{"id":8576,"date":"2019-06-04T11:04:32","date_gmt":"2019-06-04T18:04:32","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8576"},"modified":"2019-06-04T07:05:15","modified_gmt":"2019-06-04T14:05:15","slug":"penyertaan-yesus-di-tengah-tantangan-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8576","title":{"rendered":"PENYERTAAN YESUS DI TENGAH TANTANGAN DUNIA"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Rabu, 5 Juni 2019<\/p>\n\n\n\n<p>1. Bacaan I : Kis 20:28-38<\/p>\n\n\n\n<p>2. Injil : Yohanes 17:11b-19<\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan Injil hari ini seolah menunjukkan dinamika perasaan Yesus yang dalam masa-masa akhir kebersamaaan dengan murid-muridNya merasakan kekhawatiran yang amat mendalam. Ia tahu bahwa setelah Ia meninggalkan para murid, para murid akan mengalami banyak tantangan dalam memperjuangkan dan mempertahankan Iman yang mereka miliki. Tantangan-tantangan itu muncul karena setelah Yesus meninggalkan para murid, merekalah yang akan melanjutkan karya dan pewartaan Yesus di dunia yang penuh dengan tantangan dan resiko. Yesus paham sungguh apa yang akan dialami oleh para Murid. Mungkin jika kita melihat situasi batin Yesus, di sana ada keinginan untuk terus bersama dengan para murid yang dikasihi. Namun perutusanNya di dunia haris digenapi dengan sengsara, wafat, dan akhirnya bangkit mulia. Penggenapan ini mau tidak mau mengharuskan Yesus berpisah secara fisik dengan para muridNya, dan para murid selanjutnya akan menjalani perutusan di dunia yang nyata tanpa kehadiran Yesus yang selama ini selalu mendampingi. Perasaan macam inilah yang membuat Yesus mungkin merasa berat untuk meninggalam mereka dengan segala macam tantangan dan banyak kemungkinan buruk yang mengintai.<\/p>\n\n\n\n<p>Beratnya Yesus meninggalkan para murid di tengah dunia pastinya juga didasarkan pada kecintaanNya pada para murid, sehingga dengan penuh penyerahan Ia berdoa pada BapaNya agar para murid senantiasa dikuatkan dalam perutusan mereka setelah kepergian Yesus. Ini adalah bentuk cinta yang amat nyata dari Yesus terhadap para murdiNya dan juga bagi manusia. Ia tidak ingin para murid dilemahkan walau Ia secara fisik tak lagi bersama mereka. Kita pun diajak untuk menyadari bahwa secara fisiik Yesus memang tak ada bersama dengan kita di dunia yang penuh tantangan ini, namun dalam berkatNya dan caraNya Ia akan selalu menyertai kita dalam setiap perjuangan dan tantangan yang ada; maka tidak ada alasan bagi kita untuk meninggalkanNya, walau dalam situasi sesulit apapun. Ia akan selalu menyertai kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 5 Juni 2019 1. Bacaan I : Kis 20:28-38 2. Injil : Yohanes 17:11b-19 Bacaan Injil hari ini seolah menunjukkan dinamika perasaan Yesus yang dalam masa-masa akhir kebersamaaan dengan murid-muridNya merasakan kekhawatiran yang amat mendalam. Ia tahu bahwa setelah Ia meninggalkan para murid, para murid akan mengalami banyak tantangan dalam memperjuangkan dan mempertahankan Iman yang mereka miliki. Tantangan-tantangan itu muncul karena setelah Yesus meninggalkan para murid, merekalah yang akan melanjutkan karya dan pewartaan Yesus di dunia yang penuh dengan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8576\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8576","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8576","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8576"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8576\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8577,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8576\/revisions\/8577"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8576"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8576"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8576"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}