{"id":8814,"date":"2019-09-11T14:33:50","date_gmt":"2019-09-11T21:33:50","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8814"},"modified":"2019-09-11T14:33:50","modified_gmt":"2019-09-11T21:33:50","slug":"berbelas-kasih-seperti-bapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8814","title":{"rendered":"Berbelas Kasih seperti Bapa"},"content":{"rendered":"\n<p>Kamis pada Pekan Biasa ke-23<\/p>\n\n\n\n<p>12 September 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 6: 27-38<\/p>\n\n\n\n<p>Hendaklah kamu berbelas kasih, sama seperti Bapamu adalah\nberbelas kasih (Lk. 6:36)<\/p>\n\n\n\n<p>Kemarin, kita mendengarkan ajaran Yesus\nKristus tentang Sabda Bahagia. Ini adalah serangkaian kondisi yang menuntun\nseseorang menuju hidup berkat atau kebahagiaan sejati. Hari ini, kita menemukan\nlangkah-langkah praktis tentang cara mencapai kebahagiaan sejati ini. Minggu\nlalu, kita belajar bahwa Sabda Bahagia Yesus adalah kebalikan dari tatanan\nkebahagiaan duniawi. Bagi dunia, menjadi tamak akan kekayaan, berpengaruh,\nterkenal, dan kuat secara seksual adalah syarat untuk kebahagiaan. Yesus\nmembalik tatanan ini dan mengatakan bahwa mereka yang murah hati, berbelas kasih\ndan murni hatinya adalah mereka yang benar-benar bahagia.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena Sabda Bahagia adalah kebalikan dari\ntatanan duniawi, demikian juga ajaran praktis Yesus tentang bagaimana mencapai\nSabda Bahagia ini. Dunia memberi tahu kita untuk membalas dendam, gigi ganti\ngigi, mata ganti mata, tetapi Yesus mengajarkan kita untuk mengampuni,\nmemberkati orang-orang yang mengutuk kita, dan berdoa bagi mereka yang\nmenganiaya kita. Dunia memberi tahu kita untuk memberikan sesuatu dengan\nmengharapkan balasannya. Ini bisnis dan investasi. Tetapi, Yesus memerintahkan\nkita untuk memberi dalam kemurahan hati, tanpa menghitung biayanya, tanpa\nmengharapkan imbalan. Dunia memberitahu kita untuk mencintai orang yang\nmencintai kita dan membenci orang yang membenci kita, tetapi Yesus mengajarkan\nbahwa kita mengasihi musuh kita dan berbuat baik kepada siapa yang membenci\nkita.<\/p>\n\n\n\n<p>Instruksi Yesus sangat sulit karena pada\nkenyataannya, itu bertentangan dengan kecenderungan alami yang kita miliki.\nKita mungkin memaafkan orang yang melakukan kesalahan kecil dan tidak\ndisengaja, seperti seseorang yang menginjak kaki kita. Namun, bagaimana kita\nakan mangasihi seseorang yang menindas kita, menurunkan harga diri kita, dan\nmenyebabkan depresi? Bagaimana kita akan memaafkan seseorang yang mengkhianati\nkepercayaan kita, mencuri dari kita, dan memanfaatkan kita untuk kepentingan\npribadi mereka? Bagaimana kita akan menerima seseorang yang melakukan pelecehan\nseksual dan fisik terhadap kita? Bagaimana kita bisa berbuat baik kepada\nseseorang yang membunuh anggota keluarga kita? Bagaimana kita akan memaafkan\nseseorang yang tidak pernah meminta pengampunan kita?<\/p>\n\n\n\n<p>Manusia seperti kita, hampir mustahil untuk\nmengikuti ajaran Yesus. Namun, itu tidak sepenuhnya mustahil karena kita bukan\nbinatang yang secara membabi buta mengikuti naluri, tetapi kita diciptakan\nmenurut citra Allah yang berbelas kasihan. Yesus tidak mengajarkan kita hal\nyang mustahil karena Dia tahu siapa kita sebenarnya, anak-anak Allah. Jika\nAllah bisa berbelas kasih kepada yang jahat dan yang tidak tahu berterima\nkasih, jika Ia menurunkan hujan untuk yang baik dan yang buruk, jika Ia\nmenyediakan bagi orang kudus dan orang berdosa, kita juga bisa menjadi seperti\nDia.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis pada Pekan Biasa ke-23 12 September 2019 Lukas 6: 27-38 Hendaklah kamu berbelas kasih, sama seperti Bapamu adalah berbelas kasih (Lk. 6:36) Kemarin, kita mendengarkan ajaran Yesus Kristus tentang Sabda Bahagia. Ini adalah serangkaian kondisi yang menuntun seseorang menuju hidup berkat atau kebahagiaan sejati. Hari ini, kita menemukan langkah-langkah praktis tentang cara mencapai kebahagiaan sejati ini. Minggu lalu, kita belajar bahwa Sabda Bahagia Yesus adalah kebalikan dari tatanan kebahagiaan duniawi. Bagi dunia, menjadi tamak akan kekayaan, berpengaruh, terkenal, dan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8814\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8814","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8814","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8814"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8814\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8815,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8814\/revisions\/8815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}