{"id":8528,"date":"2019-05-22T13:58:56","date_gmt":"2019-05-22T20:58:56","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8528"},"modified":"2019-05-22T13:58:56","modified_gmt":"2019-05-22T20:58:56","slug":"cinta-itu-buta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8528","title":{"rendered":"Cinta itu Buta"},"content":{"rendered":"\n<p>Kamis pada Pekan Paskah kelima<\/p>\n\n\n\n<p>23 Mei 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 15:9-11<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cCinta itu buta\u201d<\/em>. Apakah pepatah ini benar adanya? <\/p>\n\n\n\n<p>Melihat realitas sosial\nkita saat ini, cinta benar-benar bisa menutup <em>\u201cmata\u201d<\/em> kita dan membuat kita gila. Bukan rahasia lagi jika di kota-kota besar seperti\nManila dan Jakarta, banyak anak-anak muda yang sudah aktif berhubungan seks pra-nikah. Menjadi muda dan petualang,\nhubungan kasih yang murni dapat dengan mudah meledak menjadi hawa nafsu. Namun, kaum\nmuda ini belum siap untuk menghadapi\nkonsekuensi yang lebih besar dari\nkehidupan. Beberapa gadis hamil di usia dini. Beberapa remaja laki-laki\nmemiliki keberanian untuk bertanggung jawab, namun karena masih labil, mereka akhirnya\nsangat kesulitan membangun keluarga. Beberapa pria yang lain meninggalkan\nkekasih mudanya yang hamil. Gadis-gadis miskin ini akhirnya menjadi korban utama dan dipaksa untuk menghidupi bayinya secara mandiri. Dia beruntung jika dia\nmemiliki keluarga untuk mendukung, tapi jika tidak, dia akan memilih pilihan yang tak terbayangkan sebelumnya seperti pembuangan bayi di\npanti asuhan atau bahkan membunuh bayi melalui aborsi. Impian muda dan masa depan mereka hancur dalam\nsekejap. Ini adalah cinta yang membutakan kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, apakah itu cinta\nsejati? Kita setuju bahwa ini\nbukanlah cinta sejati. Perasaan\nyang intens di antara\npasangan muda mungkin menjadi bagian dari asmara, tapi itu bukanlah yang utama. Ini mungkin\nhanya nafsu yang menyembunyikan dirinya atas nama cinta. Namun, apakah ini berarti pepatah tua \u201ccinta itu buta\u201d benar-benar konyol? Mari kita lihat realitas lain di kehidupan. Ketika kita melihat\npasangan suami-istri\nyang telah lanjut usia dan tetap setia satu sama lain\nhari demi hari, kita pun\nbertanya kenapa. Sang\nistri tidak lagi cantik\ndan pasti penuh dengan kerutan, dan pria itu tidak lagi sehat dan besar\nperutnya. Mereka tentunya menhadapi banyak krisis dalam kehidupan pernikahan\nmereka. Mungkin mereka memiliki anak-anak yang sangat keras kepala dan suka\nmemberontak. Semua yang mereka investasikan sepertinya tidak akan kembali kepada mereka. Jadi, mengapa mereka tetap setia? Jawabannya mudah, karena cinta itu buta.<\/p>\n\n\n\n<p>Cinta membutakan mereka\nuntuk melihat ketidaksempurnaan dan kekurangan. Cinta menutup mata mereka\nterhadap penampilan fisik\nyang terus menurun dan masalah keuangan yang tak kunjung berakhir. Cinta menutup pandangan mereka untuk sekedar\nmelihat pernihakan sebagai untung-rugi. Tapi, mengapa cinta harus membutakan\nkita? Karena Cinta memampukan kita untuk melihat lebih jelas. Untuk\nmelihat apa? Untuk melihat realitas yang lebih dalam dari cinta itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Membaca Injil hari ini,\nkita menemukan bahwa cinta sebenarnya adalah kemampuan untuk melihat. Untuk mengasihi\nYesus dan menjalankan\nperintah-Nya membawa kita untuk melihat-Nya dalam diri kita karena kita\nselalu di dalam Dia. Ya, Yesus telah naik kepada Bapa, namun saat kita\nmencintai secara radikal, kita mulai melihat Dia dalam orang yang sangat kita\ncintai. Yesus sekali lagi hadir di tengah-tengah kita. Ingatlah bahwa Allah\nadalah kasih, dan ketika ada cinta, Tuhan ada di sana.<\/p>\n\n\n\n<p>Diakon Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis pada Pekan Paskah kelima 23 Mei 2019 Yohanes 15:9-11 \u201cCinta itu buta\u201d. Apakah pepatah ini benar adanya? Melihat realitas sosial kita saat ini, cinta benar-benar bisa menutup \u201cmata\u201d kita dan membuat kita gila. Bukan rahasia lagi jika di kota-kota besar seperti Manila dan Jakarta, banyak anak-anak muda yang sudah aktif berhubungan seks pra-nikah. Menjadi muda dan petualang, hubungan kasih yang murni dapat dengan mudah meledak menjadi hawa nafsu. Namun, kaum muda ini belum siap untuk menghadapi konsekuensi yang lebih&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8528\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8528","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8528","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8528"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8528\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8529,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8528\/revisions\/8529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}