{"id":8660,"date":"2019-07-09T18:52:06","date_gmt":"2019-07-10T01:52:06","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8660"},"modified":"2019-07-09T18:52:06","modified_gmt":"2019-07-10T01:52:06","slug":"hari-biasa-pekan-xiv","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8660","title":{"rendered":"Hari Biasa Pekan XIV"},"content":{"rendered":"\n<p>Matius 10: 1-7<\/p>\n\n\n\n<p>Rabu, 10 Juli 2019<\/p>\n\n\n\n<p>\n\nRm Djoko S Prakosa Pr<br>Rektor seminari kentungan<br><\/p>\n\n\n\n<p>1. Siapa yang kita cari? &#8220;Carilah selalu wajah Tuhan.&#8221; Mengapa? Jawabannya ada dalam Mazmur Tanggapan hari ini: Sebab \u201cPandangan Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya.\u201d Para Rasul adalah pribadi-pribadi yang mencari wajah Tuhan dan ingin memandang-Nya. Setiap Rasul mempunyai keterarahan untuk mencari dan mereka akhirnya menemukan Tuhan. Dan pandangan Tuhan pun tertuju kepada mereka. Ia bahkan memilih mereka berduabelas, termasuk Yudas yang mengkhianati-Nya. Yudas adalah pengingat bagi kita, yaitu bahwa seorang murid, di dalam perjalanan hidupnya, bisa mencintai sesuatu yang lain dan mengubahnya menjadi tuhannya sendiri serta akhirnya tidak setia. Tuhan tidak sekedar memandang dan memanggil atau memilih tetapi Ia memberi kuasa-Nya kepada mereka: \u201cPada suatu hari Yesus memanggil mereka, dan memberi kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan melenyapkan segala penyakit serta segala kelemahan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Adakalanya kita lebih mencari wajah kita sendiri. Artinya apa yang kita lakukan adalah agar hidup dan pelayanan kita dikenal dan dikenang. Jika hal ini \u201cterselip\u201d dalam motivasi hidup dan pelayanan kita, kita justru akan mengundang dan bukan mengusir roh jahat. Kita bukannya melenyapkan penyakit dan kelemahan, tetapi justru menambah dan menyuburkan penyakit dan kelemahan kita. Siapa yang Anda cari?<\/p>\n\n\n\n<p>2. Dibalik kisah pemilihan. Yesus Membutuhkan Para Rasul. Kerajaan Surga yang ditawarkan Yesus rupanya semakin bertumbuh karena Ia melibatkan para murid-Nya. Kerajaan Surga bukanlah kisah pertunjukan satu orang. Yesus bukanlah the one-man show. Ia menolak untuk menjadi pertunjukan satu orang. Itlah sebabnya Ia memilih dan mempercayakan pewartaan Kerajaan Allah melalui orang lain. Pilihan-Nya dimulai dengan dua belas Rasul: \u201cInilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Para Rasul dipanggil dengan nama, yang berarti bahwa Kristus mengenal mereka dengan baik ketika Dia memanggil, termasuk semua kekurangan dan kelemahan mereka. Dia tidak meminta pernyataan \u201cSurat Keterangan Hidup Baik\u201d dari pihak lain. Yesus menyatakan pilihan-Nya melalui doa dan Dia berdaulat dalam pilihan-Nya itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara Yesus memilih para Rasul adalah \u201ccara yang gila\u201d menurut kacamata dunia. Ia memilih mereka bukan atas dasar kesempurnaan kepribadian mereka. Hal ini mengajak kita merenung bahwa bagi Allah tidak ada manusia yang dapat berdiri di hadirat-Nya dan membanggakan kelayakan mereka. Semua kemuliaan hanya milik Tuhan saja! Di sisi lain kita diingatkan bahwa setiap dari kita tidak perlu khawatir dengan keterbatasan diri kita sejauh kita melekatkan diri pada Tuhan yang mempercayakan Kerajaan Allah kita. Tidak ada alasan untuk tidak terlibat dengan keadaan diri kita. Allah meminta kita menyebarkan Kerajaan Allah melalui situasi hidup kita masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus menegaskan kepada para murid-Nya: \u201cJanganlah kalian menyimpang ke bangsa lain, atau masuk ke dalam kota Samaria, melainkan pergilah ke domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan wartakanlah, \u2018Kerajaan Surga sudah dekat!\u2019\u201d Ini berarti kita diajak untuk melibatkan diri mewartakan Kerajaan Allah, pertama-tama kepada orang-orang yang ada di dekat kita, keluarga kita, sahabat kita, dan lingkungan kita masing-masing. Kebesaran Kerajaan Allah tidak diukur dengan berapa jauh kita melangkah keluar, tetapi berapa dalam langkah sapaan itu menggugah dan mengubah orang-orang di sekitar kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matius 10: 1-7 Rabu, 10 Juli 2019 Rm Djoko S Prakosa PrRektor seminari kentungan 1. Siapa yang kita cari? &#8220;Carilah selalu wajah Tuhan.&#8221; Mengapa? Jawabannya ada dalam Mazmur Tanggapan hari ini: Sebab \u201cPandangan Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya.\u201d Para Rasul adalah pribadi-pribadi yang mencari wajah Tuhan dan ingin memandang-Nya. Setiap Rasul mempunyai keterarahan untuk mencari dan mereka akhirnya menemukan Tuhan. Dan pandangan Tuhan pun tertuju kepada mereka. Ia bahkan memilih mereka berduabelas,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8660\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8660","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8660"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8661,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8660\/revisions\/8661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}