{"id":8692,"date":"2019-07-17T16:53:37","date_gmt":"2019-07-17T23:53:37","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8692"},"modified":"2019-07-17T16:53:37","modified_gmt":"2019-07-17T23:53:37","slug":"di-dalam-yesus-ada-kelegaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8692","title":{"rendered":"Di dalam Yesus ada Kelegaan"},"content":{"rendered":"\n<p>Kamis, 18 Juli 2019<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Matius 11: 28-30<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMarilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Saudari-saudaraku terkasih, beban dalam konteks ini tampaknya menjadi beban hukum dan kewajiban yang harus dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Ucapan Yesus di Matius 11:29 tidak bisa dipisahkan dari ajaran Farisi dan ahli Taurat. Mereka tergolong orang-orang bijak dan pandai secara duniawi tetapi tidak mampu memahami penyataan Allah di dalam Kristus Yesus (<em>bdk.<\/em>11:25). Ajaran mereka yang terlalu berbelit-belit dan detil tentang Taurat telah membuat banyak orang letih lesu dan berbeban berat. Di tengah situasi seperti inilah Yesus menawarkan sebuah pola ketaatan yang memberikan kelegaan: meniru Dia yang lemah lembut dan rendah hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya secara pribadi tertarik dengan kata-kata Yesus pada ayat 29, &#8220;Karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.&#8221;&nbsp;Kelemah lembutan dan kerendahhatian tidak meniadakan kekuatan dan teguran. Penggunaan istilah lemah lembut dalam Bahasa Indonesia dapat memberikan kesan keliru bahwa kelemahlembutan berhubungan dengan kelemahan. Demikian hanya dengan konsep banyak orang tentang kerendahhatian juga tidak begitu jelas. Kerendahhatian dikaitkan dengan kehinaan dan ketidakberdayaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak seperti orang-orang Farisi dan ahli Taurat, Yesus tidak hanya mengajarkan kelemahlembutan dan kerendahhatian melalui perkataan saja, melainkan juga dengan seluruh hidup-Nya. Yesus bersimpati pada orang-orang yang kecil, yaitu orang-orang yang tidak dianggap oleh dunia (<em>bdk.<\/em>11:25). Ia berkenan menyatakan Bapa kepada mereka (<em>bdk.<\/em>11:27). Tidak seperti orang-orang Farisi yang hanya bisa menghakimi orang lain, Tuhan Yesus justru memperhatikan keletihan dan kesusahan mereka. Ia menawarkan kelegaan (11:29). Mereka yang merasa gagal dan tanpa harapan direngkuh-Nya. Kuk yang Ia berikan disesuaikan dengan kekuatan mereka. Ia hanya memberikan kuk yang enak dan ringan (11:30).<\/p>\n\n\n\n<p>Saudari-saudara terkasih dalam Kristus, Tuhan yang kita ikuti tidak hanya mengajarkan kelemahlembutan dan kerendahhatian melalui perkataan saja, melainkan juga dengan seluruh hidup-Nya. Jelas sebagai sebuah peniruan terhadap Yesus Kristus, proses ini jelas tidak akan mudah. Jatuh dan bangun akan menjadi bagian tak terpisahkan dari proses ini. Walaupun demikian, kita tidak perlu berkecil hati karena Yesus memperhatikan orang-orang yang gagal. Tidak seperti orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang siap memberikan hujatan dan penghakiman, Kristus justru menawarkan ketenangan dan kelegaan. Tiap kali kita gagal, kita bisa dengan leluasa datang kepada-Nya untuk dipulihkan dan disegarkan. Kita juga tidak boleh melupakan bahwa di dalam seluruh proses ini ada keterlibatan Roh Kudus yang berkuasa. Kelemahlembutan adalah salah satu aspek dari buah Roh. Kita lemah, tetapi Roh dalam diri kita adalah kuat. Yang dibutuhkan hanyalah penyerahan diri yang tulus.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saudari-saudaraku yang terkasih,apa yang melelahkan Anda? Maukah Anda meletakkannya di kaki Yesus? Tuhan memberkati kita!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 18 Juli 2019 Matius 11: 28-30 \u201cMarilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.&#8221; Saudari-saudaraku terkasih, beban dalam konteks ini tampaknya menjadi beban hukum dan kewajiban yang harus dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Ucapan Yesus di Matius 11:29 tidak bisa dipisahkan dari ajaran Farisi dan ahli&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8692\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8692","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8692"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8692\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8693,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8692\/revisions\/8693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}