{"id":8819,"date":"2019-09-13T14:38:38","date_gmt":"2019-09-13T21:38:38","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=8819"},"modified":"2019-09-13T14:38:38","modified_gmt":"2019-09-13T21:38:38","slug":"lihatlah-kristus-yang-tersalib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8819","title":{"rendered":"Lihatlah Kristus yang Tersalib"},"content":{"rendered":"\n<p><br>Pesta Salib Suci<\/p>\n\n\n\n<p>14 September\n2019<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 3:13-17<\/p>\n\n\n\n<p>Sudah dari bab 3 Injil Yohanes, Yesus menyadari bahwa Ia akan menderita dan\nwafat di kayu salib. Penyaliban adalah hukuman terburuk pada zaman dahulu.\nHukuman ini diperuntukkan bagi para pemberontak dan kriminal yang paling jahat.\nBagi orang Yahudi, kematian di atas pohon dianggap terkutuk oleh Allah (Ul 21:\n22-23). Dengan mati di kayu salib, Yesus dilihat oleh orang-orang sezaman-Nya\nsebagai penjahat, aib besar terhadap keluarga dan bangsa, dan telah dikutuk\noleh Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, Yesus melihat kematian-Nya di kayu salib, bukan dalam perspektif\nnegatif ini, melainkan Ia menyamai diri-Nya seperti ular tembaga yang diangkat\nMusa di padang gurun. Dalam kitab Bilangan (21: 4-9), orang Israel mengeluh\nkepada Tuhan dan Musa di padang gurun. Mereka tidak suka Manna meski telah\ndiberikan Tuhan secara cuma-cuma dan penuh Mujizat. Tuhan pun mengirim\nular-ular tedung untuk menghukum orang Israel. Ketika orang Israel bertobat,\nMusa mengangkat ular tembaga di atas tiang, sehingga orang-orang yang\nmelihatnya, akan disembuhkan dari gigitan ular dan hidup. Kita melihat bahwa\nular yang menjadi alat penghukuman dan kematian ternyata menjadi alat\npenyembuhan dan kehidupan. Seperti ular, salib pada awalnya merupakan alat\npenyiksaan dan kematian, tetapi Tuhan mengubahnya menjadi sarana pengampunan\ndan penyelamatan. Oleh karena itu, seperti orang Israel yang melihat ular\ntembaga, mereka yang melihat Yesus yang tersalib dan percaya kepada Dia akan\nmemiliki hidup yang kekal.<\/p>\n\n\n\n<p>Iman kepada Yesus tersalib sangat penting dalam kehidupan setiap orang\nKristiani. Namun, kita, umat Katolik, tampaknya menghidupi iman ini dan\nayat-ayat Injil dengan penuh semangat. Kita tidak hanya memiliki iman kepada\nYesus yang tersalib; Kita benar-benar memandang Dia di kayu salib. Di setiap\ngereja, kita melihat salib baik di dalam maupun di luar gedung. Di\nsekolah-sekolah Katolik, rumah sakit, dan rumah, salib tergantung di hampir\nsetiap dinding. Salib juga tidak dapat dipisahkan dari kegiatan keagamaan dan\nliturgis kita. Pedoman Umum Misale Romawi no. 117 bahkan menyatakan, &#8220;Hendaknya\nada sebuah salib dengan sosok Kristus tersalib yang dipajang pada altar atau di\ndekatnya.&#8221; Rosario kita selalu dimulai dengan salib dan diakhiri dengan\nmenciumnya. Selama Jalan Salib, kita berlutut di depan salib, dan menyatakan,\n&#8220;Kita memuji Engkau, ya Kristus. Karena, oleh salib-Mu kudus, Engkau telah\nmenebus dunia.\u201d Bahkan, selama ritual exorsisme, seorang imam menggunakan salib,\nkhususnya salib St. Benediktus, sebagai sarana yang sangat kuat melawan roh-roh\njahat. Akhirnya, kita membuat tanda salib setiap kali kita berdoa karena kita\nmengetahui bahwa keselamatan kita berasal dari &nbsp;Yesus yang disalibkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti orang Israel di padang gurun melihat ular tembaga, kita juga\nmelihat Yesus di kayu salib. Saat orang Israel disembuhkan dan hidup, kita juga\ndiselamatkan dan memiliki hidup yang kekal karena kita beriman kepada Anak\nManusia yang diangkat ke atas kayu salib. Masa Prapaskah ini, kita diajak\nsekali lagi untuk merefleksikan makna salib dalam kehidupan kita. Apakah salib\nhanyalah sekedar aksesori atau ornamen cantik untuk rumah kita? Apakah membuat\ntanda salib merupakan sebuah rutinitas yang tidak berarti? Apakah kita malu\ndengan salib Kristus? Apakah artinya bagi kita hidup sebagai orang yang menatap\nsalib Yesus?<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesta Salib Suci 14 September 2019 Yohanes 3:13-17 Sudah dari bab 3 Injil Yohanes, Yesus menyadari bahwa Ia akan menderita dan wafat di kayu salib. Penyaliban adalah hukuman terburuk pada zaman dahulu. Hukuman ini diperuntukkan bagi para pemberontak dan kriminal yang paling jahat. Bagi orang Yahudi, kematian di atas pohon dianggap terkutuk oleh Allah (Ul 21: 22-23). Dengan mati di kayu salib, Yesus dilihat oleh orang-orang sezaman-Nya sebagai penjahat, aib besar terhadap keluarga dan bangsa, dan telah dikutuk oleh Allah&#8230;.<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=8819\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8819","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8819"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8819\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8820,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8819\/revisions\/8820"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}