{"id":9165,"date":"2020-01-31T11:44:16","date_gmt":"2020-01-31T19:44:16","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9165"},"modified":"2020-01-31T11:44:16","modified_gmt":"2020-01-31T19:44:16","slug":"pw-s-yohanes-bosco-imam-%ef%bb%bf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9165","title":{"rendered":"Pw. S. Yohanes Bosco, Imam.\ufeff"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Markus 4: 26-34<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jumat, 31 Januari 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Panggilan untuk menabur dan menebar benih\nkebaikan.<\/strong> Perumpamaan\npertama berisi tentang benih yang ditabur, bertunas dan bertumbuh serta\nmenghasilkan buah yang siap dituai: &#8220;Beginilah hal\nKerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada\nmalam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan\ntunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang\nitu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu\nbulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah\nitu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah\ntiba.&#8221; Si Penabur\ntelah menabur benih. Karya keselamatan Allah melalui kehadiran Yesus telah\nmulai. Dunia baru telah hadir. Meskipun Kerajaan itu masih hadir dalam keadaan\nterselubung, ada kepastian bahwa pada waktunya benih yang telah ditaburkan,\nmelalui campur tangan Allah yang ajaib itu, akan bertumbuh dan menghasilkan\nbuah masak yang siap ditunai. <\/p>\n\n\n\n<p>Kita mempunyai jadual untuk tidur, tetapi\nTuhan tidak pernah sedetikpun mengerdipkan mata-Nya. Kita tidur setelah\naktivitas menabur benih kebaikan, tetapi Tuhan tetap terjaga dan selalu menumbuh-suburkan\nbenih kebaikan yang Ia taburkan di dalam dan melalui kita. Tugas dan kewajiban\nkita adalah berupaya menabur dan menebar khabar baik, tetapi pertumbuhan atau\nperkembangannya tergantung sepenuhnya pada karya Allah. Kita dipanggil untuk\nmenaburi dunia sekitar kita dengan benih kebaikan, meski kebaikan itu sifatnya\nsederhana dan tidak spektakuler. Hal-hal sederhana dan tidak mencolok ini di\ntangan Tuhan akan bertumbuh dan berubah menjadi sesuatu yang sangat berharga.<\/p>\n\n\n\n<p>2. <strong>Memulai dari yang kecil dan tidak menundanya.<\/strong>\nPerumpamaan kedua adalah tentang biji sesawi yang meski kecil, bahkan terkecil\ndi antara segala benih yang ditaburkan orang di tanah. &nbsp;Namun benih itu bertumbuh menjadi pohon yang\nbesar, bahkan lebih besar dari segala pohon yang ditanam di tanah itu: \u201cHal Kerajaan itu seumpama\nbiji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari\npada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia\ntumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan\ncabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam\nnaungannya.&#8221; Perumpamaan\nini bisa ini bisa direnungkan dari sisi \u201ctugas menabur benih\u201d, tetapi juga dari\nsisi gambaran diri sebagai biji sesawi. &nbsp;Kita seperti biji sesawi yang kecil. Kita mungkin menganggap diri kita\nkecil atau tidak mampu membuat sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan kita. Benarkah\nbegitu? Injil memberi&nbsp; peneguhan dan\nmotivasi kepada kita bahwa sesuatu yang sederhana dan kecil, <em>karena campur tangan Allah<\/em>, pada\nakhirnya memberi manfaat bagi kehidupan orang lain: &nbsp;\u201cburung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Bakat dan talenta kita, sekecil apa\npun, selalu mungkin untuk menjadi lebih besar dan menjadi berkat. Allah, tanpa\nharus kita lihat, terlibat dan campurtangan dalam proses perkembangannya. Bakat\ndan talenta itu dimaksudkan untuk berbagi. Pertanyaannya adalah: Maukah kita <strong>memulai<\/strong> menggunakan bakat dan talenta\nkita untuk berbagi? Sekarang ini juga mari kita memulainya dari yang kecil, dan\ntidak menundanya. Kita tidak perlu takut melangkah secara perlahan. Kita\nboleh takut bila hanya berdiri diam dan tidak mulai melangkah.&nbsp; Kita diingatkan bahwa hal-hal besar mulai\ndari yang kecil. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Markus 4: 26-34 Jumat, 31 Januari 2020 1. Panggilan untuk menabur dan menebar benih kebaikan. Perumpamaan pertama berisi tentang benih yang ditabur, bertunas dan bertumbuh serta menghasilkan buah yang siap dituai: &#8220;Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9165\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9165","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9165"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9166,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9165\/revisions\/9166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}