{"id":8466,"date":"2019-05-03T10:18:34","date_gmt":"2019-05-03T17:18:34","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8466"},"modified":"2019-05-01T08:19:32","modified_gmt":"2019-05-01T15:19:32","slug":"sabtu-pekan-paskah-ii-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8466","title":{"rendered":"Sabtu Pekan Paskah II 2019"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Kisah Para Rasul 6:1-7; Yohanes 6:16-21<\/p>\n\n\n\n<p>Suasana gelap, suasana sepi dan malam hari, bagi beberapa orang menjadi pengalaman yang menakutkan. Demikian juga yang terjadi pada para murid Yesus. Mereka merasa takut ketika mendayung perahu di danau dalam kegelapan malam hari, dalam angin yang kencang dan dalam perahu yang terombang-ambing serta melihat seseorang berjalan di atas air. Ketakutan itu membuat mereka tidak dapat melihat dengan jelas sehingga menyangka telah melihat hantu. Padahal seseorang yang berjalan di atas air itu adalah Yesus sendiri, guru mereka. Setelah Yesus bersabda \u201cAkulah ini, jangan takut!!\u201d barulah mereka tahu bahwa itu adalah Yesus. Sabda Yesus ini adalah sebuah pewahyuan diri Yesus bahwa Beliau adalah tokoh Ilahi yang berkuasa atas alam semesta.<\/p>\n\n\n\n<p>Peristiwa Yesus berjalan di atas air dan sabda Ilahi-Nya ini sangat diingat oleh para murid sampai pada masa-masa berikutnya. Oleh karena itu, saat Gereja harus menderita dan menghadapi banyak tantangan dalam perjuangan mewartakan Injil, para murid percaya bahwa Yesus ada bersama mereka. Mereka percaya bahwa Yesus yang mereka wartakan adalah Yesus yang bangkit mulia, penguasa alam semesta dan manusia. Maka sabda Yesus, \u201cAkulah ini, jangan takut!!\u201d menjadi kekuatan dan penghiburan para murid yang sedang berjuang mewartakan Injil.<\/p>\n\n\n\n<p>Kiranya situasi kita saat ini juga tidak jauh berbeda dengan yang dialami oleh para murid. Di tengah lautan kehidupan ini, kerap kali gelora permasalahan dan angin ribut kesulitan menerpa hidup kita. Adalah hal yang wajar jika itu semua membuat kita takut. Namun demikian, percayalah sebab Yesus yang kita imani senantiasa hadir dan menyertai kita, seperti halnya saat Ia hadir kepada para rasul yang sedang ketakutan diombang-ambingkan badai. Percayalah, Yesus tidak akan meninggalkan kita, dalam menghadapi situasi sulit hidup ini. Maka marilah kita menaruh iman dan pengharapan kita hanya pada Yesus saja, sehingga dengan<\/p>\n\n\n\n<p>kekuatan dan penghiburan Yesus, kita tidak perlu takut dan cemas lagi menghadapi situasi gelap hidup kita. Tuhan memberkati<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kisah Para Rasul 6:1-7; Yohanes 6:16-21 Suasana gelap, suasana sepi dan malam hari, bagi beberapa orang menjadi pengalaman yang menakutkan. Demikian juga yang terjadi pada para murid Yesus. Mereka merasa takut ketika mendayung perahu di danau dalam kegelapan malam hari, dalam angin yang kencang dan dalam perahu yang terombang-ambing serta melihat seseorang berjalan di atas air. Ketakutan itu membuat mereka tidak dapat melihat dengan jelas sehingga menyangka telah melihat hantu. Padahal seseorang yang berjalan di atas air itu adalah Yesus&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8466\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8466","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8466","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8466"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8466\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8467,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8466\/revisions\/8467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}