{"id":9090,"date":"2019-12-30T18:47:32","date_gmt":"2019-12-31T02:47:32","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9090"},"modified":"2019-12-30T18:47:32","modified_gmt":"2019-12-31T02:47:32","slug":"firman-menjadi-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9090","title":{"rendered":"Firman Menjadi Manusia"},"content":{"rendered":"\n<p>Hari\nKetujuh pada Oktaf Natal<\/p>\n\n\n\n<p>31 Desember 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 1: 1-18<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201c<\/em><em>Firman\nitu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat\nkemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal\nBapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.<\/em><em> <\/em><em>(Yoh\n1:14)\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Natal adalah salah satu hari yang paling menggembirakan di dalam Gereja.\nTapi, apa yang membuat kita gembira Natal ini? <\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes Penginjil menggambarkan kelahiran Yesus hanya dalam satu kalimat,\n&#8220;dan Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita.&#8221;\nIni adalah kalimat yang sangat pendek namun penuh daya. Firman menjadi manusia\nsejati. Dia menghirup udara yang kita hirup, merasakan apa yang kita rasakan,\ndan bekerja untuk mencari nafkah seperti halnya banyak dari kita. Dia adalah\nmanusia seperti kita dalam segala hal kecuali dosa (lihat Ibr 4:15).<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, manusia ini juga sangat berbeda dengan kita, karena dia adalah\nFirman. Siapakah Firman ini? Pada awal Injilnya, Yohanes penginjil memberi kita\ndeskripsi Firman yang sangat singkat tetapi penuh kekuatan. Firman bersama\nTuhan sejak awal, dan Firman itu adalah Tuhan. Dengan keberanian, Yohanes\npenginjil menyatakan bahwa Firman ini adalah Allah Putra, pribadi ilahi yang\nkedua dari Tritunggal Mahakudus. Dia telah ada bersama dengan Allah Bapa dalam\nkekekalan, dan hanya melalui Dia, semua ciptaan ada. Saat Maria menerima Kabar\nSukacita, Firman yang Maha Kuasa ini menjadi manusia, dan pada hari Natal, Dia\nlahir di Betlehem.<\/p>\n\n\n\n<p>Memang benar bahwa kisah kelahiran Yesus di Lukas dan Matius lebih hidup dan\npanjang dibandingkan dengan Yohanes. Matius memiliki tiga orang Majus, dan\nLukas memiliki malaikat dan gembala. Namun, meski singkat, hanya Yohanes yang\nmenghubungkan Natal dengan sang Firman. Natal mencapai makna terdalamnya saat\nkita dapat menemukan sang Firman, Putra Allah, yang memutuskan untuk dilahirkan\nsebagai manusia. Lalu mengapa Tuhan memilih untuk menjadi seorang manusia,\nrapuh, rentan terhadap rasa sakit dan penderitaan, dan fana seperti kita?<\/p>\n\n\n\n<p>Satu-satunya jawabannya adalah cinta kasih. Tuhan adalah kasih (1 Yoh 4: 8)\ndan Tuhan sangat mengasihi kita, sehingga Dia memberi Putra-Nya bagi kita.\nTuhan sangat mencintai kita, sampai-sampai Ia menjadi salah satu dari kita, dan\ndengan menjadi seorang manusia, kita dimungkinkan merasakan kasih-Nya dengan\ncara yang paling radikal. Kita bisa membahas berbagai teori cinta dengan\npanjang lebar, tapi tanpa tindakan nyata, cinta kasih itu tidak ada artinya.\nJadi, cinta kasih Tuhan diwujud nyatakan dengan cara yang paling konkret saat Ia\nmenjadi manusia. Kita mungkin tidak mengerti mengapa Ia mencintai kita seperti\nini, tapi Tuhan seperti seorang ibu yang sangat mencintai bayi yang baru lahir,\nakan melakukan apapun untuk memastikan kesejahteraan sang bayi, bahkan sampai\nmengorbankan nyawanya sendiri. Natal memang merupakan salah satu peristiwa\nterindah karena disini kita bisa merasakan dan menghargai kasih Tuhan dengan\ncara yang paling radikal. Itu adalah karunia cinta kasih, dan hanya cinta\nsejati yang bisa membuat kita benar-benar bahagia.<\/p>\n\n\n\n<p>Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Natal adalah salah satu hari yang paling menggembirakan di dalam Gereja. Tapi, apa yang membuat kita gembira Natal ini?<br \/>\nYohanes Penginjil menggambarkan kelahiran Yesus hanya dalam satu kalimat, &#8220;dan Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita.&#8221; Ini adalah kalimat yang sangat pendek namun penuh daya. Firman menjadi manusia sejati. Dia menghirup udara yang kita hirup, merasakan apa yang kita rasakan, dan bekerja untuk mencari nafkah seperti halnya banyak dari kita. Dia adalah manusia seperti kita dalam segala hal kecuali dosa (lihat Ibr 4:15).<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9090","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9090"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9090\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9091,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9090\/revisions\/9091"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}