{"id":9118,"date":"2020-01-10T19:02:46","date_gmt":"2020-01-11T03:02:46","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9118"},"modified":"2020-01-10T19:02:46","modified_gmt":"2020-01-11T03:02:46","slug":"sabtu-11-januari-2020%ef%bb%bf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9118","title":{"rendered":"Sabtu, 11 Januari 2020\ufeff"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Yohanes 3:\n22-30<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p> <br>Dari Rm Djoko Prakosa Pr Rektor Seminari Tinggi Kentungan Yogyakarta <br><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Hari Biasa\nSesudah Penampakan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1.\nYesus harus dimuliakan.<\/strong> Perdebatan antara seorang Yahudi dan\nmurid-murid Yohanes memperlihatkan adanya kebingungan tentang pembaptisan yang\ndilakukan oleh Yesus dan Yohanes. Apalagi pengaruh Yesus terlihat semakin kuat\ndengan semakin banyaknya orang yang mengikut Dia: \u201cMaka timbullah perselisihan di antara\nmurid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. Lalu mereka datang\nkepada Yohanes dan berkata kepadanya: &#8220;Rabi, orang yang bersama dengan\nengkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi\nkesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.&#8221; Situasi ini mencemaskan para murid Yohanes. Memang melihat perkembangan\ndan popularitas pelayanan orang lain mudah menimbulkan rasa iri. Tetapi tidak\nada rasa cemas sedikit pun di dalam diri Yohanes mendengar cerita\nmurid-muridnya. Ia sadar benar bahwa ia dipanggil untuk menjadi utusan yang\nbertugas mempersiapkan jalan bagi Mesias. Maka ia menjelaskan bahwa posisinya\nmemang lebih rendah dibandingkan Yesus. Mesias adalah mempelai laki-laki, &nbsp;sementara Yohanes hanyalah sahabat mempelai\nlaki-laki itu: &#8220;Tidak\nada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak\ndikaruniakan kepadanya dari sorga. Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa\naku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.\u201d Jelas bahwa kedudukan mempelai pria lebih penting dibandingkan\nsahabat-Nya: Yang\nempunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai\nlaki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita\nmendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang\nsukacitaku itu penuh.\u201d Itulah gambaran seorang hamba Tuhan sejati\nyang mengerti dengan jelas panggilan pelayanannya. Keinginan Yohanes untuk\nmemuliakan Yesus dan membuat Yesus dikenal orang banyak menunjukkan kerendahan\nhatinya. Sehingga yang muncul adalah kesadaran untuk mempersembahkan kemuliaan\ndan kebesaran hanya kepada Tuhan yang dia layani, bukan mengambilnya untuk diri\nsendiri. <\/p>\n\n\n\n<p>Para pemimpin dan pewarta serta orang-orang\nyang aktif dalam pelayanan bisa jatuh ke dalam pencobaan untuk lebih fokus pada\nkeberhasilan pelayanan mereka daripada mengumandangkan nama Kristus. Kita perlu\nmendoakan mereka agar mereka tidak mengejar kesuksesan pelayanan, melainkan\nmengutamakan pemberitaan Kerajaan Surga. Kita diajak untuk menyadari bahwa misi\nkita yang sesungguhnya adalah mendorong orang untuk mengikut Kristus, dan bukan\nmenjadi pengikut kita! <\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. <\/strong><strong>Ia\nharus makin besar<\/strong>. Dalam narasi sebelumnya, Yohanes dengan\nkonsisten menggambarkan dirinya sebagai saksi. Kesaksian Yohanes dan Tuhan\nYesus sendiri menyebabkan Yesus semakin dikenal banyak orang. Popularitas\nYesus, menurut Yohanes, adalah pekerjaan Allah: &#8220;Tidak ada seorangpun yang dapat\nmengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.\u201d Sama sekali tidak ada nada cemburu atau iri hati dalam perkataannya.\nBahkan, Yohanes memberikan pesan kepada murid- muridnya untuk mengikuti Yesus.\nMengapa? Karena dalam hal popularitas dan jumlah pengikut, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin\nkecil.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita bukan sedang membangun kerajaan yang\nberpusat pada diri sendiri. Jika kita ingin lebih populer dibandingkan Tuhan\nYesus yang diberitakan, maka kita perlu segera bertobat. Pada penghujung masa\nNatal ini, marilah kita mencoba jujur di hadapan Allah dan diri kita sendiri.\nSegala pekerjaan dan pelayanan kita mungkin sekali dilatarbelakangi motivasi\nuntuk memegahkan diri. Mari kita meminta pada Tuhan agar Ia memurnikan kita dan\nmemakai kita semata-mata untuk kemuliaan nama-Nya! <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yohanes 3: 22-30 Dari Rm Djoko Prakosa Pr Rektor Seminari Tinggi Kentungan Yogyakarta Hari Biasa Sesudah Penampakan. 1. Yesus harus dimuliakan. Perdebatan antara seorang Yahudi dan murid-murid Yohanes memperlihatkan adanya kebingungan tentang pembaptisan yang dilakukan oleh Yesus dan Yohanes. Apalagi pengaruh Yesus terlihat semakin kuat dengan semakin banyaknya orang yang mengikut Dia: \u201cMaka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: &#8220;Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9118\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9118","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9118"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9118\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9119,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9118\/revisions\/9119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}