{"id":8562,"date":"2019-05-28T11:09:31","date_gmt":"2019-05-28T18:09:31","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8562"},"modified":"2019-05-28T08:10:20","modified_gmt":"2019-05-28T15:10:20","slug":"makna-kebenaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8562","title":{"rendered":"Makna Kebenaran"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Rabu, 29 Mei 2019<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pekan VI Paskah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan I&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Kis 17: 15.22 <\/strong><strong>\u2013<\/strong><strong> 18:1<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan\nInjil&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Yohanes 16: 12-15<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><br><\/p>\n\n\n\n<p>Yesus menjanjikan akan datangnya Roh Kebenaran\nyang memimpin kita menuju pada kebenaran sejati. Roh itu mewartakan kebenaran\natas nama kesaksian Yesus Kristus. Bermenung tentang kebenaran, banyak polemik\nyang telah terjadi. Setiap orang mudah saja mengklaim dirinya adalah benar.\nKarena setiap orang membenarkan dirinya, maka terjadilah suatu kekacauan atas\nnama kebenaran. Padahal, belum tentu kebenaran yang mereka miliki adalah\nbenar-benar sebuah kebenaran. Yang menjadi pokok persoalan tentu saja tentang\nkebenaran. Apa itu kebenaran? Demikianlah pertanyaan Pilatus kepada Yesus dalam\ndrama penyaliban. Yesus tidak memberi jawaban yang jelas. Namun, dari situ kita\nbisa menarik simpul rohani bahwa kebenaran sejati terletak pada diri Yesus. Mengapa?\nKarena, apa saja yang dilakukan dan dikatakan oleh Yesus bernuansa membawa\nberkat bagi orang lain. <\/p>\n\n\n\n<p>Kebenaran tidak akan membuat rugi salah satu\npihak. Kebenaran justru membawa kelegaaan, kenyamanan dan sukacita bagi semua. Maka,\njika melalui Injil hari ini Yesus menjanjikan kebenaran, itu menjadi pertanda\nbahwa Yesus menghendaki kita semua memiliki hidup yang tentram. Kebenaran\nbersanding dengan ketepatan. Jika memang sesuatu itu sungguh benar, maka harus\npula mengandung nilai tepat. Benar dan tepat. Kita bisa menilik dari kisah\npewartaan Paulus dimana secara benar dan tepat, Paulus mewartakan kabar gembira\nbagi orang-orang di Aeropagus. Paulus tahu bagaimana caranya memberitakan\nkebenaran, tanpa menyingkirkan dan merendahkan orang lain. Secara tepat, Paulus\nmengajari kita untuk bertindak dalam kebenaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita bermenung, sudahkah selama ini kita\nmelakukan kebenaran dengan adil dan tepat? Sudahkah kita mengetahui cara-cara\nbertindak kebenaran sehingga tidak merendahkan dan menyingkirkan sesama? <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 29 Mei 2019 Pekan VI Paskah Bacaan I&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kis 17: 15.22 \u2013 18:1 Bacaan Injil&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yohanes 16: 12-15 Yesus menjanjikan akan datangnya Roh Kebenaran yang memimpin kita menuju pada kebenaran sejati. Roh itu mewartakan kebenaran atas nama kesaksian Yesus Kristus. Bermenung tentang kebenaran, banyak polemik yang telah terjadi. Setiap orang mudah saja mengklaim dirinya adalah benar. Karena setiap orang membenarkan dirinya, maka terjadilah suatu kekacauan atas nama kebenaran. Padahal, belum tentu kebenaran yang mereka miliki adalah benar-benar sebuah kebenaran&#8230;.<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8562\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8562","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8562"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8562\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8563,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8562\/revisions\/8563"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}