{"id":8552,"date":"2019-05-23T17:59:06","date_gmt":"2019-05-24T00:59:06","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8552"},"modified":"2019-05-23T17:59:06","modified_gmt":"2019-05-24T00:59:06","slug":"kasih-yang-berbuah-kasih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8552","title":{"rendered":"Kasih yang Berbuah Kasih"},"content":{"rendered":"\n<p>Jumat pada Paskah Pekan kelima<\/p>\n\n\n\n<p>24 Mei 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 15:12-17<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201c<\/em><em>Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah\nmengasihi kamu. (Jh 15:12)\u201d<\/em><em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong><br><\/strong>Ada saat-saat\ndalam kehidupan kita, kita\nmerasa berprestasi, berhasil,\ndan juara. Kita memenangkan penghargaan, kita mendapatkan ketenaran, kita\nterus naik ke dalam tangga karier. Tapi, kita tidak boleh lupa bahwa sekali waktu kita juga pernah berada dalam\nketiadaan. Sebelum kita\ndilahirkan, kita benar-benar tidak ada, dan bahkan setelah kita dilahirkan, kita membawa bersama kita kehampaan ini. Beberapa dari\nkita berjuang melawan kemiskinan dan kesulitan finansial, beberapa dari kita berhadapan\ndengan masalah di keluarga, dan banyak dari kita menghadapi permasalahan dalam\nrelasi kita dengan sesama. Melihat&nbsp; semua ini, kita menyadari bahwa kita bukanlah apa-apa. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun beberapa\norang datang ke dalam hidup kita untuk menkasihi kita, membuat perubahan dan\nmenciptakan perbedaan.\nMereka adalah orang tua kita yang memutuskan untuk melahirkan kita dan melakukan\nbanyak pengorbanan untuk membawa kita ke tempat yang lebih baik. Mereka adalah keluarga dan\nkerabat yang berbagi waktu dan hasil kerja keras mereka\nsehingga kita mungkin dapat mencapai puncak&nbsp;\nkehidupan ini. Mereka\nadalah teman-teman kita yang memperlihatkan\nkita bahwa persahabatan\nsejati &nbsp;bukanlah sesuatu yang mustahil. Mereka adalah orang-orang\nyang namanya kita bahkan tidak ingat, tetapi mereka telah memberikan kontribusi berharga bagi siapa kita\nsekarang\nini.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat kita\nberjalan dengan piala, piagam dan monumen kita, janganlah kita lupa bahwa kita\njuga pernah berada di titik rendah kehidupan. Saatnya akan tiba dimana semua\nmedali, kehormatan dan kebanggaan kita akan memudar. Dan dalam menghadapi ini, kita akan jatuh\nberlutut dan sekali lagi mengakui ketidakberdayaan kita. Namun, hanya ketika\nkita berlutut dalam doa, kita menjadi\nrendah\nhati. Dan, dalam kerendahan hati, kita\ndiingatkan apa yang benar-benar penting dalam hidup kita bahwa ada\norang-orang yang sungguh mengasihi kita walaupun kita bukanlah apa-apa, dan\nbahwa melalui\nmereka Tuhan sungguh mengasihi kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah kasih\ndalam bentuk yang paling sederhana: untuk menkasihi seperti Yesus telah\nmengasihi kita. Kita dikasihi dan kasih ini membentuk kita menjadi besar dan ketika\ngiliran kita datang, kita dipanggil juga untuk membagikan kemegahan kita dalam\nkasih. Kita dipanggil untuk mengasihi orang lain sehingga merekapun dapat\ndiberdayakan untuk mengasihi. Ini adalah kasih Yesus: kasih yang melahirkan kasih.<\/p>\n\n\n\n<p>Semua pujian dan\nkemuliaan adalah milik Tuhan!<\/p>\n\n\n\n<p>Diakon Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat pada Paskah Pekan kelima 24 Mei 2019 Yohanes 15:12-17 \u201cInilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. (Jh 15:12)\u201d Ada saat-saat dalam kehidupan kita, kita merasa berprestasi, berhasil, dan juara. Kita memenangkan penghargaan, kita mendapatkan ketenaran, kita terus naik ke dalam tangga karier. Tapi, kita tidak boleh lupa bahwa sekali waktu kita juga pernah berada dalam ketiadaan. Sebelum kita dilahirkan, kita benar-benar tidak ada, dan bahkan setelah kita dilahirkan, kita membawa bersama kita kehampaan ini&#8230;.<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8552\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8552","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8552","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8552"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8552\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8553,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8552\/revisions\/8553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8552"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8552"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8552"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}