{"id":8526,"date":"2019-05-21T13:57:51","date_gmt":"2019-05-21T20:57:51","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8526"},"modified":"2019-05-21T13:57:51","modified_gmt":"2019-05-21T20:57:51","slug":"rating-yang-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8526","title":{"rendered":"Rating yang Baik"},"content":{"rendered":"\n<p>Rabu pada Pekan Paskah Kelima<\/p>\n\n\n\n<p>22 Mei 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 15:1-8<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201c<\/em><em>Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia\nberbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yoh\n15:5).\u201d<\/em><em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Yesus adalah pokok anggur yang\nbenar dan kita adalah ranting-ranting-Nya.\nSeperti halnya Gembala yang\nbaik, pokok anggur yang benar juga berbicara tentang hubungan Tuhan dengan kita.\nBahkan, hubungan ini adalah sangat pribadi dan intim. Dia adalah sumber\nkehidupan kita, Dia menopang pertumbuhan kita dan Dia menjamin kebahagian kita.\nSaat kita memutuskan diri kita dari-Nya, kita perlahan-lahan layu, menjadi\nranting yang mati,\ndan kitapun siap dibakar.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebenaran yang Yesus ajarkan hari ini\nmemang sangat mendasar dalam hidup kita. Mengapa\ncalon suami-istri harus pergi ke Gereja dan diberkati untuk pernikahan mereka?\nJawabannya kembali kepada\nYesus sang pokok anggur yang benar. Ketika kita masuk ke dalam sebuah pernikahan dan\nkehidupan berkeluarga,\nkita tidak hanya mendirikan sebuah institusi manusia, tapi kita sebenarnya berpartisipasi\npada rencana\nilahi-Nya. Uskup Fulton Sheen pernah mengatakan bahwa, <em>\u201c<\/em><em>Pernikahan\ntidak<\/em><em>lah<\/em><em>\nsulit, ini hanya<\/em><em>lah <\/em><em>&nbsp;tidak mungkin<\/em><em>\nsecara manusiawi<\/em><em>!\u201d<\/em> Begitu banyak permasalahan, dari\nkeuangan sampai\nmasalah kesehatan, akan menghantam pernikahan dan keluarga kita. Hampir tidak\nmungkin bagi kita untuk setia sampai kematian memisahkan kita. Juga luar biasa sulit untuk\nmembesarkan anak-anak kita sampai mereka berdiri di atas kaki mereka sendiri. Melihat semua realitas manusiawi\nini, hanya pokok anggur yang benar\nyang dapat membuat pernikahan dan keluarga kita menjadi suatu kenyataan dan\nbahkan berbuah. Uskup Sheen pun berkata, <em>\u201cDalam\nsemua pernikahan, <\/em><em>kita<\/em><em> harus menyadari bahwa setiap pria menjanjikan seorang wanita, dan setiap\nwanita menjanjikan <\/em><em>sang pria sesuatu yang tidak dapat\nmereka berikan, karena <\/em><em>hanya\nTuhan saja<\/em><em> yang<\/em><em> bisa memberikan, yaitu, kebahagiaan yang sempurna.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika Yesus\nmengatakan kepada kita bahwa Dia adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-Nya,\nini\nberarti terpisah dari-Nya, kita tidak\nakan bertahan lama. Dia memberikan apa yang secara fundamental kurang dalam\ndiri kita: kekuatan, makna\nhidup dan kebahagiaan. Dengan demikian, kita harus menyadari\nbahwa pergi ke Gereja\nsetiap hari Minggu bukan hanya sebuah\nkewajiban, tetapi merupakan upaya\nkita untuk berhubungan kembali dengan sumber kehidupan. Berdoa rosario setiap hari\nbukan tentang tradisi keluarga yang\nkuno, tapi upaya untuk menemukan makna dalam Misteri Kristus. Kemudian,\npertanyaan bagi kita: Mengapa kita\nharus membawa keluarga kita untuk Gereja secara rutin? Apakah kita meluangkan waktu bersama-Nya hari ini?\nApakah kita memandang disalibkan Tuhan dan berseru, \u201cTuhan, aku\nmembutuhkan-Mu.\u201d?<\/p>\n\n\n\n<p>Deacon Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu pada Pekan Paskah Kelima 22 Mei 2019 Yohanes 15:1-8 \u201cBarangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yoh 15:5).\u201d Yesus adalah pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-ranting-Nya. Seperti halnya Gembala yang baik, pokok anggur yang benar juga berbicara tentang hubungan Tuhan dengan kita. Bahkan, hubungan ini adalah sangat pribadi dan intim. Dia adalah sumber kehidupan kita, Dia menopang pertumbuhan kita dan Dia menjamin&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8526\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8526","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8526"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8526\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8527,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8526\/revisions\/8527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}