{"id":8313,"date":"2019-03-04T15:53:44","date_gmt":"2019-03-04T23:53:44","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8313"},"modified":"2019-03-04T15:53:44","modified_gmt":"2019-03-04T23:53:44","slug":"kompensasi-sebagai-murid-kristus-mrk-1028-31","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8313","title":{"rendered":"Kompensasi sebagai Murid Kristus (Mrk 10:28-31)"},"content":{"rendered":"<p>Selasa, 5 Maret 2019<\/p>\n<p>Kompensasi sebagai Murid Kristus (Mrk 10:28-31)<\/p>\n<p>Kata kompensasi mempunyai arti bayaran, ganti rugi, upah, suatu keuntungan. Istilah kompensasi dalam kehidupan sehari-hari diartikan sebagai suatu hak yang pantas kita terima dan tuntut karena kita telah melakukan suatu jasa. Kompensasi menjadi suatu logika keadilan, kita memperoleh hak atas kewajiban yang sudah kita lakukan. Saudara-saudari yang terkasih, Injil hari ini menghadirkan kepada kita suatu nilai yang seolah sulit dimengerti dengan penalaran manusia. Bagaimana memahami \u201cdengan meninggakan segala sesuatu dan pada akhirnya kita menerima kembali\u201d? Seperti Yesus katakan : \u201cbarangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa,\u2026ia akan menerima kembali seratus kali lipat\u201d Hal itu hendak mengatakan bahwa kita akan kehilangan sesuatu yang kita cintai, kita akan mendapatkan apa yang kita telah berikan. Artinya ketika kita menyerahkan hidup kita kepada Kristus, kita mendapatkan harta yang tak ternilai harganya dan warisan hidup kekal untuk selama-lamanya. Apapun yang kita serahkan dan persembahkan kepada Allah, senantiasa berkenan di hadapan Allah. Kemurahan hati mengalir dari kerelaan hati dan hati penuh syukur atas anugerah Allah. Kalau demikian bagi Allah, pemberian diri bukan pertama-tama dituntut mengenai jumlah: banyak atau sedikit (kuantitas) melainkan dituntut suatu sikap totalitas dalam pemberian diri, memberi diri dengan keseluruhan diri kita (kualitas). Oleh karena itu tidak ada alasan untuk tidak mempersembahkan diri karena alasan ketidakpantasan dan kekurangan yang kita miliki. Allah menghendaki kita mempunyai hati yang berserah dan murah hati kepada Allah dan sesama. Kemurahan hati mengalir dari hati yang memberi bukan karena suatu kewajiban melainkan karena rasa syukur. Dalam pemberian diri yang tulus, Yesus mengundang kita untuk menemukan kegembiraan dan sukacita. Ia menghendaki untuk memberikan kedamaian dan sukacita dalam terang Roh Kudus. \u201cSebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus\u201d (Rm 14:17).<\/p>\n<p>\u201cTuhan Yesus, kami hendak mengikuti Engkau sebagai muridMu dan mencintaiMu dengan sepenuh hati dan segala yang kami miliki. Penuhilah hati kami dengan iman, harapan, dan cinta kasih\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 5 Maret 2019 Kompensasi sebagai Murid Kristus (Mrk 10:28-31) Kata kompensasi mempunyai arti bayaran, ganti rugi, upah, suatu keuntungan. Istilah kompensasi dalam kehidupan sehari-hari diartikan sebagai suatu hak yang pantas kita terima dan tuntut karena kita telah melakukan suatu jasa. Kompensasi menjadi suatu logika keadilan, kita memperoleh hak atas kewajiban yang sudah kita lakukan. Saudara-saudari yang terkasih, Injil hari ini menghadirkan kepada kita suatu nilai yang seolah sulit dimengerti dengan penalaran manusia. Bagaimana memahami \u201cdengan meninggakan segala sesuatu dan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8313\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8313","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8313","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8313"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8313\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8314,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8313\/revisions\/8314"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}