{"id":8292,"date":"2019-02-22T11:08:56","date_gmt":"2019-02-22T19:08:56","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8292"},"modified":"2019-02-22T09:09:56","modified_gmt":"2019-02-22T17:09:56","slug":"keluar-dari-zona-nyaman-masuk-zona-resiko","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8292","title":{"rendered":"KELUAR DARI ZONA NYAMAN, MASUK ZONA RESIKO"},"content":{"rendered":"<p>Sabtu, 23 Februari 2019<br \/>\nPW. St. Polikarpus<br \/>\nIbr. 11:1-7; Mzm. 145:2-3,4-5,10-11; Mrk. 9:2-13<\/p>\n<p>KELUAR DARI ZONA NYAMAN, MASUK ZONA RESIKO<\/p>\n<p>Sebulan sekali, seminari mengadakan rekoleksi dengan tema-tema tertentu. Sesuai dengan namanya: re+koleksi, \u2018mengumpulkan kembali\u2019 pengalaman-pengalaman yang sudah terlewati, dan membuat simpul-simpul pemaknaan. Suasana yang khas dalam rekoleksi adalah silentium atau keheningan, karena dalam keheningan-lah, suara Allah bisa menjadi semakin kuat. Keheningan membantu orang untuk masuk dalam suasana doa. Keheningan membuat segala sesuatu yang ruwet, menjadi jelas dan jernih. Meski begitu, sukacita, pemaknaan, nilai-nilai perjumpaan dengan Allah yang didapatkan selama rekoleksi, tidak mungkin disimpan sendiri. Akhirnya orang mesti membawanya juga dalam kehidupan yang nyata, dan situasi yang konkret. Jangan sampai, kita hanya merasa damai dan tenang, namun tidak berani menghadapi kenyataan-kenyataan dunia.<\/p>\n<p>Yesus dalam bacaan Injil hari ini, mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes ke gunung tinggi. Dan di depan ketiga muridNya, Yesus berubah rupa dan menampakkan kemuliaanNya. Saking bahagia dan sukacitanya, Petrus sampai berkata kepada Yesus, hendak mendirikan kemah untuk Yesus, Musa dan Elia. Namun Yesus justru mengatakan bahwa para murid ini tidak paham dengan apa yang baru saja dikatakan Petrus. Bagi para murid, barangkali mengikuti Yesus akan selalu berada dalam kemuliaan, kebahagiaan dan sukacita. Yesus justru hendak menunjukkan kenyataan sesungguhnya bahwa, mereka harus berani \u2018turun gunung\u2019, berani menghadapi kenyataan dunia, dan keluar dari zona nyaman. Jangan cepat puas, kalau kita merasa sangat dekat dengan Tuhan, namun tidak berani menghadapi kenyataan dan permasalahan sehari-hari. Kita dibekali sukacita dan kebahagiaan karena perjumpaan personal dengan Tuhan, dan itulah yang menjadi senjata kita memasuki zona-zona resiko kehidupan kita.<\/p>\n<p>Selamat pagi, selamat menjalani hidup baru dengan sukacita dan kebahagiaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabtu, 23 Februari 2019 PW. St. Polikarpus Ibr. 11:1-7; Mzm. 145:2-3,4-5,10-11; Mrk. 9:2-13 KELUAR DARI ZONA NYAMAN, MASUK ZONA RESIKO Sebulan sekali, seminari mengadakan rekoleksi dengan tema-tema tertentu. Sesuai dengan namanya: re+koleksi, \u2018mengumpulkan kembali\u2019 pengalaman-pengalaman yang sudah terlewati, dan membuat simpul-simpul pemaknaan. Suasana yang khas dalam rekoleksi adalah silentium atau keheningan, karena dalam keheningan-lah, suara Allah bisa menjadi semakin kuat. Keheningan membantu orang untuk masuk dalam suasana doa. Keheningan membuat segala sesuatu yang ruwet, menjadi jelas dan jernih. Meski begitu,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8292\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8292","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8292"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8292\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8293,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8292\/revisions\/8293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}