{"id":9095,"date":"2020-01-01T18:29:31","date_gmt":"2020-01-02T02:29:31","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9095"},"modified":"2020-01-01T18:29:31","modified_gmt":"2020-01-02T02:29:31","slug":"yohanes-sang-saksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9095","title":{"rendered":"Yohanes, Sang Saksi"},"content":{"rendered":"\n<p>Perayaan St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari Nazianze<\/p>\n\n\n\n<p>2 Januari 2020<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 1: 19-28<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Injil Keempat, Yohanes Pembaptis memiliki peran penting. Bukan hanya\nmembaptis, tetapi menjadi saksi. Ia harus bersaksi tentang terang, Mesias yang\nsejati, kepada Yesus Kristus. Ketika para imam, orang-orang Lewi, dan\norang-orang Farisi dari Yerusalem, datang kepadanya, dan menginterogasinya\nuntuk menjelaskan identitasnya, ia menjelaskan bahwa ia bukan Mesias, bahkan\nbukan nabi, melainkan mengatakan &#8220;suara yang berseru di gurun. \u201d Sepertinya\nhal ini mudah dilakukan bagi Yohanes. Tetapi apakah hal ini sungguh hal yang\nmudah dilakukan oleh Yahones?<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes Pembaptis adalah orang yang sangat populer dan berpengaruh. Dia\nmampu menarik banyak orang dari seluruh penjuru Palestina. Orang-orang\nmendengarkannya dan meminta dibaptis. Dia adalah seorang pengkhotbah karismatik\nyang mengubah banyak kehidupan orang Yahudi. Ketika diberikan dengan begitu\nbanyak keberhasilan dan pujian, lebih mudah bagi Yohanes untuk melihat dirinya\nsebagai aktor terbaik dan utama. Dia bisa berkata kepada para imam, \u201cAkulah\nterang, sang Mesias. Lihat berapa banyak orang yang mengikuti dan berkumpul di\nsekitar saya! \u201dIa telah menjadi lambang pengkhotbah yang sukses. Namun, ia\ntidak mengklaim pujian untuk dirinya sendiri, tetapi menunjuk ke cahaya yang\nbenar, sang Mesias.<\/p>\n\n\n\n<p>Masyarakat modern kita mungkin terkejut dengan sikap Yohanes Pembaptis.\nMasyarakat kita digerakkan oleh kesuksesan dan prestasi. Kita diajarkan untuk\nberpikir positif, untuk merasa baik tentang diri kita sendiri, untuk\nmenghindari kegagalan. Kita dilatih untuk mencapai impian kita, untuk bersaing\nuntuk menjadi yang terbaik, dan untuk percaya pada kemampuan kita. Buku,\nartikel, dan video tentang self-help, pembinaan keberhasilan, pemikiran\npositif, kepemimpinan yang efektif, dan manajemen yang efisien sedang membanjiri\ntoko buku, televisi, dan internet kita. Saya juga harus mengakui bahwa saya\nmenggunakan metode manajemen waktu &#8220;Pomodoro&#8221; untuk membantu saya\nmenyelesaikan refleksi ini. Kita hidup di dunia yang percaya diri dan percaya\nbahwa kita dapat mencapai apa pun. Langit adalah batasnya!<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak heran jika nilai masyarakat kontemporer kita bertentangan dengan\nnilai Yohanes. Kita dapat mengatakan bahwa Yohanes tidak boleh menganggap\ndirinya terlalu rendah, ia harus memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi,\natau ia tidak boleh terlalu pesimistis. Namun, ini bukan tentang Yohanes\nmemiliki harga diri yang rendah. Tindakan Yohanes yang rendah hati adalah sebuah\nbentuk kenabian, tidak hanya untuk zamannya sendiri, tetapi juga untuk zaman\nkita. Kesaksiannya menunjuk pada pengakuan radikal bahwa Allah adalah sumber\ndari semua kebaikan kita dan hanya kepada Allah, semua kesempurnaan ini akan\nkembali. Saya tidak mengatakan bahwa banyak materi motivasi yang dihasilkan\noleh generasi kita tidak baik. Mereka sebenarnya membantu untuk mengeluarkan\nyang terbaik dari kita. Namun, bahayanya adalah ketika kita mulai berpikir\nbahwa kita dapat melakukan berbagai hal sendiri. Dengan begitu banyak prestasi,\ndunia saat ini mulai percaya bahwa Tuhan tidak perlu, dan kita mulai bermain\nTuhan. Kita menghancurkan lingkungan, memanipulasi kehidupan manusia, dan\nmenyalahgunakan diri kita sendiri. Pada dasarnya semua ini adalah keangkuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kehidupan Yohanes menjadi saksi bagi terang sejati, sumber sejati segala\nkebaikan. Tindakan kenabiannya mengingatkan kita tentang apa yang paling\npenting dalam hidup kita. Undangan bagi kita sekarang bukan hanya untuk menjadi\nrendah hati dengan mengakui kehadiran Tuhan dalam semua pencapaian kita, dan\nbersyukur kepada-Nya. Namun, seperti Yohanes, kita dan hidup kita harus menjadi\ntanda yang menunjuk kepada Allah sendiri. Ini bukan lagi tentang kita, tetapi\nTuhan yang bekerja di dalam kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perayaan St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari Nazianze<br \/>\n2 Januari 2020<br \/>\nYohanes 1: 19-28<\/p>\n<p>Dalam Injil Keempat, Yohanes Pembaptis memiliki peran penting. Bukan hanya membaptis, tetapi menjadi saksi. Ia harus bersaksi tentang terang, Mesias yang sejati, kepada Yesus Kristus. Ketika para imam, orang-orang Lewi, dan orang-orang Farisi dari Yerusalem, datang kepadanya, dan menginterogasinya untuk menjelaskan identitasnya, ia menjelaskan bahwa ia bukan Mesias, bahkan bukan nabi, melainkan mengatakan &#8220;suara yang berseru di gurun. \u201d Sepertinya hal ini mudah dilakukan bagi Yohanes. Tetapi apakah hal ini sungguh hal yang mudah dilakukan oleh Yahones?<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9095","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9095"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9095\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9096,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9095\/revisions\/9096"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}