{"id":8765,"date":"2019-08-24T08:21:03","date_gmt":"2019-08-24T15:21:03","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8765"},"modified":"2019-08-24T08:21:03","modified_gmt":"2019-08-24T15:21:03","slug":"love-papua-and-the-papuans%ef%bb%bf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8765","title":{"rendered":"#Love Papua and the Papuans\ufeff"},"content":{"rendered":"\n<p><br><\/p>\n\n\n\n<p>Aug 24, 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Yoh 1:43-51<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini kita merayakan Pesta St. Bartolomeus, Rasul, yang di dalam Injil ini dikenal sebagai Natanael. Ia diperkenalkan sebagai sahabat Filipus. Awalnya ia skeptis tentang kedatangan Mesias yang datang dari Nazaret: \u201cAdalah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kita juga barangkali memiliki sikap seperti Natanael yakni cenderung memberi kategori yang bersifat negatif terhadap orang atau sekelompok orang. Entah karena alasan historis, budaya, asal-usul, suku, agama dan ras. Contoh yang paling nyata sekarang adalah kasus rasisme yang dialami oleh saudara-saudara kita dari Papua. Adakah sesuatu yang baik datang dari Papua? Papua terkenal sebagai salah satu provinsi terkaya di Indonesia. Selain kaya akan emas dan tembaga, juga pelbagai sumber daya alam yang melimpah ruah, dengan flora dan faunanya yang beraneka ragam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaannya: Apakah kita juga sungguh mencintai saudara-saudari kita ini? Secara warna kulit mereka berbeda. Secara budaya dan cara hidup mereka berbeda. Apakah dengan itu perbedaan-perbedaan mesti dijadikan alasan untuk saling mengejek, membully, dan mengganggap ras mereka sebagai rendah dan kurang manusiawi?<\/p>\n\n\n\n<p>Injil hari ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita berbeda asal, budaya dan tempat tinggal kita tetap dicintai sebagai anak-anak Allah. Kita memiliki asal-usul yang sama yakni Allah sendiri. Maka kita harus selalu mengedepankan rasa hormat akan perbedaan yang kita miliki.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika lahir misalnya, kita tidak pernah memilih untuk berwarna kulit seperti ini atau itu, berbahasa ini atau itu, berbudaya ini atau itu. Kita juga tidak pernah memilih untuk tidak dilahirkan di atau di luar Papua; juga kita tidak memilih untuk tidak menjadi anak Papua yang berkulit hitam dan berambut keriting. Semua yang kita terima, entah sebagai anak Papua atau bukan kita terima dengan cuma-cuma.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Allah menciptakan setiap kita baik adanya dengan pelbagai perbedaan dan keunikan dalam diri kita. Semoga kita mengapresiasi apa yang Tuhan berikan itu dan selalu terbuka satu sama lain untuk saling melengkapi demi memajukan kemanusiaan kita yang satu dan sama sebagai anak-anak dari Tuhan Pencipta yang satu dan sama.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aug 24, 2019 Yoh 1:43-51 Hari ini kita merayakan Pesta St. Bartolomeus, Rasul, yang di dalam Injil ini dikenal sebagai Natanael. Ia diperkenalkan sebagai sahabat Filipus. Awalnya ia skeptis tentang kedatangan Mesias yang datang dari Nazaret: \u201cAdalah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?\u201d Kita juga barangkali memiliki sikap seperti Natanael yakni cenderung memberi kategori yang bersifat negatif terhadap orang atau sekelompok orang. Entah karena alasan historis, budaya, asal-usul, suku, agama dan ras. Contoh yang paling nyata sekarang adalah kasus rasisme&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8765\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8765","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8765"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8765\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8766,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8765\/revisions\/8766"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}