{"id":8628,"date":"2019-06-24T16:10:40","date_gmt":"2019-06-24T23:10:40","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8628"},"modified":"2019-06-23T16:11:33","modified_gmt":"2019-06-23T23:11:33","slug":"tiga-sikap-untuk-membangun-kebahagiaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8628","title":{"rendered":"Tiga sikap untuk membangun kebahagiaan"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Selasa, 25 Juni 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Mat 7:6,12-14<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak jarang kebanyakan orang meletakkan kebahagiaannya pada tiga hal yaitu kekayaan, kehormatan dan kebanggaan. Orang akan merasa aman apabila mempunyai kekayaan yang berlimpah. Orang akan merasa aman dan nyaman apabila mempunyai kedudukan yang terhormat. Orang akan merasa bangga apabila mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. Injil hari ini memberikan hal yang berbeda kepada kita mengenai jalan hidup yang harus dilalui seorang beriman.<\/p>\n\n\n\n<p>Injil hari ini memberikan pengajaran kepada kita untuk mempunyai sikap untuk mengalami kebahagiaan : pertama adalah sikap peka akan kekudusan, kemudian cinta kepada Allah dan sesama serta yang terakhir adalah sikap disiplin, usaha yang tekun, penyangkalan diri. Apa yang dikatakan mengenai \u201cjanganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi\u201d, memberikan pencerahan kepada kita bahwa perlunya sikap peka terhadap nilai-nilai Injil dan nilai-nilai iman yang sangat berharga. Dengan demikian kita juga akan peka juga terhadap bujukan dosa yang memikat, peka akan taktik roh jahat yang ingin menjerat kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya yang terakhir, Injil hari ini mengundang kita untuk mempraktekkan hukum cinta kasih. \u201cSegala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka\u201d Kita diundang untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi orang lain. Itulah tanda suatu kedewasaan iman. Jalan untuk<\/p>\n\n\n\n<p>mempraktekkan hukum cinta kasih ini adalah pengosongan diri dan mengikuti teladan Kristus mengenai kemurahan hati, belas kasih, pengampunan dan cinta kasih.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang terakhir, Injil hari ini memberanikan kita untuk memasuki pintu yang sempit. Dalam suatu kesempatan Paus Benediktus XVI bertanya \u201capakah yang dimaksud dengan \u201cpintu yang sempit\u201d ? Mengapa banyak orang tidak berhasil memasukinya? Apakah hanya orang-orang yang dipilih saja? Ia menjawab \u201ctidak\u201d. Pesan Injil ini ditujukan kepada kita bahwa semua orang dapat memasuki hidup bahagia melalui \u201cpintu yang sempit\u201d itu. Jalan menuju hidup bahagia dan kehidupan kekal terbuka untuk semua orang tetapi \u201cpintu sempit\u201d itu mensyaratkan suatu sikap hidup yang harus dimiliki, yaitu komitmen, kesetiaan, kedisiplinan, penguasaan diri serta menanggalkan keegosian.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTuhan Yesus Kristus, ijinkanlah kamu memasuki pintu yang sempit itu untuk mengalami kasih dan damaiMu. Buatlah kami mampu mempraktekkan ajaran cinta kasihMu dalam kehidupan kami sehari-hari\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 25 Juni 2019 Mat 7:6,12-14 Tidak jarang kebanyakan orang meletakkan kebahagiaannya pada tiga hal yaitu kekayaan, kehormatan dan kebanggaan. Orang akan merasa aman apabila mempunyai kekayaan yang berlimpah. Orang akan merasa aman dan nyaman apabila mempunyai kedudukan yang terhormat. Orang akan merasa bangga apabila mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. Injil hari ini memberikan hal yang berbeda kepada kita mengenai jalan hidup yang harus dilalui seorang beriman. Injil hari ini memberikan pengajaran kepada kita untuk mempunyai sikap untuk mengalami kebahagiaan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8628\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8628","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8628","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8628"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8628\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8629,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8628\/revisions\/8629"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8628"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}