{"id":8812,"date":"2019-09-10T14:21:00","date_gmt":"2019-09-10T21:21:00","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8812"},"modified":"2019-09-10T14:21:00","modified_gmt":"2019-09-10T21:21:00","slug":"penghiburan-bagi-yang-miskin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8812","title":{"rendered":"Penghiburan bagi yang Miskin"},"content":{"rendered":"\n<p>Rabu dalam Pekan Biasa ke-23<\/p>\n\n\n\n<p>11 September 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 6:17-28<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201c<\/em><em>Tetapi celakalah kamu, hai\nkamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.\n(Lk. 6:24)\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kita mendengarkan hari ini tentang Sabda Bahagia,\ntetapi tidak seperti Sabda Bahagia yang terkenal dari Injil Matius, kita\nsekarang mendengarkan dari Injil Lukas. Tidak seperti Matius yang memiliki\ndelapan ucapan berkat, Lukas memiliki empat berkat dan empat \u201ccelaka\u201d.\nPerbedaan yang paling mencolok adalah ketika Matius tampaknya menekankan \u201corang\nmiskin di hadapan Allah atau miskin dalam roh\u201d, Lukas menekankan kemiskinan\ndalam arti yang lebih harfiah.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, dalam Injil hari ini, kita\nmendengarkan bahwa Yesus bersabda bahwa yang diberkati adalah orang miskin,\nyang lapar, yang menangis, dan yang dianiaya, dan bagi mereka yang kaya,\nkenyang, dan tertawa, \u201ccelakalah\u201d nasib mereka. Apakah Yesus seorang yang pro-miskin\ndan anti-kaya? Apakah Yesus ingin kita menderita, kelaparan, dan menjadi kurang\ngizi? Apakah Yesus tidak ingin kita dihargai secara adil atas kerja keras kita?\nApakah Yesus seorang yang sangat melankolis, yang berlarut-larut dalam\nkesedihan, dan tidak tahu bagaimana menikmati hidup?<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah pertanyaan sulit namun valid,\ndan untuk menjawab ini, kita perlu kembali ke zaman Yesus dan menemukan konteks\ndi balik perkataan Yesus. Pada abad pertama masehi, Palestina, mayoritas orang,\ntermasuk Yesus sendiri, adalah miskin, lapar dan tertindas. Mereka miskin bukan\nkarena mereka malas tetapi karena mereka hidup di dalam waktu yang sulit untuk\nhidup. Palestina dijajah oleh bangsa Romawi, dan merupakan praktik umum untuk\nmemungut pajak yang besar pada orang-orang Israel. Hanya beberapa bangsawan,\nbeberapa pemilik tanah, segelintir pengusaha kaya dan orang Israel yang bekerja\nuntuk orang-orang Romawi, seperti para pemungut pajak, menikmati kehidupan yang\nlebih baik. Orang-orang Israel biasa tidak hanya harus menghadapi orang-orang\nRomawi, tetapi mereka juga harus menderita di tangan sesama orang Israel yang\nserakah dan oportunistik yang hanya memikirkan bagaimana mereka bisa memperkaya\ndiri mereka sendiri. Itu adalah waktu yang sulit untuk hidup bagi orang-orang\nIsrael yang sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mengetahui konteks, Sabda Bahagia di\nInjil Lukas jauh lebih masuk akal sekarang. Yesus menjanjikan harapan dan\npenghiburan bagi mereka yang miskin dan menderita karena ketidakadilan, dan\nYesus mengecam mereka yang kaya melalui cara yang tidak jujur \u200b\u200bdan menindas.\nDengan demikian, kita tahu sekarang bahwa dengan Sabda Bahagia dan Sabda Celaka-Nya,\nYesus tidak membenci orang kaya, tetapi keserakahan dan ketidakadilan yang\nmeracuni hati orang-orang baik yang kaya maupun yang miskin. Ketika kita\nmemiliki kehidupan yang baik karena kerja keras dan usaha jujur \u200b\u200bkita, kita\nbersyukur kepada Tuhan. Ini adalah berkah! Namun, Yesus juga mengingatkan kita\nbahwa pada saat kita diberkati, kita jangan serakah, tetapi tetap rendah hati\ndan bahkan memiliki kepedulian terhadap saudara-saudari kita yang miskin,\nlapar, dan menangis karena ketidakadilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu dalam Pekan Biasa ke-23 11 September 2019 Lukas 6:17-28 \u201cTetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. (Lk. 6:24)\u201d Kita mendengarkan hari ini tentang Sabda Bahagia, tetapi tidak seperti Sabda Bahagia yang terkenal dari Injil Matius, kita sekarang mendengarkan dari Injil Lukas. Tidak seperti Matius yang memiliki delapan ucapan berkat, Lukas memiliki empat berkat dan empat \u201ccelaka\u201d. Perbedaan yang paling mencolok adalah ketika Matius tampaknya menekankan \u201corang miskin di hadapan Allah atau miskin&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8812\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8812","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8812"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8812\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8813,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8812\/revisions\/8813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}