{"id":8817,"date":"2019-09-12T18:44:13","date_gmt":"2019-09-13T01:44:13","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8817"},"modified":"2019-09-12T18:44:13","modified_gmt":"2019-09-13T01:44:13","slug":"pembentukan-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8817","title":{"rendered":"Pembentukan Hati"},"content":{"rendered":"\n<p><br>Jumat pada Pekan Biasa ke-23<\/p>\n\n\n\n<p>Peringatan St. Yohanes Krisostomus<\/p>\n\n\n\n<p>13 September 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 6: 39-42<\/p>\n\n\n\n<p>Tiga hari terakhir ini, kita telah\nmendengarkan serangkaian ajaran Yesus yang diberikan di Dataran [Luk 6]. Dua hari\nyang lalu, kita membaca tentang Sabda Bahagia. Ini adalah serangkaian kondisi\nyang menuntun kita menuju kebahagiaan dan berkat sejati. Kemarin kita\nmendapatkan beberapa langkah praktis untuk mencapai Sabda Bahagia ini. Dan hari\nini, kita menemukan inti dari ajaran Yesus: ini adalah pembentukan hati manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Di dunia saat ini, \u201chati\u201d umumnya\nmelambangkan sumber kasih sayang, perasaan, dan cinta. Orang Filipina sangat\nsenang dengan permainan bola basket, dan mereka memberikan dukungan terbaik\nmereka setiap kali tim nasional mereka bersaing di turnamen internasional.\nSeruan mereka bagi tim national mereka adalah &#8220;Laban! Puso! \u201dSecara\nharfiah diterjemahkan sebagai\u201c Berjuang dengan sepenuh hati! \u201dTentunya, hati di\nsini mengacu pada hasrat yang membara untuk mengatasi tantangan besar di setiap\npertandingan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, kata \u201cHati\u201d dalam Alkitab memiliki\narti yang sedikit berbeda. Hati di dalam Alkitab bukan hanya sumber kehidupan\nemosional kita, tetapi juga pusat kekuatan hidup, dan kepribadian manusia. Ini\njuga merupakan tahta hati nurani manusia, akal budi dan kebebasan. Jadi, ketika\nYesus berkata, \u201cOrang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari\nperbendaharaan hatinya yang baik &#8230;\u201d ini bukan hanya berarti bahwa orang\ntersebut memiliki perasaan-perasaan yang mendukungnya melakukan perbuatan baik.\nIni berarti seseorang memiliki orientasi mendasar, sikap stabil dan karakter\npermanen untuk memilih dan berbuat baik, walaupun terkadang perasaannya tidak\nmendukungnya berbuat baik. Bagi Yesus, hati bukan hanya perasaan, tetapi juga\ntindakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Kitab Suci pembentukan hati berarti\npembentukan manusia secara total. Yesus memahami bahwa kecuali kita memiliki\nkarakter pria atau wanita yang baik, kita hanya melakukan sandiwara, dan\nmenjadi orang munafik di hadapan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana kita akan membentuk hati kita?\nYesus memberi kita petunjuk ketika Dia berkata, \u201cdari kepenuhan hati, mulut\nberbicara.\u201d Pertanyaannya kemudian adalah: apa yang memenuhi hati kita? Apakah\nhal-hal yang jahat, atau hal yang baik dan suci? Apakah kita memiliki Allah di\ndalam hati kita? Apa yang memenuhi hati kita? Apakah kita mengisi hati kita\ndengan hal-hal yang saleh? Apakah kita membiarkan Tuhan berkuasa di hati kita?<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat pada Pekan Biasa ke-23 Peringatan St. Yohanes Krisostomus 13 September 2019 Lukas 6: 39-42 Tiga hari terakhir ini, kita telah mendengarkan serangkaian ajaran Yesus yang diberikan di Dataran [Luk 6]. Dua hari yang lalu, kita membaca tentang Sabda Bahagia. Ini adalah serangkaian kondisi yang menuntun kita menuju kebahagiaan dan berkat sejati. Kemarin kita mendapatkan beberapa langkah praktis untuk mencapai Sabda Bahagia ini. Dan hari ini, kita menemukan inti dari ajaran Yesus: ini adalah pembentukan hati manusia. Di dunia saat&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8817\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8817","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8817"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8817\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8818,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8817\/revisions\/8818"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}