{"id":8806,"date":"2019-09-08T14:35:22","date_gmt":"2019-09-08T21:35:22","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8806"},"modified":"2019-09-08T14:35:22","modified_gmt":"2019-09-08T21:35:22","slug":"melawan-fundamentalisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8806","title":{"rendered":"Melawan Fundamentalisme"},"content":{"rendered":"\n<p>9 September\n2019<\/p>\n\n\n\n<p>Peringatan\nSt. Petrus Claver<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 6:6-11<\/p>\n\n\n\n<p>Fundamentalisme adalah keputusan\nkita untuk memeluk sebuah pandangan atau paham sebagai satu-satunya yang benar\ndan akibatnya, yang lain dianggap sebagai\nsalah dan bahkan\nharus dimusnahkan. Meskipun kita dengan mudah mengasosiasikan fundamentalisme\ndengan agama, fundamentalisme dapat terjadi juga di berbagai aspek dari\nmasyarakat. Ada fundamentalisme\nagama, politik, ilmu pengetahuan\/science dan\nbahkan fundamentalisme ekonomi. Science tentunya baik dan bermanfaat bagi umat\nmanusia, tetapi ketika beberapa orang membuat science, terutama teori-teori tertentu,\nsebagai satu-satunya jalan untuk mengetahui kebenaran, maka kita memiliki\nfundamentalisme. Ekonomi sungguhnya\ndiperlukan bagi masyarakat untuk berfungsi,\ntetapi ketika kita\nmelihat keuntungan sebagai satu-satunya hal yang penting dan\nbahkan mengorbankan nyawa manusia dan lingkungan hidup untuk ini, maka kita telah jatuh ke dalam\nfundamentalisme.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini, kita mendengarkan Injil\nmenurut Lukas. Yesus mencoba membawa para Farisi kepada kebenaran sejati\nmengenai hari Sabat. Hari ini adalah hari kudus karena Tuhan menjadikan sarana\nbagi umat-Nya untuk beristirahat di dalam-Nya dan dengan Dia. Tetapi, saat\nsarana ini menjadi tujuan absolut, hari Sabat seolah-olah lebih penting dari\nmanusia yang seharusnya dibantu oleh hari Sabat untuk menemukan Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di jantung Ordo Dominikan adalah\nKebenaran. Dan St. Thomas Aquinas, seorang Dominikan dan salah satu pemikir\nterbesar, telah menunjukkan kepada kita bahwa Kebenaran ini dapat ditemukan juga di filsuf\npagan seperti Plato dan Aristoteles, pada\nsarjana Yahudi dan Muslim, dan teolog lain yang memiliki pandangan yang\nbertentangan. Dalam opus-nya, Summa Theologiea, kita dapat dengan mudah melihat\nbagaimana ia dengan\nnyaman dan teratur mengumpulkan semua pandangan, baik yang pro dan contra, menjadi\nkesatuan yang indah. St.\nThomas mengajarkan kita untuk tidak memonopoli kebenaran, tetapi dengan\nkerendahan hati, belajar juga dari orang lain, terutama mereka yang berbeda\ndari kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, kita mungkin menyadari\nbahwa kita tidak merangkul\nabsolutisme agama dan pandangan ekstrim, tapi fundamentalisme masih bisa merambat masuk ke dalam\nkehidupan kita sehari-hari. Ketika kita menjadi suami yang keras kepala\nyang berpikir bahwa kita selalu benar, ketika kita menjadi orang tua yang mendominasi dan yang menolak\nuntuk mendengarkan anak-anak kita,\nkita adalah fundamentalis. Ketika seorang imam bertindak seperti raja dan semua\numatnya harus mematuhi, ketika suster pimpinan berprilaku seperti ratu dan memperlakukan\nlainnya seperti pelayannya, ini adalah fundamentalisme. Kita harus ingat bahwa\nkita Katolik dan menjadi seorang Katolik fundamentalis sebenarnya kontradiksi.\nKatolik berarti universal, pria dan wanita bagi semua\norang, dan kita tidak boleh dibatasi oleh bentuk-bentuk\nfundamentalisme.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>9 September 2019 Peringatan St. Petrus Claver Lukas 6:6-11 Fundamentalisme adalah keputusan kita untuk memeluk sebuah pandangan atau paham sebagai satu-satunya yang benar dan akibatnya, yang lain dianggap sebagai salah dan bahkan harus dimusnahkan. Meskipun kita dengan mudah mengasosiasikan fundamentalisme dengan agama, fundamentalisme dapat terjadi juga di berbagai aspek dari masyarakat. Ada fundamentalisme agama, politik, ilmu pengetahuan\/science dan bahkan fundamentalisme ekonomi. Science tentunya baik dan bermanfaat bagi umat manusia, tetapi ketika beberapa orang membuat science, terutama teori-teori tertentu, sebagai satu-satunya&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8806\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8806","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8806","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8806"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8806\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8807,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8806\/revisions\/8807"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}