{"id":9097,"date":"2020-01-02T17:19:16","date_gmt":"2020-01-03T01:19:16","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9097"},"modified":"2020-01-02T17:19:16","modified_gmt":"2020-01-03T01:19:16","slug":"anak-domba-anak-domba-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9097","title":{"rendered":"Anak Domba &#8211; Anak Domba Allah"},"content":{"rendered":"\n<p>Jumat\npada Masa Natal<\/p>\n\n\n\n<p>3\nJanuari 2020<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes\n1:29-34<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cLihatlah Anak\ndomba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yoh 1:29).\u201d<\/em><em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes Pembaptis menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah\nyang menghapus dosa dunia. Gelar ini akhirnya menjadi bagian dari Ekaristi dan kita\nsetia mendaraskan atau menyanyikan \u2018Anak Domba Allah\u2019 sebelum kita menerima\nkomuni. Tapi, apa artinya? Mengapa harus anak domba? Bukan orangutan, jerapah atau\nkomodo? Mengapa hewan, bukan tanaman, buah atau ponsel? Untuk membuatnya lebih\ndimengerti, kita harus kembali ke ritual\nperjamuan Paskah bangsa\nYahudi.<\/p>\n\n\n\n<p>Perjamuan Paskah pertama terjadi sebelum bangsa\nIbrani melepaskan diri dari\nperbudakan Mesir. Setiap keluarga harus menyembelih domba yang\ntak bercacat, mengoleskan darahnya di palang pintu, dan memanggang domba itu sebelum seluruh keluarga mengkonsumsinya. Cerita\nberlanjut bahwa malaikat Allah datang untuk mengambil anak sulung bangsa Mesir,\nnamun, ia melewati rumah keluarga Ibrani karena darah Anak Domba ini\n(lihat Kel 12). Peristiwa\nbersejarah ini kemudian dilembagakan dan menjadi perayaan tahunan bagi\norang-orang Yahudi, bahkan sampai hari ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, Yohanes Pembaptis mewartakan wahyu baru: Yesus adalah Anak Domba, tidak hanya setiap\ndomba seremonial, melainkan dari Allah. Domba Allah ini memiliki misi yang\nlebih unggul yang pertama domba Paskah: untuk menghapus dosa dunia. Domba ini\nakan dikorbankan di kayu salib dan darah-Nya akan dicurahkan untuk keselamatan\nkita. Seperti domba Paskah dikonsumsi oleh orang-orang Yahudi, Anak Domba Allah\njuga disantap dalam Ekaristi. Dengan demikian, sudah selayaknya bagi kita untuk\nmengingat Yesus sebagai Anak Domba Allah tepat sebelum kita menyantap Tubuh-Nya dalam Misa.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, benar juga bahwa bagi banyak dari kita, domba tidak\nmemiliki makna\nyang mendalam.\nSiapa di antara kita memiliki\npengalaman menyentuh hewan berkaki empat ini? Saya sendiri harus\nmengakui tidak memiliki pengalaman langsung dengan mamalia imut ini, kecuali ketika saya memakannya di restoran! Namun, kita semua\ntahu apa artinya berkorban untuk\norang-orang yang kita cintai. Seorang istri setia merawat suaminya\nyang semakin tua dan\nsakit-sakitan. Orang tua memberikan semua usaha, waktu dan uang mereka\nagar anak-anak mereka bisa\nmendapatkan pendidikan terbaik. Seorang wanita meninggalkan karir yang\nmenjanjikan, memasuki biara dan melayani orang miskin dan tunawisma\nsepanjang hidupnya. Pengorbanan\nmendatangkan rasa sakit, itu melepaskan hal-hal\nterbaik yang\nkita\nmiliki, waktu, hidup dan\nmasa depan kita. Namun, tidak ada\njaminan semua pengorbanan akan\ndihargai sepenuhnya. Tapi, kita\nterus berkorban karena kita tahu bahwa ini\nadalah untuk yang terbaik dari\norang yang kita cintai. Jika kita diberdayakan untuk memberikan diri kita\nsebagai korban, kita telah menjadi anak domba kecil Allah. Kita mengorbankan\ndiri kita sendiri karena Yesus telah mengorbankan diri-Nya bagi kita dan\nmembuat pengorbanan kita sendiri bermakna dan berbuah.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap kali, kita berpartisipasi dalam Ekaristi, kita\ningat Seseorang telah mengasihi kita begitu besar dan mengorbankan diri-Nya\nbagi kita, dan kita masih menerima buah-buahnya sampai hari ini. Sekarang, kita\njuga dipanggil untuk menjadi anak domba kecil Allah\nuntuk orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat pada Masa Natal<br \/>\n3 Januari 2020<br \/>\nYohanes 1:29-34<\/p>\n<p>\u201cLihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yoh 1:29).\u201d<\/p>\n<p>Yohanes Pembaptis menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Gelar ini akhirnya menjadi bagian dari Ekaristi dan kita setia mendaraskan atau menyanyikan \u2018Anak Domba Allah\u2019 sebelum kita menerima komuni. Tapi, apa artinya? Mengapa harus anak domba? Bukan orangutan, jerapah atau komodo? Mengapa hewan, bukan tanaman, buah atau ponsel? Untuk membuatnya lebih dimengerti, kita harus kembali ke ritual perjamuan Paskah bangsa Yahudi.<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9097","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9097","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9097"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9097\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9098,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9097\/revisions\/9098"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9097"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9097"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}