{"id":9163,"date":"2020-01-30T07:05:49","date_gmt":"2020-01-30T15:05:49","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9163"},"modified":"2020-01-30T07:05:49","modified_gmt":"2020-01-30T15:05:49","slug":"kamis-30-januari-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9163","title":{"rendered":"Kamis, 30 Januari 2020"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Markus 4: 21-25<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Hari Biasa Pekan III<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Pelita itu menerangi.<\/strong> Hari ini Yesus meneruskan pengajaran\nyang kemarin Ia sampaikan. Ia tidak menginginkan murid-murid-Nya menutupi\nsegala perkataan-Nya. Ia mengibaratkan firman-Nya seperti pelita yang\nseharusnya menerangi kehidupan orang lain: &#8220;Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang\natau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab\ntidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada\nsesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.\u201d Hakikat pelita\nyang dinyalakan itu bukan untuk disembunyikan, melainkan memberi terang.&nbsp; Berdasarkan sifatnya, terang membuat dirinya\nbersinar sedemikian rupa sehingga dapat dilihat oleh banyak orang. Begitu\njugalah kebenaran, yang adalah terang firman Tuhan. <strong>Jika para murid telah mendengar kebenaran Allah, mereka bertanggung\njawab untuk menyatakan dan membagikan terang itu dan tidak boleh\nmenyembunyikannya.<\/strong> Apa yang telah mereka dengar bukan untuk disimpan bagi\ndiri mereka sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, Yesus\nmengajak mereka untuk mendengarkan setiap firman-Nya dengan baik: &nbsp;\u201cBarangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia\nmendengar!&#8221; Kebenaran firman-Nya yang mereka dengar akan memberikan manfaat pada\nmereka. <strong>Kesediaan dan kesetiaan para\nmurid untuk mendengar akan menjadikan mereka semakin mampu memahami dan\nmengalami kebenaran firman-Nya<\/strong>. Murid yang tidak menggunakan kemampuannya\nuntuk memahami dan mengalami firman Tuhan, akan kehilangan kemampuan itu: \u201cApa pun juga yang ada padanya akan diambil.\u201d Maka\npara murid tidak bisa diam saja tentang pemahaman dan pengalaman mengenai Yesus\ndan Kerajaan Allah. Mereka dipanggil untuk mewartakannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Begitulah\nterang firman yang dinyatakan pada kita, bukan hanya untuk kepentingan kita\nsendiri, melainkan kepentingan orang lain juga. Panggilan untuk menyalakan dan\nberbagi terang firman adalah tugas semua murid-Nya, tanpa kecuali, dan dengan\ncaranya masing-masing yang khas. <em>Ada seorang gadis remaja\nyang setiap hari tergerak untuk membaca dan merenungkan firman-Nya, dan ia\nmencoba mewartakan kebenaran firman-Nya melalui gambar animasi yang hampir\nsetiap hari kita terima.<\/em> Kita pun bisa mewartakan dengan cara kita masing-masing. <strong>Orang yang menemukan sesuatu yang berharga\npasti tidak akan diam saja dan menyembunyikannya. Ia pasti akan memberi tahu\norang lain dengan sukacita sebab ia telah menemukan Sahabat yang berharga bagi\njiwanya<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>2.\nDiutus sebagai terang pelita kasih, belas kasih dan pengampunan.<\/strong> Yesus mengingatkan para murid-Nya bahwa \u201cukuran\u201d yang\nmereka kenakan kepada orang lain akan \u201cdiukurkan\u201d juga kepada mereka: &#8220;Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang\nkamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan\nditambah lagi kepadamu.\u201d Para murid telah\nmenerima kasih, belaskasih dan pengampunan dari Allah. Ini semua adalah harta\nsurgawi yang patut disyukuri. Sebagai\npembawa terang kebenaran Kristus, <em>yang\ndipenuhi dengan kasih, belas kasihan, pengampunan-Nya<\/em>, seorang murid diutus\nuntuk berbagi hadiah surgawi itu. Itulah hidup seorang murid yang bermutu. Semakin\nia melakukan tindakan kasih, belas kasih dan pengampunan, semakin Allah melimpahkan\nrahmat itu. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Paus Fransiskus berkata: \u201c<em>Ada\ninteraksi yang luar biasa antara belas kasih dan perutusan. <strong>Mengalami belas kasihan membuat kita\nmenjadi utusan belas kasihan, dan menjadi utusan memungkinkan kita untuk\nbertumbuh lebih dalam belas kasihan Allah<\/strong>. Karena itu, marilah kita\nmenanggapi panggilan Kristen kita dengan serius dan berkomitmen untuk hidup\nsebagai orang percaya, karena hanya dengan demikian Injil dapat menyentuh hati\nseseorang dan membukanya untuk menerima rahmat kasih, untuk menerima kemurahan\nTuhan yang besar dan serba ramah ini.<\/em>\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Markus 4: 21-25 Hari Biasa Pekan III 1. Pelita itu menerangi. Hari ini Yesus meneruskan pengajaran yang kemarin Ia sampaikan. Ia tidak menginginkan murid-murid-Nya menutupi segala perkataan-Nya. Ia mengibaratkan firman-Nya seperti pelita yang seharusnya menerangi kehidupan orang lain: &#8220;Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.\u201d Hakikat&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9163\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9163","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9163","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9163"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9163\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9164,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9163\/revisions\/9164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9163"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}