{"id":9099,"date":"2020-01-04T02:52:56","date_gmt":"2020-01-04T10:52:56","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9099"},"modified":"2020-01-04T02:52:56","modified_gmt":"2020-01-04T10:52:56","slug":"datanglah-dan-alamilah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9099","title":{"rendered":"Datanglah dan Alamilah"},"content":{"rendered":"\n<p>Sabtu\npada Masa Natal<\/p>\n\n\n\n<p>Januari 4, 2020<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 1:35-42<\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cKata mereka kepada-Nya:\n\u2018Rabi, di manakah Engkau tinggal?\u2019 Ia berkata kepada mereka, \u2018Datang dan\nlihatlah.\u201d&nbsp; (Yoh 1: 38-39)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Injil Yohanes, kita tidak akan menemukan kata \u201crasul\u201d atau seseorang\nyang diutus untuk memberitakan Injil. Yohanes Penginjil secara konsisten\nmemanggil orang-orang yang dengan setia mengikuti Yesus sebagai seorang murid.\nKenapa demikian? Mungkin, Yohanes penginjil ingin menunjukkan kepada kita bahwa\naspek terpenting dan mendasar dari menjadi pengikut Yesus adalah benar-benar\nmenjadi seorang murid.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa artinya menjadi murid di zaman Yesus? Kita biasanya memahami bahwa\nseorang murid sebagai orang yang belajar di sekolah tertentu yang dilengkapi dengan\nbangunan, fasilitas dan sistem pembelajarannya. Seperti Frater Bayu adalah\nmurid di Universitas Santo Tomas, dan setiap hari Senin sampai Jumat, dia harus\nmenghadiri kelas di kampus Manila. Saya diharapkan untuk memahami ilmu teologi,\nseperti teologi St. Paulus atau menguasai keterampilan khusus seperti\nberkhotbah. Pada akhir semester, saya diharuskan lulus ujian untuk membuktikan\nbahwa saya telah menguasai ilmu atau keterampilan yang diharapkan. Jika saya\ngagal, saya harus mengambil ujian ulang atau mengulang kembali mata kuliah yang\ngagal. Tentunya, ini adalah cara sederhana untuk membayangkan sistem\npembelajaran di zaman kita, tetapi jika kita ingin menjadi murid pada masa\nYesus, kita harus memasuki dunia yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika Andreas atau Petrus menjadi murid Yesus, ini tidak berarti bahwa\nmereka akan menghadiri kelas-kelas yang diadakan Yesus. Mereka benar-benar\nmengikuti Yesus ke manapun Yesus pergi. Itulah sebabnya pertanyaan pertama yang diajukan Andreas\nbukan berapa biaya kuliah atau pelajaran apa yang akan diberikan Yesus,\nmelainkan <em>\u201cRabi, di manakah Engkau\ntinggal?\u201d<\/em> Karena jelas di dalam benak Andreas bahwa jika dia ingin menjadi\nseorang murid, dia harus mengikuti Yesus secara penuh, 24 jam sehari, tujuh\nhari seminggu. Mereka akan berjalan ke tempat Yesus pergi, makan apa makanan\nyang Yesus makan, tidur di mana Yesus meletakkan kepala-Nya, mengalami semua\nyang Yesus rasakan, sukacita, kesedihan, penderitaan dan kebangkitan! Belajar\nkemudian bukan hanya tentang mendapatkan pengetahuan atau keterampilan, tapi\njuga tentang berbagi hidup, memberi dan menerima kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menarik juga untuk dicatat bahwa tanggapan Yesus terhadap Andreas adalah\n\u201ccome and see\u201d atau \u201cdatang dan lihatlah\u201d, namun jika kita kembali ke teks Yunani\nkuno, kata yang digunakan adalah &#8220;erkesthe kai opheste&#8221;. Jika\nditerjemahkan secara harfiah, ini adalah <em>\u201cdatang\ndan alamilah!\u201d<\/em> Untuk menjadi murid adalah mengalami kehidupan Yesus, untuk\nmengalami Yesus sendiri. Tentunya, ini adalah pengalaman total tentang Yesus.\nDengan demikian, akhir pembelajaran bukanlah nilai, melainkan kehidupan baru dan\nsungguh menjadi citra Yesus, sang Guru. Ini adalah mengikuti Kristus dalam arti\nsebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, untuk menjadi murid semacam ini, tidaklah mudah. Untuk mengikuti dan\nmengalami kehidupan Yesus, kita harus menyerahkan hidup kita. Hidup untuk\nhidup. Kita tidak bisa menjadi murid Yesus hanya dari jam 8 pagi sampai 5 sore,\ntetapi setelah itu, kita bebas. Kita tidak bisa mengatakan bahwa kita adalah\nmurid Yesus ketika kita berada di Gereja saja, tapi bukan murid-Nya di tempat\nkerja dan rumah. Kita menjadi murid Yesus pada saat-saat indah maupun masa-masa\nsulit. Pertanyaannya sekarang adalah: Apakah kita bersedia mengorbankan\nkehidupan lama kita? Apakah kita siap untuk mengikuti Yesus siang dan malam?\nApakah kita berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi seperti Kristus?<\/p>\n\n\n\n<p>Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabtu pada Masa Natal<br \/>\n\tJanuari 4, 2020<br \/>\n\tYohanes 1:35-42<\/p>\n<p>\u201cKata mereka kepada-Nya: \u2018Rabi, di manakah Engkau tinggal?\u2019 Ia berkata kepada mereka, \u2018Datang dan lihatlah.\u201d  (Yoh 1: 38-39)<\/p>\n<p>Dalam Injil Yohanes, kita tidak akan menemukan kata \u201crasul\u201d atau seseorang yang diutus untuk memberitakan Injil. Yohanes Penginjil secara konsisten memanggil orang-orang yang dengan setia mengikuti Yesus sebagai seorang murid. Kenapa demikian? Mungkin, Yohanes penginjil ingin menunjukkan kepada kita bahwa aspek terpenting dan mendasar dari menjadi pengikut Yesus adalah benar-benar menjadi seorang murid.<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9099","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9099","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9099"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9099\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9100,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9099\/revisions\/9100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9099"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9099"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9099"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}