{"id":8522,"date":"2019-05-19T14:23:22","date_gmt":"2019-05-19T21:23:22","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8522"},"modified":"2019-05-19T14:23:22","modified_gmt":"2019-05-19T21:23:22","slug":"menjadi-kasih-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8522","title":{"rendered":"Menjadi Kasih Allah"},"content":{"rendered":"\n<p>Senin pada Pekan Paskah Kelima<\/p>\n\n\n\n<p>20 Mei 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 14: 21-26<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201c<\/em><em>J<\/em><em>ika seorang mengasihi\nAku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan\ndatang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia (Yoh 14:23).\u201d<\/em><em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kadang-kadang, kita bertanya kepada Tuhan, mengapa hidup penuh dengan\npenderitaan dan\nmasalah meskipun&nbsp; kita setia kepada-Nya. Kita menghadiri misa setiap hari Minggu, kita berdoa\nrosario setiap hari, dan kita tidak pernah gagal menjadi seorang\nKatolik yang baik,\nnamun hidup kita tampaknya tidak pernah menjadi lebih baik. Kita terus\nmenghadapi banyak masalah, dari keuangan, kesehatan\ndan juga relasi. Kita\nkemudian bertanya kepada-Nya, <em>\u2018Tuhan,\napakah engkau mengasihi aku?<\/em>\u2019<\/p>\n\n\n\n<p>Injil terus mengatakan kepada kita bahwa Allah mengasihi\nkita. Tapi, seringkali kita tidak melihat bagaimana Allah mengasihi kita.\nMengapa? Karena kita mengharapkan kasih yang\nberbeda. Kita berharap bahwa\njika kita baik, kita menaati aturan-Nya, maka semuanya akan baik-baik saja.\nTapi, Tuhan tidak seperti ATM spiritual yang memberikan langsung keinginan kita\nasalkan kita memasukkan kartu doa yang benar dan kode hidup yang\nbaik. Melainkan, kasih\nAllah bekerja jauh di dalam kita dan mengubah kita menjadi kasih-Nya sendiri.\nAllah tidak diciptakan dalam gambar kita, maka kita harus berhenti memaksa-Nya\nuntuk menjadi seperti kita. Doa kita, perbuatan baik kita, dan kesetiaan kita\nkepada Tuhan bukan berarti memberi kita solusi instan untuk masalah kita, tapi ini\nadalah cara Allah untuk\nsecara bertahap membentuk kita menjadi seperti Dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Kasih Yesus tidak membebaskan Israel dari penindasan\nKekaisaran Romawi, atau Dia tidak memberi mereka kemakmuran yang orang-orang Yahudi merindukan. Namun,\nkasih-Nya merubah\norang-orang di sekeliling-Nya untuk mengasihi seperti Allah. Para murid,\nmeskipun kelemahan dan penderitaan mereka, secara bertahap menjadi penuh kasih,\ndan akhirnya membuat pengorbanan akhir bagi Yesus dan sesama. Petrus, sang pemimpin tapi juga rasul yang paling bermasalah, menyangkal dan lari dari\nYesus. Namun dia perlahan-lahan belajar untuk mengasihi seperti Yesus. Ketika saat-saat\nterakhir datang, ia memberi hidupnya Kristus dan orang-orang Kristen di Roma.<\/p>\n\n\n\n<p> Diakon Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin pada Pekan Paskah Kelima 20 Mei 2019 Yohanes 14: 21-26 \u201cJika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia (Yoh 14:23).\u201d Kadang-kadang, kita bertanya kepada Tuhan, mengapa hidup penuh dengan penderitaan dan masalah meskipun&nbsp; kita setia kepada-Nya. Kita menghadiri misa setiap hari Minggu, kita berdoa rosario setiap hari, dan kita tidak pernah gagal menjadi seorang Katolik yang baik, namun hidup kita tampaknya tidak pernah menjadi&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8522\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8522","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8522","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8522"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8522\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8523,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8522\/revisions\/8523"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8522"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8522"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8522"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}