{"id":8632,"date":"2019-06-26T14:57:00","date_gmt":"2019-06-26T21:57:00","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8632"},"modified":"2019-06-25T06:57:55","modified_gmt":"2019-06-25T13:57:55","slug":"hidup-di-dunia-adalah-masa-persiapan-untuk-hidup-kekal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8632","title":{"rendered":"Hidup di dunia adalah masa persiapan untuk hidup kekal"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Kamis, 27 Juni 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Mat 7:21-29<\/p>\n\n\n\n<p>Pernahkah kita mengalami kehilangan kesempatan atau kegagalan karena kurangnya persiapan dan kurangnya antisipasi, atau karena sikap kita yang sembrono ? Pastilah hal itu akan menimbulkan penyesalan dan kesedihan. Bacaan Injil hari ini, Yesus ingin mengingatkan kita untuk mempunyai sikap hidup yang bijaksana dan perlunya hidup yang dipersiapkan dengan baik. \u201cSetiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas wadas\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam menjalani kehidupan seperti halnya membangun sebuah rumah, diperlukan suatu dasar dan batu pijakan yang kuat sehingga hidup kita lebih bermakna. Hal itu dikatakan Yesus agar kita membiasakan diri untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan baik terlebih menyangkut hidup kekal. Seperti sebuah rumah yang pondasinya kokoh tidak akan hancur apabila datang hujan, angin dan banjir menerpanya. Demikian halnya hidup kita yang didasarkan pada iman kepada Allah, akan tetap menemukan kebahagiaan dan kedamaian meski diterpa berbagai macam persoalan dan penderitaan. Kita bukan seseorang yang bodoh, yang mendirikan rumah di atas pasir. Kitab Amsal 10:25 juga mengatakan hal senada,\u201dBila taufan melanda, lenyaplah orang fasik, tetapi orang benar adalah alas yang abadi\u201d. Kita diundang untuk mempunyai sikap hidup yang benar tanpa kepalsuan. Hidup yang didasarkan kepada iman dan kebenaran iman. Allah yang tersembunyi melihat dan memahami diri kita apa adanya, seperti yang dikatakan oleh pemazmur : \u201cEngkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh\u201d (Mzm 139:2). Yesus Kristus adalah pedoman hidup kita. Cara hidup kita berpolakan cara hidup Yesus sendiri. Cara hidup kita di dunia ini merupakan suatu proses mpersiapan menuju hidup abadi bersamaNya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTuhan Yesus, Engkaulah dasar hidup kami yang senantiasa membimbing dan menuntun dalam pengalaman sukacita dan kesedihan. Berikanlah kepada kami kebijaksanaan, sikap antisipasi dan keteguhan hati serta kesetiaan kepadaMu. Semoga kami menjadi pelaksana SabdaMu yang setia sampai selama-lamanya\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 27 Juni 2019 Mat 7:21-29 Pernahkah kita mengalami kehilangan kesempatan atau kegagalan karena kurangnya persiapan dan kurangnya antisipasi, atau karena sikap kita yang sembrono ? Pastilah hal itu akan menimbulkan penyesalan dan kesedihan. Bacaan Injil hari ini, Yesus ingin mengingatkan kita untuk mempunyai sikap hidup yang bijaksana dan perlunya hidup yang dipersiapkan dengan baik. \u201cSetiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas wadas\u201d Dalam menjalani kehidupan seperti halnya membangun&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8632\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8632","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8632"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8633,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8632\/revisions\/8633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}