{"id":8290,"date":"2019-02-21T13:18:13","date_gmt":"2019-02-21T21:18:13","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8290"},"modified":"2019-02-21T13:18:13","modified_gmt":"2019-02-21T21:18:13","slug":"memimpin-dengan-melayani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8290","title":{"rendered":"MEMIMPIN DENGAN MELAYANI"},"content":{"rendered":"<p>Jumat, 22 Februari 2019<br \/>\nPesta Takhta St. Petrus<br \/>\n1Ptr. 5:1-4; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mat. 16:13-19<\/p>\n<p>MEMIMPIN DENGAN MELAYANI<\/p>\n<p>Salah satu pembicaraan di seminari, yang semua anggotanya adalah laki-laki adalah sepakbola, yang biasanya diwujudkan dengan menunjuk klub-klub sepakbola kesayangan. Acara makan pagi biasanya menjadi meriah, kalau malam sebelumnya ada pertandingan yang mempertemukan klub-klub kesayangan. Apes, misalnya kalau klub kesayangannya kalah, dan biasanya dia takkan berani muncul makan pagi, karena kalau berani menampakkan \u2018batang-hidung\u2019-nya, maka siap-siap akan diejek habis-habisan. Ya, cara menambah keakraban memang, meski entah sadar atau tidak sadar, semua orang menganggap bahwa klub sepakbola kesayangannya adalah yang paling baik, paling unggul, paling nomer satu, paling jempolan. Saya membayangkan, itu hanya sebagai penonton dan pendukung, coba kalau ikut bermain dan berkompetisi, tentu suasana akan \u2018panas\u2019 dan tak terkendali. Memang, banyak orang ingin menjadi nomer satu, menjadi juara, menjadi pemimpin, menduduki tahta kekasaan tertinggi. Maka, demi menjadi yang terbaik, kadang banyak orang akan menghalalkan segala cara, bahkan dengan cara-cara yang tidak manusiawi dan merugikan orang lain.<\/p>\n<p>Namun, Yesus memberi pandangan berbeda tentang makna seorang pemimpin. Bagi Yesus pemimpin adalah orang yang menjadi besar, dengan menjadi kecil. Orang yang mau menjadi terkemuka dengan cara melayani sesamanya. Hari ini Gereja merayakan Pesta Tahta Santo Petrus. Gereja merayakan masa kepemimpinan Rasul Petrus. Apa perbedaan tahta Petrus dan tahta yang diperebutkan orang zaman ini? Perbedaannya, Petrus memperoleh tahta kepemimpinan sebagai anugerah pemberian Tuhan, sedangkan tahta sekarang diperebutkan dengan mengunggulkan kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Tuhan memberikan anugerah ini karena pengakuan iman Petrus kepada Yesus bahwa Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Kelemahan dan kekurangan dalam diri Petrus tidak mengalangi dia untuk semakin kuat dalam iman dan justru keterbukaan pada kehendak Allah telah menyingkapkan rahmat Allah kepadanya. Menjadi pemimpin bukan berarti menguasa yang dipimpin, namun justru melayani sesama yang dipimpin. Menjadi pemimpin tentu harus mampu memimpin diri sendiri dahulu, sehingga setiap orang punya bekal untuk memimpin orang lain.<\/p>\n<p>Semoga, kita pun bisa menjadi orang nomer satu di hadapan Yesus, seperti Rasul Petrus, yang karena kerelaan hati, kerendahan hati, pemberian diri dan pengabdiannya menjadi inspirasi dalam menghayati iman dan melayani sesama. Selamat pagi, selamat melayani sesama hari ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 22 Februari 2019 Pesta Takhta St. Petrus 1Ptr. 5:1-4; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mat. 16:13-19 MEMIMPIN DENGAN MELAYANI Salah satu pembicaraan di seminari, yang semua anggotanya adalah laki-laki adalah sepakbola, yang biasanya diwujudkan dengan menunjuk klub-klub sepakbola kesayangan. Acara makan pagi biasanya menjadi meriah, kalau malam sebelumnya ada pertandingan yang mempertemukan klub-klub kesayangan. Apes, misalnya kalau klub kesayangannya kalah, dan biasanya dia takkan berani muncul makan pagi, karena kalau berani menampakkan \u2018batang-hidung\u2019-nya, maka siap-siap akan diejek habis-habisan. Ya, cara menambah keakraban&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8290\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8290","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8290"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8290\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8291,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8290\/revisions\/8291"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}