{"id":9088,"date":"2019-12-29T17:41:04","date_gmt":"2019-12-30T01:41:04","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9088"},"modified":"2019-12-29T17:41:04","modified_gmt":"2019-12-30T01:41:04","slug":"hana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9088","title":{"rendered":"Hana"},"content":{"rendered":"\n<p><br>Hari keenam di Oktaf Natal<\/p>\n\n\n\n<p>30 Desember 2017<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 2: 36-40<\/p>\n\n\n\n<p>Injil berbicara tentang seorang wanita. Dia bernama Hana. Lukas memberi\nidentitas yang cukup lengkap tentang Hana. Kita tahu nama ayahnya, kita pun\ndiberitahu suku asalnya. Lukas juga bahkan menyebutkan usia perkawinannya\nsebelum suaminya meninggal, dan berapa tahun dia telah menjadi seorang janda.\nTak sampai di situ, Lukas juga menjabarkan apa yang dilakukan oleh Hana di\ndalam Bait Allah. &nbsp;Dia disebut sebagai\nseorang nabi yang menunggu penebusan Yahwe.<\/p>\n\n\n\n<p>Hana berasal dari suku Asher, dan suku Asher adalah salah satu suku Israel\nyang telah hilang saat Asyur menghancurkan kerajaan Israel. Hana menjadi simbol\ndari mereka yang menantikan Mesias yang akan membawa kembali suku-suku Israel\nyang hilang. <\/p>\n\n\n\n<p>Hana juga adalah seorang janda. Para janda pada umumnya adalah kaum yang\npaling lemah, miskin dan paling rentan pada penindasan karena mereka tidak lagi\nmemiliki pelindung. Di sisi lain, Hana adalah seorang Yahudi yang saleh dan\nmencintai rumah Tuhan. Dia bahkan tidak pernah meninggal Bait Allah dan\nmenghabiskan hidupnya untuk berdoa dan berpuasa. Hana menjadi simbol bagi\norang-orang lemah dan tertindas pada zamannya yang hanya bisa mengantungkan\nhidupnya pada Tuhan. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, Hana diberi rahmat oleh Tuhan untuk menjadi nabi-Nya. Di dalam Kitab\nSuci, jarang sekali kita melihat seorang nabi yang adalah perempuan, tetapi\nTuhan tidak membuat tugas kenabian terbatas pada kaum laki-laki atau\nberdasarkan garis keturunan. Setiap orang yang diberi rahmat dan khidmat Tuhan,\nbisa menjadi seorang nabi-Nya. Secara khusus, Hana diberi rahmat untuk melihat\nrencana penebusan Tuhan terjadi di dalam hidupnya. Tidak heran jika Hana dapat\ndengan segera mengenali Yesus yang adalah Mesiah yang akan membawa penebusan\nterhadap bangsa Israel. <\/p>\n\n\n\n<p>Hana menjadi teladan bagi kita semua untuk tetap percaya kepada Tuhan,\nwalaupun hidup seolah-olah tidak menemukan banyak arti dan tanpa tujuan jelas. Hana\nmenjadi contoh bagi kita untuk tidak pernah menyerah walaupun kita harus\nmenunggu dalam waktu yang cukup lama dari penebusan Tuhan. Hana juga menjadi\ninspirasi bagi kita bahwa hanya karena kesetiaan dalam doa dan imanlah, kita dimampukan untuk melihat keselamatan\ndalam hidup kita di dalam bentuk yang paling tidak terduga.<\/p>\n\n\n\n<p>Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari keenam di Oktaf Natal 30 Desember 2017 Lukas 2: 36-40 Injil berbicara tentang seorang wanita. Dia bernama Hana. Lukas memberi identitas yang cukup lengkap tentang Hana. Kita tahu nama ayahnya, kita pun diberitahu suku asalnya. Lukas juga bahkan menyebutkan usia perkawinannya sebelum suaminya meninggal, dan berapa tahun dia telah menjadi seorang janda. Tak sampai di situ, Lukas juga menjabarkan apa yang dilakukan oleh Hana di dalam Bait Allah. &nbsp;Dia disebut sebagai seorang nabi yang menunggu penebusan Yahwe. Hana berasal&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9088\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9088","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9088","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9088"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9088\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9089,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9088\/revisions\/9089"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9088"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9088"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9088"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}