{"id":8702,"date":"2019-07-21T15:02:00","date_gmt":"2019-07-21T22:02:00","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8702"},"modified":"2019-07-21T15:02:00","modified_gmt":"2019-07-21T22:02:00","slug":"pesta-st-maria-magdalena","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8702","title":{"rendered":"Pesta St. Maria Magdalena"},"content":{"rendered":"\n<p><br>Kidung Agung 3:1-4b. atau2 Korintus 5:14-17Yohanes 20:1-2, 11-18<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudariku terkasih,<br>St. Maria Magdalena yang pestanya kita rayakan hari ini adalah seorang yang kaya, wanita Yahudi dan yang berasal dari Kota Magdala yang juga dikenal sebagai kota penghasil ikan karena terletak di sebelah barat danau Galilea. Maria Magdalena adalah salah seorang wanita yang berjalan bersama Yesus dan para pengikutNya (Lukas 8;2-3), ia bukanlah Maria saudarinya Lazarus dari Bethany dan juga bukan seorang wanita tanpa nama yang dikenal sebagai wanita berdosa yang meminyaki kaki Yesus dalam Lukas 7:36-50. Maria Magdalena yang pestanya kita rayakan hari ini bukanlah seorang pelacur; mengapa kita perlu membuat koreksi? Karena sudah ada penafsiran yang salah yang telah berkembang di Timur Tengah, dan gereja secara sah telah membuat perbaikan atas penafsiran yang salah itu pada tahun 1969.&nbsp;<br>Maria Magdalena yang pestanya kita rayakan hari ini, sudah duabelas kali namanya disebut dalam Injil bahwa ia adalah seorang saksi dari penyaliban, pemakaman dan kebangkitan Kristus. Oleh karena itu dalam bacaan Injil hari ini dikatakan bahwa Maria Magdalena adalah saksi pertama dari Kebangkitan Kristus, dan Maria Magdalena inilah yang lari mendapatkan Petrus dan Yohanes serta para rasul lainnya. Oleh karena itu Maria Magdalena dikenal sebagai &#8220;Rasul untuk para Rasul&#8221;&#8230;&#8221;the Apostle to the Apostles.&#8221; Dengan demikian pada tangal 3 Juni, 2016, Paus Fransiscus mengumumkan bahwa pada liturgi hari ini tidak hanya merayakannya sebagai peringatan wajib, tetapi diangkat menjadi tingkat pesta, bahwkan Paus Francis menyamakannya dengan hari-hari pesta para Rasul.lainnya.<br>Oleh karens itu bacaan hari ini menunjukkan bahwa Maria Magdalena berada dalam kesedihan yang mendalam. Ia meratap. Dan pagi itu keadaan masih cukup gelap, suatu pernyataan tidak hanya harafiah gelap, tetapi di pihak lain kegelapan itu secara symbolis bahwa Maria Magdalena kehilangan harapan. Ia bermaksud untuk mengurapi jenazah Yesus dengan minyak, suatu ritus yang sudah harus dilakukan pada saat Yesus wafat, namun tidak dapat dilakukan karena Hari Sabbath sudah dekat. Ketika ia datang ke makam, ternyata pintu makam telah terbuka. Batu yang menutupi pintu makam telah pindah dari tempatnya. Ia langsung lari menemui Petrus, menyampaikan bahwa seseorang telah mengambil jenazah Yesus dari makam. I terus menangis, ia berusaha melihat ke dalam makam, disana ia melihat dua orang malaikat dan kedua malaikat itu bertanya: &#8220;mengapa engkau menangis?&#8221;<br>Pada saat yang bersamaan, ia menoleh kesekitarnya dan ia melihat Tuhan, yang ketika itu Maria Magdalena kira bahwa orang yang ia lihat adalah seorang tukang kebun. Orang yang ia sangka seorang tukang kebun memanggil Maria Magdalena dengan nama. Dan pada saat itu ia mengenalnya, dan segera ia menjawab panggilan itu dengan mengatakan: &#8220;Rabbouni.&#8221; Pada kesempatan ini Yesus menampakan diri kepada Maria Magdalena sebagai orang yang bangkit secara lahiriah (Jesus appears in his resurrected body). Disini kemanusiaanNya tidak lagi dibatasi baik oleh waktu dan tempat, tetapi ia menampakan diriNya kepada mereka agar mereka percaya. Dan apakah yang Yesus minta Maria Magdalena lakukan? Yesus minta agar Maria Magdalena pergi dan menyampaikan kepada para rasul apa yang telah ia lihat. Yesus memberikan instruksi kepadanya dan menyampaikan:&#8230;&#8221;bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu.&#8221; Lalu Maria Magdalena pergi dan menyampaikan kepada para murid, &#8220;Aku telah melihat Tuhan! dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.&#8221;<br>Dari pengalaman singkat ini, kita dapat melihat penyajian terakhir dari kehidupan kita bersama Kristus. Kita bisa melihat potret yang nyata dari mystery Paskah &#8211; bahwa Kristus telah mati satu kali untuk semua, seperti yang dikatakan St. Paulus kepada jemaat di Korintus: &#8220;Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Krsistus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.&#8221; 2 Korintus 5:14-15. Dengan demikian kebangkitan Kristus membuat kita semua yakin akan suatu kehidupan yang baru. Meskipun kita &nbsp;semua sangat mungkin berada dalam kegelapan &nbsp;dosa, Yesus tetap akan memanggil kita kembali dengan nama. Yesus mengingatkan kita juga bahwa Allah adalah bapakNya dan juga bapak kita, Yesus adalah saudara kita. Dan Yesus juga memberi kita instruksi apa yang harus kita buat; dengan penuh harapan, dikuatkan dengan kehadiranNya dalam sakramen-sakramen, kita diutus untuk pergi dan mewartakan Kabar Gembira kepada orang lain. Cinta kepada Kristus mendorong kita untuk melakukan apa yang Ia perintahkan kepada kita. Amin.\n\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kidung Agung 3:1-4b. atau2 Korintus 5:14-17Yohanes 20:1-2, 11-18 Saudara-saudariku terkasih,St. Maria Magdalena yang pestanya kita rayakan hari ini adalah seorang yang kaya, wanita Yahudi dan yang berasal dari Kota Magdala yang juga dikenal sebagai kota penghasil ikan karena terletak di sebelah barat danau Galilea. Maria Magdalena adalah salah seorang wanita yang berjalan bersama Yesus dan para pengikutNya (Lukas 8;2-3), ia bukanlah Maria saudarinya Lazarus dari Bethany dan juga bukan seorang wanita tanpa nama yang dikenal sebagai wanita berdosa yang meminyaki&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8702\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8702","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8702","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8702"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8702\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8703,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8702\/revisions\/8703"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8702"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8702"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8702"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}