{"id":8636,"date":"2019-06-28T15:04:36","date_gmt":"2019-06-28T22:04:36","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8636"},"modified":"2019-06-27T07:05:21","modified_gmt":"2019-06-27T14:05:21","slug":"menjadi-rasul-di-jaman-sekarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8636","title":{"rendered":"Menjadi Rasul di jaman sekarang"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>29 Juni 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Mat 16 :13-19<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini Gereja merayakan kemartiran St. Petrus dan St. Paulus. Mereka adalah pribadi-pribadi yang rela menyerahkan hidupnya dalam pelayanan untuk mewartakan Kristus yang bangkit. Simon yang kemudian disebut Petrus dan Saulus kemudian dipanggil Paulus, menjadi tanda suatu perubahan jalan hidup, suatu pertobatan untuk mengikuti Kristus yang bangkit dengan mulia. Mereka berdua adalah tokoh besar dalam sejarah Gereja awali. Merekalah yang menyebarkan iman akan Kristus kepada seluruh bangsa. Karena jasa kemartiran St. Petrus dan St. Paulus, kita juga mewarisi semangat dan iman mereka, iman akan Yesus Kristus. Kita pun dipanggil untuk meneruskan misi mereka, untuk membangun dan mengembangkan Gereja pada jaman sekarang ini. Unuk menjadi saksi bagi semua orang. Seperti yang dikatakan oleh Paus Fransiskus, dalam suatu kesempatan :\u201dKita mampu merencanakan dan membangun banyak hal dalam hidup bermasyarakat, tetapi apabila kita tidak mengimani Kristus, itu semua tidak berarti apa-apa. Kita akan hanya seperti organisasi sosial semata, bukan suatu Gereja yang berdasarkan iman akan Yesus Kristus, Tuhan kita\u201d Sebagai seorang beriman kepada Kristus, kita memusatkan hidup kita kepadaNya. Dalam peringatan St. Petrus dan St. Paulus ini, kita telah mendengarkan apa yang menjadi pusat hidup Petrus dan Paulus, yaitu Kristus, Sang Mesias. \u201cEngkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!\u201d (Mat 16:16). Setelah itu Yesus mempercayakan Gereja kepada Petrus dan berkata : \u201dEngkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaatKu \u00bb (Mat 16 :18). Sama halnya dengan sejarah hidup St. Paulus, yang setelah mengalami pertobatannya, ia dipanggil dan diutus untuk menjadi saksi akan Kebangkitan Kristus. Iman dan keteguhan hati mereka dalam penderitaan, dianugerahkan oleh Bapa yang di surga. \u201cbukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di surga\u201d (Mat 16:17).<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui sakramen baptis dan sakramen krisma yang telah kita terima, kita berada dalam situasi yang tidak mudah ketika harus menjadi seorang saksi-saksi Kristus. Untuk menjadi seorang martir, kita diminta memberikan teladan hidup yang baik dan mempraktekkan nilai-nilai iman kristiani : cinta kasih, harapan, pengampunan, keadilan, kebenaran dan sukacita.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau adalah Kristus, Putera Allah yang hidup. Engkau adalah Tuhan dan Penyelamat kami yang membebaskan kami dari segala dosa. Buatlah iman<\/p>\n\n\n\n<p>kami kuat seperti St. Petrus dan St. Paulus, rasulMu dan anugerahilah kepada kami keberanian untuk bersaksi dalam kehidupan kami sehari-hari\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>29 Juni 2019 Mat 16 :13-19 Hari ini Gereja merayakan kemartiran St. Petrus dan St. Paulus. Mereka adalah pribadi-pribadi yang rela menyerahkan hidupnya dalam pelayanan untuk mewartakan Kristus yang bangkit. Simon yang kemudian disebut Petrus dan Saulus kemudian dipanggil Paulus, menjadi tanda suatu perubahan jalan hidup, suatu pertobatan untuk mengikuti Kristus yang bangkit dengan mulia. Mereka berdua adalah tokoh besar dalam sejarah Gereja awali. Merekalah yang menyebarkan iman akan Kristus kepada seluruh bangsa. Karena jasa kemartiran St. Petrus dan St&#8230;.<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8636\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8636","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8636"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8636\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8637,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8636\/revisions\/8637"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}