan dinyatakan: \u2018tidak lulus\u2019. Padahal untuk bisa menilai kemampuan seorang siswa, banyak aspek turut diperhatikan dan menjadi pertimbangan, sehingga penilaian menjadi lebih menyeluruh dan holistik.<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus tampaknya juga sedang mengadakan \u2018ujian akhir\u2019 bagi para muridNya, dalam sekolah \u2018pendidikan iman\u2019. Namun, pertanyaan yang muncul sungguh tak terduga, karena Yesus justru bertanya: \u201cKata orang, siapakah Aku ini?\u201d Yesus, tampaknya ingin mengetahui seberapa jauh para murid telah mengenal Dia. Namun, jawaban para murid menunjukkan bahwa mereka juga belum paham siapa Yesus, sampai Yesus mesti menjelaskan bahwa Dia adalah Mesias yang harus menderita dan mati, karena para murid masih berpikir bahwa Mesias yang dimaksud adalah Mesias yang dibanjiri pujian dan kekaguman dari orang banyak.<\/p>\n<p>Dari sini, kita diajak untuk mengenal sosok Mesias selangkah lebih jauh, karena mengenalnya dalam keadaan mulia saja tidak cukup. Dengan mengenal Mesias sebagai sosok yang ditolak, menderita dan bahkan dibunuh, maka kita juga bisa yakin dan percaya bahwa untuk menjadi pengikutNya pun, kita harus rela dan berani menderita, serta memanggul salib. Mengikuti Yesus yang adalah Mesias, bukan saja menerima bagian-bagian yang penuh kemuliaan, namun juga berani menerima sisi-sisi gelap berupa penderitaan, penolakan dan kegagalan.<\/p>\n<p>Selamat pagi, selamat memanggul salib bersama Kristus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 21 Februari 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa VI Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23; Mrk. 8:27-33 BERANI MENERIMA SISI-SISI GELAP MENJADI MURID KRISTUS Dalam tahap akhir pendidikan, biasanya ada yang dinamakan ujian akhir, yang memiliki tujuan untuk mengukur kemampuan dan pengetahuan seorang murid terhadap mata pelajaran yang diujikan. Terkadang konsep tentang ujian akhir ini menjadi tidak adil, ketika yang menjadi patokan adalah nilai atau perhitungan angka-angka, sehingga seorang murid tidak mencapai standar tertentu, akan dinyatakan: \u2018tidak lulus\u2019. Padahal untuk bisa menilai kemampuan seorang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8284\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8284","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8284"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8284\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8285,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8284\/revisions\/8285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}