{"id":8626,"date":"2019-06-23T16:10:05","date_gmt":"2019-06-23T23:10:05","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8626"},"modified":"2019-06-23T16:10:05","modified_gmt":"2019-06-23T23:10:05","slug":"kehadiran-kita-di-dunia-membawa-suatu-misi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8626","title":{"rendered":"Kehadiran kita di dunia membawa suatu misi"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Senin, 24 Juni 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Luk 1:57-66,80<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini kita merayakan kelahiran Yohanes Pembaptis. Seperti kita kenal ia adalah tokoh yang muncul kelahiran Sang Mesias. Yohanes Pembaptis adalah tokoh yang sangat kontras dijamannya karena cara hidupnya. Dikatakan dalam Matius 3:4: Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit dan makanannya belalangdan madu hutan. Ia hidup dalam kesunyian padang gurun, ia menyerukan suatu undangan untuk melakukan pertobatan. Namun di lain hal, Yohanes Pembaptis menampilkan sikap rendah hati bahwa dirinya bukanlah mesias. Ia mengarahkan para muridnya kepada Yesus, yang adalah Mesias, yang diurapi Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan kelahiran Yohanes Pembaptis yang menjadi sumber kegembiraan kedua orang tuanya, Elisabet dan Zakaria. Kelahiran Yohanes Pembaptis membawa suatu misi dalam mempersiapkan kehadiran Sang Mesias. Kita menyakini pula bahwa setiap peristiwa kelahiran tersimpan suatu misi. Kita dapat melihat misi Yohanes Pembaptis seperti yang dikatakan dalam Lukas 1:17, \u201cdan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya\u201d Elisabet menyadari bahwa anaknya harus dinamai Yohanes\u201d (Allah yang menganugerahi rahmat). Dalam peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis dan kelahiran Yesus Kristus, kita melihat rahmat Allah berkarya ditengah-tengah situasi dunia yang tidak ada berpengharapan. Kelahiran Yohanes Pembaptis menjadi saat Allah menunjukkan belas kasih Allah dan Allah ingin mempersiapkan umatNya dalam menyambut Yesus Kristus, Sang Juru Selamat dunia. Yohanes Pembaptis menyerukan suatu sikap pertobatan pertobatan sejati. Yohanes Pembaptis memberikan rumusan mengenai tindakan pertobatan seperti yang dikatakan dalam Lukas 3 :11, \u00ab Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian \u00bb<\/p>\n\n\n\n<p>Pesan apa yang dapat kita renungkan dalam Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis? Allah menghendaki seluruh umat manusia mengalami keselamatan. Kelahiran Yohanes Pembaptis sebagai seorang nabi yang menyerukan pertobatan, adalah bagian dari misi keselamatan Allah. Yohanes Pembaptis mempersiapkan<\/p>\n\n\n\n<p>kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Hidup kita juga mempunyai misi seperti Yohanes Pembaptis. Kita diundang untuk menemukan misi hidup kita di dunia. Marilah kita mempersembahkan hidup kita kepada Allah sesuai dengan panggilan dan pekerjaan kita. Itulah yang menjadi misi hidup kita.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTuhan Yesus Kristus, Engkau membawa harapan dan keselamatan kepada dunia. Semoga rahmatMu menyegarkan dan membangkitkan semangat kami agar mempunyai harapan yang kokoh dan sukacita abadi\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 24 Juni 2019 Luk 1:57-66,80 Hari ini kita merayakan kelahiran Yohanes Pembaptis. Seperti kita kenal ia adalah tokoh yang muncul kelahiran Sang Mesias. Yohanes Pembaptis adalah tokoh yang sangat kontras dijamannya karena cara hidupnya. Dikatakan dalam Matius 3:4: Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit dan makanannya belalangdan madu hutan. Ia hidup dalam kesunyian padang gurun, ia menyerukan suatu undangan untuk melakukan pertobatan. Namun di lain hal, Yohanes Pembaptis menampilkan sikap rendah hati bahwa dirinya bukanlah mesias&#8230;.<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8626\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8626","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8626"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8626\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8627,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8626\/revisions\/8627"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}