{"id":8505,"date":"2019-05-14T15:22:35","date_gmt":"2019-05-14T22:22:35","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8505"},"modified":"2019-05-15T19:05:01","modified_gmt":"2019-05-16T02:05:01","slug":"8505","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8505","title":{"rendered":"Untuk Menyelamatkan"},"content":{"rendered":"\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rabu, 15 Mei 2019<\/strong><\/h4>\n\n\n<h5>Kisah Para Rasul 12:24 &#8211; 3:5<\/h5>\n<h5>Mazmur 67<\/h5>\n<h5>Yohanes 12:44-50<\/h5>\n<p>&#8220;Aku tidak datang untuk menghakimi dunia,&#8221; kata Yesus. Mungkin kita merasa lega mendengarnya. Tapi ada juga perasaan bingung. Kalau dia tidak menghakimi, bagaimana nasib orang-orang jahat? Apakah mereka dibiarkan saja masuk surga walaupun sudah melukai orang lain, baik melalui perasaan atau secara fisik? Lalu apa gunanya saya berbuat kebajikan atau menderita sengsara? Atau saya sering menahan diri untuk membalas orang lain karena saya pikir, &#8220;Tuhan nanti yang membalas dia dengan hukuman setimpal.&#8221; Tapi Yesus tidak akan menghakimi dia? Apakah ini namanya keadilan?<\/p>\n<p>Seperti yang dikatakan Yesus, misi utamanya di dunia adalah untuk menyelamatkannya, bukan menghakiminya. Tapi sering kali kita para pengikutnya berpikir terbalik. Lebih mudah bagi kita untuk mengutuk dunia, untuk menghakimi siapa yang berdosa dan siapa yang suci, siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang harus masuk neraka dan siapa yang masuk surga. Kita merasa puas kalau yang jahat menerima hukuman dan yang baik mendapat berkat. Karena itulah hukum karma menjadi sangat populer. Tapi hukum karma bukanlah ajaran Kristus, melainkan kepercayaan dari agama Hindu dan Budha.&nbsp;<\/p>\n<p>Misi kita di dunia adalah meneruskan misi Yesus di dunia, untuk menyelamatkannya. Pertama adalah menyelamatkan umat manusia: &#8220;menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, memberitakan pembebasan kepada yang ditawan, membuat orang buta melihat, membebaskan orang yang tertindas, dan memberitakan bahwa rahmat tahun Tuhan telah datang&#8221; (Lukas 4:18-19). Dan jangan lupa, dunia ini tidak hanya dihuni manusia. Segala alam dan ciptaan Tuhan pun perlu kita jaga dan selamatkan dari pengrusakan dan eksploitasi. Paus Fransiskus, dalam ensiklik&nbsp;<em>Laudato Si&#8217;<\/em> mengigatkan kita untuk merawat bumi sebagai rumah kita bersama. Semoga misi ini menjadi prioritas kita, jauh mengalahkan godaan dan kecenderungan kita untuk menghakimi orang lain.<\/p>\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 15 Mei 2019 Kisah Para Rasul 12:24 &#8211; 3:5 Mazmur 67 Yohanes 12:44-50 &#8220;Aku tidak datang untuk menghakimi dunia,&#8221; kata Yesus. Mungkin kita merasa lega mendengarnya. Tapi ada juga perasaan bingung. Kalau dia tidak menghakimi, bagaimana nasib orang-orang jahat? Apakah mereka dibiarkan saja masuk surga walaupun sudah melukai orang lain, baik melalui perasaan atau secara fisik? Lalu apa gunanya saya berbuat kebajikan atau menderita sengsara? Atau saya sering menahan diri untuk membalas orang lain karena saya pikir, &#8220;Tuhan nanti&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8505\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8505","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8505"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8505\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8509,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8505\/revisions\/8509"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}