{"id":9320,"date":"2020-03-20T07:57:35","date_gmt":"2020-03-20T14:57:35","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9320"},"modified":"2020-03-20T07:57:35","modified_gmt":"2020-03-20T14:57:35","slug":"hari-biasa-pekan-iii-prapaskah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9320","title":{"rendered":"Hari Biasa Pekan III Prapaskah."},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Markus 12: 28b-34<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jumat, 20 Maret 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Mengasihi\nAllah dan mengasihi sesama.<\/strong> Dalam\nInjil hari ini (Markus 12: 28b-34), para ahli Taurat dan orang-orang Saduki\nberdiskusi dengan Yesus tentang Hukum Paling Utama dari aneka hukum yang ada. Diskusi ini makin menarik ketika ditempatkan dalam situasi\nwabah virus Corona yang belum bisa dikendalikan sampai saat ini. Beberapa orang\nberpendapat bahwa di tengah situasi ini umat Katolik tetap harus memperlihatkan\ncintanya kepada Allah melalui kehadiran di Ekaristi Mingguan, sebab Ia tinggal\ndi altar suci. Sementara itu, beberapa orang mengatakan bahwa saat ini Tuhan\nsedang tinggal di pelataran suci umat-Nya yang sedang penuh masalah yang\nmenakutkan dan memprihatinkan. Oleh karena itu cinta mesti terwujud dengan\nhadir bersama berdoa dan berjuang bagi lebih baiknya masyarakat yang sehat\nlahir dan batin. Diskusi tentang Hukum yang paling utama dalam\nkonteks situasi masyarakat kita sekarang terus bergulir dan sepertinya belum\nmenemukan simpul akhir. <\/p>\n\n\n\n<p>Jawaban Yesus\nmenarik. Ahli Taurat meminta satu pegangan dan kesimpulan yang pasti tentang\nHukum Paling Utama. Yesus memberi dua hukum yang saling terkait: &nbsp;&#8220;Hukum yang\nterutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. <strong>Kasihilah Tuhan, Allahmu<\/strong>, dengan\nsegenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan\ndengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: <strong>Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri<\/strong>. Tidak ada hukum\nlain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.&#8221; Apabila seseorang sepenuhnya mengasihi Allah, maka\ntindakan untuk mengasihi sesama akan muncul. Hukum itu meringkas hukum yang\ntertulis pada dua loh batu yang diterima Musa. Hukum itu menyatakan kewajiban\nmanusia kepada Allah dan tanggung jawab kepada sesama. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Yesus, sang Bait Allah sejati: Di sini, saat\nini.<\/strong>&nbsp; Allah membuat keputusan besar ingin\nmenyelamatkan umat-Nya dari virus&nbsp; dosa\nyang mengancam hidup umat-Nya. Ia menampakkan kasih-Nya dengan keputusan yang\nmembuat banyak orang terperangah: mengirim Anak-Nya, sang Bait Allah sejati.\nAllah tidak ingin menghapuskan atau menghilangkan praktik mencintai Allah\ndengan datang ke Bangunan Bait Allah. Tetapi di tengah situasi darurat\nkehidupan manusia yang terjakit virus dosa, Ia ingin agar umat-Nya selamat.\nCaranya adalah memberikan hormat bakti kita kepada-Nya dengan hati yang tulus,\njiwa yang terbuka, akal yang rasional, etiket yang terukur, dan dengan kekuatan\npenuh. Hormat bhakti itu bisa dilakukan di bangunan Bait Suci. <strong>Kehadiran Allah dan ungkapan kasih kepada Allah\ntidak terpaku pada satu cara dan pola.<\/strong> Para murid bisa menemukan dan\nmenyatakan kasih kepada Allah di setiap saat, dan setiap peristiwa. Mengasihi\nAllah tidak identik dengan melakukan kurban bakaran dan korban sembelihan. Yesus\nmemuji ahli Taurat yang memahami dan menerima kebenaran pengajaran-Nya itu, dan\nberkata bahwa \u201cmengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan\ndengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri\nadalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban\nsembelihan.&#8221; Ia bahkan menambahkan: &#8220;Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Hari-hari\nini &nbsp;Gereja Universal dan lokal membuat\nkeputusan besar karena ingin menyelamatkan kehidupan manusia dari virus Corona.\nTanpa mengecilkan kerinduan umat berbakti dan mencintai Allah dengan datang ke\nbangunan suci, yaitu Gereja tempat berlangsungnya Ekaristi, Gereja mengambil\nkeputusan agar <em>untuk sementara umat yang\nsakit tidak datang ke Gereja khusunya pada situasi pandemi ini, yaitu masa\ndimana wabah penyakit menyebar di seluruh wilayah dunia<\/em>. &nbsp;Keputusan ini adalah keputusan cinta.\nKeputusan ini adalah pilihan untuk mencintai dan menyelamatkan kehidupan\nsesama. Hormat dan bhakti tidak pernah ditentukan <em>semata<\/em> oleh jadual bhakti ekaristi dan adorasi satu jam. Hormat dan\ncinta &nbsp;harus berlangsung di tempat dimana\nkita berada: \u201cDi tempat ini dan saat ini.\u201d Hormat bhakti itu seluruh hari. Hormat\nbhakti tidak membatasi diri sekedar pada menerima komuni. Hormat dan cinta\nbhakti mendorong kita untuk tidak melupakan satu hal, yaitu datang ke pribadi\nYesus, sang Bait Allah sejati: \u201ckapan saja-dimana saja; saat ini dan disini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Beruang dan kita:<\/strong> Alkisah seekor beruang melintasi sungai yang airnya\ndingin. Ia melihat aneka macam ikan berkeriap ke sana kemari. Ia berpikir\nikan-ikan itu sedang kedinginan. Ia merasa kasihan. Maka beberapa ikan\ndiambilnya. Ia ingin menolongnya agar beberapa ikan itu mengalami kehangatan. Satu-satunya\ncara adalah menempatkan ikan-ikan itu di ketiaknya. Ia pun berjalan pulang dan\nmenaruh ikan-ikan itu di ketiaknya. Sesampai di rumah ia terkejut karena\nternyata ikan-ikan yang ingin ia selamatkan justru mati.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pesan rohani untuk kita:<\/strong> Kadang dalam olah rohani\nkita, seperti si beruang, terjebak untuk mempertahankan satu cara tertentu\nsaja. Kadang kita beranggapan bahwa satu-satunya cara untuk mengasihi Tuhan dan\nmemberikan keselamatan adalah datang ke Gereja secara berjamaah. Tetapi cinta\nbukanlah cara. Cinta adalah daya. Daya itu mengalir dan menghidupkan. Pada\nsaat-saat khusus kita diajak mencintai Allah dan sesama dengan cara yang\nberbeda. Kita mesti terbuka.&nbsp; <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Markus 12: 28b-34 Jumat, 20 Maret 2020 1. Mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Dalam Injil hari ini (Markus 12: 28b-34), para ahli Taurat dan orang-orang Saduki berdiskusi dengan Yesus tentang Hukum Paling Utama dari aneka hukum yang ada. Diskusi ini makin menarik ketika ditempatkan dalam situasi wabah virus Corona yang belum bisa dikendalikan sampai saat ini. Beberapa orang berpendapat bahwa di tengah situasi ini umat Katolik tetap harus memperlihatkan cintanya kepada Allah melalui kehadiran di Ekaristi Mingguan, sebab Ia tinggal&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9320\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9320","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9320"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9320\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9321,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9320\/revisions\/9321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}