{"id":9112,"date":"2020-01-08T20:08:02","date_gmt":"2020-01-09T04:08:02","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9112"},"modified":"2020-01-08T20:08:02","modified_gmt":"2020-01-09T04:08:02","slug":"kamis-09-januari-2020%ef%bb%bf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9112","title":{"rendered":"Kamis, 09 Januari 2020\ufeff"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Lukas 4: 14-22a<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u00a0 <br>Dari Rm Djoko Prakosa Pr Rektor Seminari Tinggi Kentungan Yogyakarta <\/p>\n\n\n\n<p><strong>1.Yesus adalah penggenapan nubuat Yesaya.<\/strong> Kata &#8220;Injil&#8221; secara harfiah berarti &#8220;kabar baik&#8221;. Yesaya telah menubuatkan bahwa Mesias akan datang dengan kuasa Roh Kudus untuk membawa kebebasan bagi mereka yang menderita penindasan fisik, mental, atau spiritual (lihat Yesaya 61: 1-2). Hari ini Yesus menegaskan bahwa Ia adalah kegenapan dari nubuat itu: Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: &#8220;Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.&#8221; Kemudian Ia &nbsp;berkata: &#8220;Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.&#8221; Yesus datang untuk membebaskan orang, tidak hanya dari kelemahan mereka, tetapi dari penderitaan terburuk dari semua &#8211; tirani perbudakan dosa dan setan. <\/p>\n\n\n\n<p> Kekuatan Tuhan sendiri dapat menyelamatkan kita dari keputusasaan, dan kehampaan hidup. Injil keselamatan adalah &#8220;kabar baik&#8221; bagi setiap orang yang akan menerimanya. Apakah kita menyadari dan mengalami sukacita dan kebebasan Injil Yesus Kristus, Anak Allah, yang datang untuk membawa khabar baik? <\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Menerima Yesus sang bayi dan sang nabi.<\/strong> Di dalam Yesus ada kuasa penyembuhan yang merupakah tindakan kasih Allah sendiri. Ia selalu berbicara tentang Kerajaan Surga dan janji Allah untuk membawa kebebasan dan penyembuhan bagi mereka yang menaruh kepercayaan kepada Allah. Kata-katanya yang ramah memberi harapan, kegembiraan, dan bantuan bagi mereka yang siap menerima-Nya. &nbsp;Yesus memulai pelayanan publik-Nya di tanah-Nya sendiri di Galilea tempat Ia dibesarkan. Pernyataan-Nya tentang penggenapan nubuat Mesias tentang Yesaya membawa keajaiban bagi orang-orang. Yesus membangkitkan harapan mereka dalam janji-janji Allah. Mereka yang pada awalnya menerima kata-kata-Nya dengan baik, akhirnya bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi dengan &#8220;anak Yusuf&#8221; ini: \u201cDan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: &#8220;Bukankah Ia ini anak Yusuf?&#8221; Reaksi orang-orang Nazareth menarik untuk diperhatikan. Ini adalah reaksi awal. Tetapi Injil ini diikuti terus dan pada saat Yesus menanggapi perkataan mereka. \u201cBukankah Ia ini anak Yusuf\u201d dan menyampaikan pesan bahwa \u201ctidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya\u201d, mereka marah dan mencoba untuk membunuh Dia.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p>Seringkali, kita memiliki reaksi yang sama terhadap Yesus. Pada awalnya, kita dapat berbicara dengan baik tentang Dia dan menerima Dia. Sebagai contoh, pada hari Natal kita dapat menyanyikan lagu-lagu Natal dan merayakan hari ulang tahun kelahiran-Nya dengan penuh sukacita. Kita mungkin pergi ke Gereja dan mengucapkan selamat Natal kepada orang-orang. Tapi seberapa dalam semua ini? Kadang-kadang perayaan dan tradisi Natal hanya dangkal dan tidak mengungkapkan kedalaman iman kita. Apa yang terjadi ketika Yesus mengucapkan kata-kata yang penuh kebenaran? Apa yang terjadi ketika Injil memanggil kita untuk bertobat? Apa reaksi kita terhadap Kristus pada saat ini? Bayi Yesus yang kita hormati pada hari Natal itu kini telah tumbuh dewasa &nbsp;dan sekarang mengucapkan kata-kata kebenaran kepada kita. Mari kita renungkan: apakah kita bersedia untuk menghormati-Nya tidak hanya sebagai seorang bayi, tetapi juga sebagai seorang Nabi segala Kebenaran. Apakah kita bersedia mendengarkan seluruh pesan-Nya dan menerima-Nya dengan sukacita? Apakah kita bersedia membiarkan kata-kata Kebenaran-Nya menembus hati Anda dan mengubah hidup kita?<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">&nbsp;<\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lukas 4: 14-22a \u00a0 Dari Rm Djoko Prakosa Pr Rektor Seminari Tinggi Kentungan Yogyakarta 1.Yesus adalah penggenapan nubuat Yesaya. Kata &#8220;Injil&#8221; secara harfiah berarti &#8220;kabar baik&#8221;. Yesaya telah menubuatkan bahwa Mesias akan datang dengan kuasa Roh Kudus untuk membawa kebebasan bagi mereka yang menderita penindasan fisik, mental, atau spiritual (lihat Yesaya 61: 1-2). Hari ini Yesus menegaskan bahwa Ia adalah kegenapan dari nubuat itu: Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: &#8220;Roh&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9112\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9112","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9112"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9112\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9115,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9112\/revisions\/9115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}